Artikel Jurnal Seputar Dampak Resesi Ekonomi Terhadap Kelangsungan Hidup Masyarakat di Indonesia

Resesi ekonomi merupakan suatu peristiwa di mana produk domestik bruto atau dikenal dengan sebutan GDP mengalami penurunan secara berturut-turut dan periodenya bisa berlangsung lebih dari satu tahun.

Dengan kata lain, resesi ekonomi adalah peristiwa kemerosotan ekonomi yang mencakup segi ekonomi dalam kehidupan masyarakat seperti lapangan kerja, investasi, dan juga keuntungan perusahaan.

Resesi ekonomi bisa terjadi kapan saja, hal ini dikarenakan kondisi pasar sendiri yang tidak stabil. Sebagai contoh, krisis keuangan global di tahun 2008 telah membuktikan adanya ketidakstabilan pasar.

Kemerosotan ekonomi ini tentu menimbulkan dampak yang cukup kuat terhadap kehidupan masyarakat, akan tetapi sebelum membahas dampak resesi ekonomi terhadap kelangsungan hidup masyarakat di Indonesia, kita perlu tahu apa yang menyebabkan resesi ekonomi itu sendiri.

Layanan Jasa konversi Tesis/Disertasi/Hasil Penelitian menjadi Artikel jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Translate Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Proofreading Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Cari Jurnal Klik Disini

Penyebab resesi

Terdapat banyak hal yang bisa mengakibatkan resesi ekonomi, berikut ini merupakan penyebab resesi ekonomi yang paling sering terjadi:

1. Inflasi

Inflasi merupakan penyebab ekonomi yang paling sering. Walaupun terkadang inflasi dibutuhkan untuk menstabilkan perekonomian, tetapi tingkat inflasi yang terlalu tinggi akan menurunkan daya beli masyarakat sehingga jumlah barang yang dibeli akan semakin sedikit berkat harga barang atau jasa yang semakin naik.

Inflasi biasanya diakibatkan oleh biaya produksi yang semakin tinggi, biaya energi yang lebih tinggi, dan utang nasional yang semakin bertambah.

2. Hilangnya kepercayaan terhadap investasi

Investasi merupakan instrumen penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, setiap negara harus berusaha semaksimal mungkin untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, tetapi jika negara gagal dalam mewujudkan iklim tersebut, maka hal ini akan memperlambat pertumbuhan ekonomi dan tidak jarang juga menyebabkan inflasi.

3. Suku bunga tinggi

Kenaikan suku bunga bertujuan untuk melindungi nilai mata uang, akan tetapi suku bunga yang terlalu tinggi akan membebani debitur yang berakibat terjadinya kredit macet.

Kredit macet dalam jumlah besar dapat berdampak besar terhadap sistem perbankan sehingga sekalinya perbankan lesu, maka resesi akan terjadi.

4. Jatuhnya pasar saham

Berhubungan dengan hilangnya kepercayaan untuk berinvestasi. Ketika para investor menarik dana investasinya dan pemerintah sendiri gagal dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, maka penarikan dana dari para investor akan mengakibatkan jatuhnya pasar saham. Dari kejatuhan pasar saham, resesi sudah menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari.

5. Kebijakan pemerintah

Pemerintah juga bisa menjadi penyebab terjadinya resesi melalui kebijakan ekonomi yang dikeluarkannya. Walaupun kebijakan pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya, kebijakan pemerintah yang tidak mendukung kegiatan ekonomi negara bisa menimbulkan resesi.

Contohnya, kebijakan impor yang berlebihan, peminjaman utang luar negeri yang berlebihan, peningkatan pajak yang tinggi, dan sebagainya bisa membuat usaha negara menjadi lesu.

6. Deflasi

Deflasi berarti kebalikan dari inflasi, Walaupun deflasi terdengar baik untuk negara. Pada kenyataannya, deflasi bisa menimbulkan efek yang lebih parah daripada inflasi karena penurunan harga barang yang rendah bukan membuat masyarakat langsung berbelanja, tetapi menunggu terus hingga harga barangnya mencapai titik yang paling rendah sehingga berakibat resesi juga.

Dampak resesi terhadap kelangsungan masyarakat Indonesia

1. Pengangguran meningkat

Angka pengangguran yang meningkat merupakan dampak yang paling dirasakan oleh masyarakat karena resesi ekonomi bisa mengakibatkan pemilik perusahaan untuk mengurangi kegiatan produksi barang yang berakibat terjadinya pemecatan tenaga kerja dalam jumlah besar atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) demi menjaga perusahaannya agar tetap beroperasi.

Pengangguran ini tentu merupakan hal yang berbahaya karena keluarga atau individu akan kehilangan penghasilannya sehingga kebutuhan dasar bisa saja tidak terpenuhi.

2. Bisnis lesu hingga bangkrut

Dampak resesi mungkin tidak akan dirasakan oleh usaha atau koperasi secara langsung semenjak bisnis atau koperasi tidak memegang utang luar negeri, tetapi hal ini akan menimbulkan permintaan barang atau jasa dari konsumen sehingga terdapat banyak bisnis yang mengalami kerugian hingga kebangkrutan.

Selain itu, bisnis yang bekerja di pasar ekspor merupakan bisnis yang paling banyak menerima dampak dari resesi ekonomi sehingga PHK sering dilakukan.

3. Kesejahteraan menurun

Menurunnya produksi barang atau jasa bisa menurunkan kesejahteraan rakyat karena rakyat tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka sehingga tidak jarang jika terjadi demonstrasi sebagai tanda bahwa kesejahteraan rakyat sedang menurun.

4. Daya beli masyarakat menurun

Rakyat yang kehilangan sumber penghasilan bisa membuatnya lebih berhati-hati dalam melakukan pengeluaran dan menghindari hal-hal yang tidak penting seperti hiburan, makan-makan, dan hal lainnya.

Hal ini tentu akan mengubah gaya hidup masyarakat yang sebelumnya bersifat konsumtif menjadi lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya.

5. Permintaan untuk rumah dan tanah menurun

Rumah dan tanah sering dianggap sebagai aset yang harus dimiliki karena tanah ini bisa dijadikan sebagai bagian dari rencana pensiun, akan tetapi ketika resesi ekonomi terjadi, nilai tanah bisa menurun secara drastis dan penyitaan bisa saja meningkat sehingga hal ini membuat tanah sebagai investasi yang tidak aman dan angka tunawisma bisa meningkat.

6. Investasi menurun

Resesi ekonomi tentu berdampak besar terhadap investasi. Ketika terjadi resesi, kegiatan investasi tentunya akan menurun karena rakyat tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk melakukan investasi semenjak penghasilan itu akan digunakan untuk kebutuhan yang lebih penting sehingga kegiatan investasi tidak begitu menjanjikan di era resesi.

7. Edukasi

Edukasi memegang peran penting dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi ketika resesi terjadi, banyak rakyat yang tidak bisa memberikan anaknya edukasi yang cukup karena tidak hanya penghasilan saja yang berkurang, tetapi biaya pendidikan selama terjadi resesi ekonomi biasanya naik.

Layanan Jasa konversi Tesis/Disertasi/Hasil Penelitian menjadi Artikel jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Translate Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Proofreading Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Cari Jurnal Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *