5 Kesalahan Umum Penulis Jurnal yang Jarang Disadari

5 Kesalahan Umum Penulis Jurnal yang Jarang Disadari

Sering tak disadari, sebenarnya terdapat beberapa kesalahan umum penulis jurnal yang kerap dilakukan. Jurnal merupakan sebuah karya tulis yang wajib ditulis dengan bahasa baku yang benar dan sesuai dengan standar kebahasaan Jurnal secara umum. Oleh karenanya, Anda harus bisa menghindari beberapa kesalahan yang kerap diabaikan oleh para pembuat jurnal ilmiah.

Apa saja kesalahan-kesalahan tersebut? Simak uraiannya dengan lengkap di bawah ini.

Penulisan Kalimat yang Berbelit-Belit

Bagi seorang penulis jurnal yang baru saja menceburkan diri di dunia ilmiah, biasanya masih meraba dan mencari sebuah kata yang tepat untuk menyampaikan maksud. Hal ini memungkinkannya untuk menyajikan kalimat yang berbelit-belit dan super panjang. Kalimat yang tidak jelas maknanya, sehingga sulit diterima pembaca.

Seiring berjalannya waktu, penulis jurnal ilmiah akan lebih peka pada standar baku yang harus diterapkan dan dilepaskan. Penulis jurnal yang baik tentu akan belajar dari pengalaman dan jam terbangnya selama menyajikan konten ilmiah.

Mengabaikan Unsur Pembuatan Jurnal Ilmiah yang Benar

Anda juga harus bisa memenuhi standar penulisan jurnal yang benar. Kesalahan umum penulis jurnal satu ini jarang dicermati sebagai bahan penulisan. Apa saja ciri-ciri jurnal ilmiah yang baik? Simak penjelasan di bawah ini.

  1. Topik Jurnal

Topik jurnal menjadi bahasan pokok yang akan dijadikan highlight dalam penulisan. Kalimat topik biasanya ditempatkan pada awal kalimat. Di dalamnya juga harus mengandung 3 unsur topik. Apa saja unsur topik tersebut?

Pertama, kalimat topik harus merupakan kalimat lengkap yang mengandung unsur Subjek-Predikat-Objek (Ide Pengendali). Ke dua, cakupan ide pengendali yang ditawarkan harus bisa dibahas dengan tuntas dan menyeluruh. Ke tiga, ide pengendali harus spesifik. Artinya ide tersebut harus berhubungan dengan topik secara langsung.

Contoh : Kalimat Efektif memiliki 4 unsur pembangun. Topik ini sudah cukup lengkap karena mengandung unsur Subjek (Kalimat Efektif), Predikat (memiliki), dan Objek (4 Unsur Pembangun). Cakupan ide yang ditawarkan sudah cukup memberikan gambaran bahwa jurnal ini akan membahas hal-hal yang menjadi cakupan dalam kalimat efektif. Spesifikasinya pun sudah cukup jelas, bukan?

  1. Kalimat Pendukung

Perlu diketahui, bahwa dalam jurnal ilmiah, Anda dapat memperkaya bobot jurnal dengan kalimat-kalimat pendukung yang berlandaskan pada buku atau sumber lainnya yang terpercaya. Dalam penempatannya, kalimat pendukung dibagi menjadi dua. Pertama, kalimat pendukung mayor, yakni kalimat yang langsung digunakan sebagai langkah untuk mendukung ide pokok secara langsung.

Ke dua yakni kalimat pendukung minor, yaitu kalimat lanjutan yang lebih terperinci untuk menjabarkan penjelasan kalimat pendukung mayor. Kedua unsur ini cukup penting sebagai pelengkap ide pokok agar bisa terjabarkan dengan lebih baik.

  1. Konten Jurnal

Konten jurnal harus sesuai dengan topik jurnal yang telah ditentukan sebelumnya. Anda bisa meramu tulisan dengan membuat kerangka awalnya. Kerangka akan menuntun Anda untuk lebih spesifik dalam menuliskan poin-poin yang akan dijabarkan. Kerangka juga akan menghindarkan Anda dari bahasan konten jurnal di luar konteks.

  1. Kalimat Kesimpulan

Salah satu kesalahan umum penulis jurnal yang kadang luput jadi perhatian yakni memberikan kalimat kesimpulan. Kalimat kesimpulan adalah puncak dari informasi yang diberikan karena ini menjadi sebuah rangkuman dari berbagai jabaran ide pokok sebelumnya.

Kesimpulan dapat dikatakan sebagai salah satu ujung tombak tulisan dalam jurnal Anda. Oleh karena itu, Anda harus bisa harus bisa meramu kalimat kesimpulan yang ringkas, jelas, dan tidak menimbulkan ambiguitas untuk pembaca. Ambiguitas dalam kalimat hanya akan membuat pembaca lebih banyak bertanya-tanya pada maksud yang ingin dijelaskan.

Mengulang Kalimat Berlebihan

Kebingungan penulis jurnal pemula, biasanya terjadi saat merangkai kalimat. Tanpa sadar terjadi pengulangan kalimat yang berlebihan dalam beberapa paragraf. Hal ini mungkin tak disadari, padahal bisa berdampak cukup signifikan. Oleh karena itu, penulis jurnal ilmiah juga harus paham tatanan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Mengabaikan Efektivitas Kalimat

Kesalahan umum penulis jurnal pemula yang lainnya yang harus dijadikan perhatian yakni abai terhadap efektivitas kalimat. Usahakan untuk membuat kalimat lengkap, yang memenuhi standar penulisan jurnal yang benar.

  1. Menggunakan kata yang tak penting

Sebaiknya Anda tidak menggunakan pemborosan kata dalam menulis jurnal ilmiah. Jurnal ilmiah akan lebih terasa ketika Anda bisa memaksimalkan sumber informasi dengan pembaruan kata yang lebih baik. Hal ini wajib dilakukan agar menghindarkan diri dari plagiasi.

  1. Kalimat yang terlalu panjang dan membingungkan

Sebuah kalimat efektif biasanya terdiri dalam maksimal 20 kata. Usahakan terdapat 3-4 kalimat dalam 1 paragraf.  Usahakan kalimatnya terdiri dalam 3 baris dalam Microsoft Word karena tulisannya akan berpengaruh saat diaplikasikan dalam bentuk PDF atau buku.

Hindari penggunaan kalimat yang terlalu panjang, karena ini biasanya menjadi salah satu kesalahan umum penulis jurnal yang jarang disadari. Mempelajari PUEBI dan struktur kalimat yang baik akan membantu Anda menciptakan kalimat yang baik untuk sebuah jurnal ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan.

Tidak Menggunakan Kalimat Baku dengan Tepat

Dalam percakapan harian, Anda boleh menggunakan kalimat tak baku sebagai pengucapan. Akan tetapi, Anda harus menggunakan kalimat baku saat terlibat dalam sebuah tulisan ilmiah. Oleh karena itu, sebagai penulis jurnal, Anda wajib memiliki pedoman dasar seperti Kamus Besah Bahasa Indonesia dan mempelajari aturan dalam pembuatan kalimat yang benar.

Beberapa kesalahan umum penulis jurnal di atas, agaknya jarang disadari dan kerap diterapkan. Padahal, jurnal ilmiah yang bagus harus bisa menjadi sebuah bacaan yang mudah dibaca dan dipahami. Hal ini dimaksudkan agar pembaca lebih cepat mengerti konten yang disajikan dan bahan materi yang dibaca bisa menjadi sebuah standar informasi rujukan yang mumpuni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *