Bagaimana Format Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah Yang Baik dan Benar?

Bagaimana Format Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah Yang Baik dan Benar? – Saat ini baik dosen maupun kalangan akademisi dituntut harus menulis jurnal ilmiah sebagai salah satu syarat utama dalam berbagai moment yang berkaitan dengan kenaikan pangkat dosen, penilaian kinerja dosen, kebutuhan penilitian, dan lainnya. Namun terkadang, dosen atau tenaga pengajar masih mengalami kebingungan tentang tata cara penulisan jurnal ilmiah yang baik.

Setiap jurnal ilmiah yang diterbitkan, tidak terlepas dari sejumlah kaidah atau aturan yang berbeda-beda tergantung kebijakan atau porsi yang diinginkan penerbit. Pada pembahasan kali ini kami akan memberikan ulasan bagaimana cara dan prosedur dalam penulisan jurnal ilmiah yang dapat Anda jadikan referensi. Sebelum mengulas lebih jauh, kita akan memahami apa itu jurnal ilmiah.

Layanan Jasa konversi Tesis/Disertasi/Hasil Penelitian menjadi Artikel jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Translate Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Proofreading Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Cari Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Turunkan Turnitin Klik Disini

Apa itu jurnal?

Jurnal adalah tulisan ilmiah yang berisi kumpulan artikel dan pada umumnya terbit secara reguler, seperti misalnya dua kali atau empat kali dalam setahun. Sebelum masuk ke meja editorial jurnal, nantinya naskah artikel yang ditulis untuk jurnal akan direview atau dievaluasi terlebih dahulu oleh tim reviewer. Reviewer artikel jurnal biasanya lebih dari satu orang yang merupakan pakar di bidang studi tertentu sesuai dengan topik yang ditulis dalam artikel.

Penulisan jurnal pada umumnya akan merujuk pada sejumlah refrensi yang menjadi rujukan penulisan tiap artikel. Tak hanya sebatas laporan penelitian saja, namun jenis artikel tersebut bisa pula berupa review literatur.

Artikel jurnal yang merupakan laporan penelitian secara tipikal terdiri dari beberapa bagian dari judul, abstrak, deskripsi pengantar, kajian pustaka, metodologi, hasil analisis, diskusi dan implikasi hasil penelitian. Kadang disertai usulan tentang agenda riset lanjutan dan rekomendasi.

Bagaimana seharusnya susunan jurnal itu?

Format atau susunan untuk jurnal ilmiah pada umumnya terdiri dari:

  1. Judul
  2. Abstrak
  3. Pendahuluan
  4. Bahan dan Metode
  5. Hasil
  6. Pembahasan
  7. Kesimpulan
  8. Daftar Pustaka

Berikut ini rincian penjelasannya :

  1. Judul

Setiap jurnal ilmiah harus memiliki judul yang jelas. Judul dapat membuat pembaca mengetahui inti jurnal tanpa harus membaca keseluruhan jurnal tersebut. Misalnya, judul “Laporan Lab Biologi”. Dengan judul seperti itu, akan membuat pembaca enggan membacanya karena tidak menggambarkan isi jurnal.

Contoh judul yang baik, misalnya “Analisis hubungan fenetik tanaman genus artocarpus melalui pendekatan morfologi”. Judul ini sedikit banyak telah melaporkan dan menggambarkan  isi dari jurnal.

  1. Abstrak

Dalam tahap kedua menulis jurnal ilmiah ini, satu hal yang harus diketahui adalah abstrak tidak sama dengan ringkasan. Jika ringkasan berisi rangkuman isi jurnal keseluruhan, maka abstrak terdiri dari pemadatan dari seluruh isi jurnal yang disampaikan secara umum.

Tujuannya, sebagai panduan untuk  pembaca guna mendapatkan gambaran pertama tentang isi dari jurnal tersebut. Abstrak yang bagus akan berpengaruh pada jumlah pembaca dari jurnal yang diterbitkan. Temuan baru dari jurnal sebaiknya disampaikan di abstrak.

Cantumkan kata kunci dalam abstrak jurnal ilmiah. Kata kunci berguna untuk menjelaskan objek, subjek, dan pembahasan uatama dari jurnal yang dibuat.

  1. Pendahuluan

Pendahuluan adalah suatu pernyataan dari kasus yang Anda teliti. Pendahuluan juga memberikan informasi kepada pembaca untuk memahami tujuan spesifik Anda dalam kerangka teoritis yang lebih besar.

Bagian ini juga mencakup informasi mengenai latar belakang masalah, seperti ringkasan dari setiap penelitian yang telah dilakukan dan bagaimana sebuah percobaan akan membantu untuk menjelaskan atau memperluas pengetahuan dalam bidang umum. Semua informasi latar belakang yang dikumpulkan dari sumber lain harus menjadi kutipan.

  1. Bahan dan Metode

Bagian ini menjelaskan ketika percobaan telah dilakukan. Peneliti menjelaskan bentuk percobaan, metode pengumpulan data, peralatan, dan jenis pengendalian.

Bila percobaan dilakukan di alam, maka penulis musti menggambarkan lokasi, daerah penelitian, dan juga menjelaskan pekerjaaan yang dilakukan.  Aturan umum yang perlu diingat yaitu bagian ini harus memaparkan dengan jelas dan rinci sehingga pembaca punya pengetahuan dan teknik dasar agar bisa diduplikasikan.

  1. Hasil

Di tahap ini penulis diminta memberikan informasi tulisan yang terbilang cukup singkat. Yang isinya; penjelasan berbentuk teks, tabel atau diagram, maupun gambar yang relevan. Data yang disajikan pun harus objektif dan tidak boleh memuat interprestasi dari siapapun.

Untuk memudahkan pembaca, tampilkan pula dalam bentuk diagram batang, tabel dan gambar. Dengan ditambah keterangan penjelasan atau deskripsi singkat di bawah diagram, tabel dan gambar.

  1. Pembahasan dan Kesimpulan

Dalam tahap ini berisi pemaparan dan penjelasan tentang pembahasan dan hasil pembahasan apa saja yang menjadi temuan baru dari jurnal yang ditulis. Jelaskan perbedaan dari jurnal sebelumnya yang terkait juga harus dipaparkan.

Selanjutnya, dalam bagian dan hasil pembahasan harus menjelaskan jawaban dari hipotesis dan permasalahan yang disampaikan dalam bagian pendahuluan.

Dengan menjelaskan perbedaan dan temuan baru jurnal yang ditulis dengan jurnal lainnya. Hal itu akan memperkuat orisinalitas jurnal anda sekaligus menghindari plagiarisme.

  1. Kesimpulan

Bagian ini menyatakan bahwa peneliti berpikir mengenai setiap data yang disuguhkan berhubungan kembali pada pertanyaan yang telah dinyatakan di pendahuluan. Dengan acuan di bagian pendahuluan dan kesimpulan, seorang pembaca bisa memiliki ide yang baik dari penelitian ini, meski pun hanya rincian spesifik.

  1. Daftar Pustaka

Sumber seluruh informasi (kutipan) yang didapat peneliti harus ditulis sesuai abjad pada bagian daftar pustaka. Hal itu berguna bagi pembaca yang ingin merujuk pada literatur asli. Pastikan bahwa referensi yang dikutip benar-benar disebutkan dalam jurnal Anda.

Itu sedikit yang bisa kami berikan tentang Bagaimana Format Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah Yang Baik Dan Benar. Semoga ulasan ini bermanfaat. Selamat menulis!

Layanan Jasa konversi Tesis/Disertasi/Hasil Penelitian menjadi Artikel jurnal Klik Disini

Layana Jasa Translate Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Proofreading Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Cari Jurnal Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *