Beberapa Manfaat Ubah Hasil Penelitian Menjadi Buku Bagi Dosen

Beberapa Manfaat Ubah Hasil Penelitian Menjadi Buku Bagi Dosen

Sebelum membahas lebih jauh terkait manfaat dan pentingnya mengubah hasil penelitian menjadi buku. Terlebih dahulu sistem pendidikan tinggi di beberapa negara.yang secara umum terdapat tiga jenis sistem pendidikan, yakni:

  1. Full by Reasearch
  2. Mixed
  3. By Course

Perbedaan sistem pendidikan ini mempengaruhi jenis tugas akhir yang diberikan sebagai salah satu syarat kelulusan.

Jika suatu negara menerapkan sistem pendidikan tinggi full by reasearch, maka tugas akhir mahasiswa S3 disebut sebagai tesis. Sebaliknya, jika negara menerapkan sistem pendidikan tinggi lainnya, maka tugas akhir disebut sebagai disertasi.

Tesis berbeda dengan disertasi, disertasi diwajibkan untuk memiliki unsur kebaruan, sedangkan tesis tidak jauh berbeda dengan skripsi, hanya saja dalam tesis memuat isi yang lebih rinci. Karena cara pembuatan tesis dan skripsi tidak jauh berbeda, tentunya hal tersebut akan mempercepat proses penyusunan tesis untuk mengejar kelulusan atau untuk dirubah menjadi sebuah buku.

Manfaat Mengubah Tesis Menjadi Buku

Di Indonesia, menulis menjadi sebuah kewajiban bagi para dosen. Karenanya menulis bagi dosen adalah sebuah rutinitas, sama halnya dengan rutinitas dan kewajiban mengajar di kelas.

Dalam menulis tentunya dosen memerlukan banyak ide, banyak bahan dan materi untuk tetap bisa produktif menulis. Karena banyaknya tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh seorang dosen hingga terkadang kewalahan membagi waktu untuk membuat tulisan. Tak sedikit akhirnya dosen membukukan hasil penelitiannya.

Dimulai dari skripsi, tesis hingga disertasi yang disusun oleh dosen selama menempuh jenjang pendidikan tinggi yang kemudian seiring dengan berjalannya karir sebagai seorang dosen, seluruh hasil penelitiannya kemudian diubah menjadi buku.

Bukan tanpa alasan, mengubah hasil penelitian menjadi buku memberikan banyak manfaat, beberapa diantaranya:

  1. Dapat Meningkatkan KUM atau Angka Kredit Dosen.

Manfaat pertama yang bisa dirasakan oleh dosen dengan membukukan hasil penelitiannya adalah buku tersebut bisa meningkatkan kum atau angka kredit dosen. KUM merupakan nilai akumulasi dari setiap tugas dan tanggung jawab yang telah diselesaikan dosen, nilai yang diberikan dalam bentuk poin.

Kum atau angka kredit dosen yang sudah mencapai jumlah tertentu membuka kesempatan bagi dosen untuk naik jabatan akademik. Mulai dari jumlah poin 150 yang membantu dosen menempati posisi sebagai asisten ahli, sampai jumlah minimal 850 untuk jabatan Guru Besar.

Dosen yang sadar akan tanggung jawab profesinya tentunya akan selalu berusaha untuk meningkatkan poin kum nya sebagai bentuk kontribusi meningkatkan dan mempertahankan kualitas perguruan tinggi tempatnya mengabdi.

  1. Dapat Meningkatkan Manfaat Hasil Penelitian

Tugas akhir biasanya terdiri dari beberapa halaman yang membahas tentang hasil penelitian yang dilakukan. Kemudian dijilid dan diberikan kepada kampus sebagai bahan referensi untuk mahasiswa tingkat selanjutnya.

Padahal, tugas akhir tersebut akan memberikan lebih banyak manfaat jika diubah menjadi buku. Buku yang disusun dan dicetak akan menjangkau lebih banyak orang dan bisa memberikan lebih banyak manfaat.

Dengan mengubah tugas akhir menjadi buku juga dapat meningkatkan jumlah kum atau angka kredit seorang dosen, sekaligus mencoba untuk meningkatkan dan memperluas manfaat yang bisa diberikan seluas mungkin.

Tidak hanya dijadikan sebagai referensi untuk pembuatan tugas akhir lainnya. Dengan mengubah tesis menjadi buku juga bukan tidak mungkin bisa menjadi acuan dalam menyelesaikan suatu masalah yang terjadi di tengah masyarakat.

  1. Semakin Mengasah Keterampilan Menulis

Hasil penelitian dalam bentuk tugas akhir seperti skripsi, tesis dan disertasi hanya memuat sekilas hasil penelitian karena mengikuti sistematika penulisan. Dengan diubahnya menjadi buku, struktur dan sistematikanya dapat diubah menjadi lebih fleksibel, pembahasannya pun bisa menjadi lebih luas.

Penulis bahkan memerlukan lebih banyak bahan ide dan referensi untuk mengembangkan tulisan yang dibuat bahkan sampai ratusan halaman. Melalui proses ini seorang dosen dapat mengasah kemampuan menulisnya.

Cara ini tentunya memberikan manfaat sepanjang karirnya sebagai dosen, karena seorang dosen diwajibkan untuk produktif menulis dan publikasi. Sehingga dengan mengubah hasil penelitian menjadi buku membantu dosen tetap produktif.

  1. Meningkatkan Jumlah Pembaca

Jika hasil penelitian atau tugas akhir hanya disusun dan diterbitkan dalam bentuk jurnal, maka jumlah pembacanya maksimal sebanyak ribuan orang. Tetapi jika dicetak dalam bentuk skripsi yang hanya disimpan di perpustakaan, jumlah pembacanya bahkan tak lebih dari seratus orang. Beda ceritanya jika hasil penelitian tersebut dicetak menjadi sebuah buku, besar kemungkinan akan dibaca oleh jutaan orang.

Kesempatan untuk dijual secara online atau dijual di toko buku besar, memberikan kemungkinan jumlah pembaca akan terus bertambah. Sehingga salah satu manfaat mengubah hasil penelitian menjadi sebuah buku adalah dapat meningkatkan jumlah pembaca.

  1. Dapat Disampaikan Lebih Detail

Hasil penelitian jika hanya diterbitkan menjadi artikel atau jurnal ilmiah maka pembahasannya akan terbatas atau hanya inti pembahasannya saja. Tetapi, jika disusun menjadi sebuah buku, maka pembahasannya akan jauh lebih detail dan luas.

Penyampaian materi secara mendalam dan mendetail cenderung membuat pembaca lebih mudah memahami hasil penelitian tersebut.

  1. Memudahkan Akses Hasil Penelitian Kepada Para Pembaca

Pada umumnya, laporan hasil penelitian untuk tugas akhir akan dicetak kemudia dijilid dan disimpan di perpustakaan kampus. Sementara hasil penelitian yang disusun menjadi artikel ilmiah kemudian dipublikasikan menjadi jurnal ilmiah.

Hasil penelitian yang dicetak dan kemudian dijilid hanya bisa diakses mahasiswa di kampus yang bersangkutan. Sementara untuk jurnal, hanya bisa diakses oleh mereka yang punya hak dan kesempatan untuk mengakses misalnya mahasiswa di kampus yang sudah memiliki hak akses ke database jurnal internasional.

Sedangkan, jika hasil penelitian tersebut diubah menjadi buku, siapa saja bisa mengkases untuk membeli buku tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *