Artikel Jurnal Kesehatan : Pengaruh Dari Penggunaan NAPZA Terhadap Kesehatan Individu

NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) adalah bahan atau zat yang jika dikonsumsi manusia akan mempengaruhi fungsi otak dan susunan saraf pusat sehingga bisa menimbulkan rasa ketagihan, kebiasaan, dan ketergantungan terhadap NAPZA yang berdampak pada kesehatan fisik, psikis, dan sosial.

Kandungan yang terdapat dalam NAPZA tentu dapat menimbulkan perubahan perilaku, perasaan, dan pikiran. Sayangnya, akses ke NAPZA ini semakin mudah didapat karena hampir semua kalangan masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, karyawan, pejabat, selebriti, sampai penegak hukum sekalipun pernah mendapat kasus konsumsi NAPZA.

Keberadaan NAPZA ini tentu membuat masyarakat penasaran terhadap pengaruh yang ditimbulkan oleh penggunaan NAPZA terhadap kehidupan individu.

Namun, sebelum membahas pengaruhnya, pertama kita harus mengetahui faktor apa yang bisa menyebabkan seseorang sampai mau mengonsumsi NAPZA itu sendiri.

Layanan Jasa konversi Tesis/Disertasi/Hasil Penelitian menjadi Artikel jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Translate Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Proofreading Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Cari Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Turunkan Turnitin Klik Disini

Berikut beberapa faktor kenapa seseorang mau mengonsumsi NAPZA:

  1. Lingkungan sosial

Manusia adalah makhluk sosial sehingga lingkungan sosial sangat berpengaruh besar terhadap kepribadian seseorang. Secara umum lingkungan sosial terdiri atas tiga kelompok mulai dari yang paling kecil hingga terbesar.

Berikut tingkatan lingkungan sosial yang dapat mempengaruhi seseorang terhadap penggunaan NAPZA:

  • Keluarga

Keluarga merupakan unit terkecil yang memiliki peran penting mengenai penggunaan NAPZA. Orang tua bertugas untuk mempengaruhi anaknya ke arah yang lebih baik. Apabila orang tua memiliki pengaruh yang lemah, tidak kondusif, dan hubungan yang buruk bisa membuat anaknya semakin terbuka untuk mencoba NAPZA.

  • Pergaulan

Setiap manusia selalu mencari kelompok untuk memenuhi kebutuhan sosialnya sehingga pergaulan memiliki peran yang penting dalam membentuk karakter seseorang, akan tetapi pergaulan yang terlalu terbuka bisa membuat seseorang untuk terjerumus ke penggunaan NAPZA.

  • Lingkungan

Kondisi lingkungan sosial yang tidak sehat seperti perumahan padat yang kumuh, tempat nongkrong malam untuk judi atau pelacuran, tontonan pornografi, dan semacamnya dapat merusak kepribadian seseorang  sehingga kemungkinan konsumsi NAPZA semakin besar.

  1. Kepribadian

Faktor yang juga mempengaruhi seseorang terhadap penggunaan NAPZA berasal dari kepribadian sendiri. Jika seseorang tidak dapat mengendalikan emosi atau menjaga pemikirannya seperti mengatasi rasa ingin tahu, rendah diri, ketidaktahuan, dan sebagainya dapat mendorong dia untuk mengonsumsi NAPZA karena orang tersebut akan menganggap kalau konsumsi NAPZA adalah jalan keluar untuk masalah yang sedang dihadapinya.

Pengaruh dari penggunaan NAPZA Terhadap kehidupan seseorang

Dampak negatif dari penggunaan NAPZA

Dampak yang ditimbulkan dari penggunaan NAPZA tentu sangat menghawatirkan karena NAPZA memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap kesehatan individu secara fisik, emosi, atau tingkah laku ketika dikonsumsi dalam dosis yang berlebihan.

Di bawah ini merupakan dampak negatif dari penggunaan NAPZA secara umum.

  • Dampak penggunaan NAPZA terhadap fisik

Dampak yang ditimbulkan dari penggunaan NAPZA terhadap kesehatan individu secara fisik adalah timbulnya gangguan-gangguan fisik yang cukup berat karena NAPZA dapat mempercepat proses aliran darah dan meningkatkan jumlah hormon katekolamin yang bisa membuat seluruh organ tubuh bekerja berlebihan.

Hal ini menimbulkan berbagai gangguan seperti berat badan yang turun drastis, penglihatan mata yang menurun, mata terlihat merah dan cekung, muka terlihat pucat, bibir berubah menjadi kehitaman, bintik-bintik merah bermunculan di tangan, buang air besar ataupun kecil yang kurang lancar, sering terjadi sembelit, sakit paru-paru, kejang-kejang, sakit perut yang tidak jelas, hingga kematian jantung.

  • Dampak penggunaan NAPZA terhadap emosi

Dampak yang ditimbulkan dari penggunaan NAPZA terhadap kesehatan individu dalam bentuk emosi adalah timbulnya perubahan emosional sebagai akibat dari kuatnya efek NAPZ pada saraf pikiran atau otak penggunanya.

Contohnya, penggunaan NAPZA dapat membuat si pemakainya memiliki rasa sensitif yang berlebihan, merasa mudah bosan, suka marah jika ditegur, pengguna akan menunjukkan sikap membangkang, emosi yang tidak dapat dikendalikan, kehilangan nafsu makan, sering merasa tegang dan gelisah, lebih agresif, hilang kepercayaan diri, suka curiga, sulit untuk berkonsentrasi, suka kesal, timbul kecenderungan untuk menyakiti diri, bahkan berpikiran untuk bunuh diri.

  • Dampak penggunaan NAPZA terhadap tingkah laku

Dampak yang ditimbulkan dari penggunaan NAPZA terhadap kesehatan dalam bentuk tingkah laku adalah timbulnya perilaku negatif sebagai respon atau reaksi terhadap lingkungan yang kurang mendukung mengenai penggunaan NAPZA.

Jadi, siapa pun yang kecanduan NAPZA akan menimbulkan tingkah laku negatif seperti suka malas, mulainya sikap tidak peduli, anti sosial seperti menjauhi keluarga atau teman, mencuci uang di tempat yang tertutup, menggadaikan barang-barang berharga di rumah, suka menghabiskan waktu di tempat yang sepi dan gelas, takut air, gejala batuk dan pilek yang berkepanjangan, suka berbohong, suka, mengingkar janji dengan berbagai alasan tak jelas, bersikap manipulatif, mudah mengeluarkan keringat berlebihan, suka mimpi buruk, sakit kepala, nyeri sendi, tidak peduli dengan pendidikan, dan merepotkan orang lain.

Dampak positif dari penggunaan NAPZA

Sama seperti koin, penggunaan NAPZA memiliki dua sisi yang berbeda. Di balik dampak negatif NAPZA juga memiliki sisi positifnya selama penggunaan NAPZA teratur dan terkendali.

Dalam dunia medis, NAPZA sering digunakan sebagai cara untuk menyelamatkan hidup manusia dan membantu dalam pengobatan.

Berikut ini merupakan dampak positif dari penggunaan NAPZA yang teratur dan terkendali:

  1. Opium bisa digunakan sebagai zat penghilang rasa sakit dan mencegah batu atau diare sehingga sering digunakan oleh tenaga kerja medis ketika melakukan bedah atau operasi.
  2. Kokain bida digunakan untuk meningkatkan efek stimulan seperti meningkatkan daya tahan dan stamina sehingga bisa mengurangi rasa lelah.
  3. Ganja memiliki sera yang sangat kuat sehingga sering digunakan untuk pembuatan kantung dan bijinya sering dipakai untuk membuat minyak.

Gunakan jasa penerjemah artikel jurnal bahasa Inggris terbaik terpercaya jagojurnal (translate Bahasa Indonesia ke Inggris atau Inggris ke Indonesia) sekarang lebih cepat dan mudah. Segera hubungi kami di nomor Whatsapp: 087-864-006-999.

Layanan Jasa konversi Tesis/Disertasi/Hasil Penelitian menjadi Artikel jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Translate Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Proofreading Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Cari Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Turunkan Turnitin Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *