Beberapa Tips Menulis Buku Ajar serta Manfaat yang Didapat

Peran seorang dosen tidak hanya sebatas mengajar dan menyampaikan materi di depan kelas, perlu dilakukan eksplorasi untuk mengetahui pola belajar mahasiswa agar materi yang disampaikan mudah dipahami. Salah satu hasil dari eksplorasi tersebut adalah dengan menulis buku ajar. Buku ajar dibuat untuk membantu menunjang materi yang disampaikan oleh dosen, hal tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi seorang dosen dalam kemudahan proses belajar mahasiswa.

Buku ajar diibaratkan sebagai jembatan penghubung antara dosen mahasiswa, dengan adanya buku ajar sebagai media pendekatan sehingga dosen dapat dengan mudah berinteraksi dengan mahasiswa. Selain itu, buku ajar juga memiliki peran penting sebagai tolak ukur dari kualitas perguruan tinggi.

Kemudian, bagaimana cara menulis buku ajar? Simak ulasan berikut:

Tips Menulis Buku Ajar

Sebelum berlanjut ke tahap tips atau cara menulis buku ajar, terdapat beberapa hal yang harus dipenuhi terlebih dahulu, di antaranya yaitu:

  1. Dosen memiliki materi lengkap tentang mata kuliah yang diampu atau ajar.

Seorang dosen harus menyiapkan silabus dengan lengkap dan terperinci sebagai bahan untuk membuat buku ajar yang nantinya akan dipakai oleh mahasiswa selama proses perkuliahan.

  1. Dosen telah menguasai dengan sangat baik outline dari bahan ajar yang dimiliki.

Menguasai garis besar materi yang diajarkan dapat mempermudah dosen untuk menulis buku ajar.

  1. Dosen telah membuat slide presentasi yang memuat inti dari setiap paragraf yang akan ditulis nanti.

Penting untuk membuat inti-inti dari materi yang nantinya akan ditulis menjadi buku ajar, hal tersebut agar isi dari buku ajar tersebut memiliki urutan yang sesuai.

  1. Dosen menguasai di luar kepala tentang materi yang akan disampaikan atau diajarkan nanti.

Sebagai seorang dosen, menjadi sebuah keharusan untuk menguasai dan memahami materi yang diajarkan di luar kepala. Karena jika tidak, bagaimana dosen akan menjawab kalau mahasiswa secara tiba-tiba bertanya?

Dari ke – empat kunci di atas, sebagai seorang dosen harus memiliki keyakinan untuk mampu melakukan tahapan demi tahapan dalam menulis buku ajar. Tahapan ini harus dilakukan secara teratur dan konsisten agar proses menulis buku ajar dapat selesai tepat waktu.

Berikut tahapan – tahapan menulis buku ajar:

  1. Menentukan Tujuan Menulis Buku Ajar

Memiliki tujuan yang jelas bisa menjadi salah satu motivasi dalam melakukan sesuatu, tidak terkecuali saat menulis buku ajar. Ketika memiliki tujuan yang jelas tentunya fokus menulis buku ajar tidak mudah terganggu.

Selain sebagai amunisi semangat saat menulis, menyadari bahwa adanya buku ajar sendiri dapat menjadi manfaat karena proses menurunkan ilmu dan modifikasi nya jauh lebih mudah dan sempurna dibandingkan dengan jika mahasiswa membeli buku sendiri di toko buku.

Dosen dapat dengan leluasa menurunkan ilmu, dan mahasiswa dapat lebih mudah menyerap ilmu yang dituangkan dalam buku ajar dibandingkan jika hanya melihat dan mendengarkan penjelasan dosen saat di kelas. Hal ini juga bisa menjadi salah satu cara untuk dosen dan mahasiswa menjadi lebih dekat.

  1. Mencari dan Memilah Ide

Sebelum menulis buku ajar tentunya perlu untuk memunculkan dan menyeleksi ide – ide yang ada, adapun buku ajar harus memperhatikan kriteria – kriteria berikut:

  • Apa yang dibutuhkan pembaca?

Pastikan buku ajar memuat materi yang dibutuhkan oleh pembaca.

  • Apa yang diinginkan pembaca?

Pastikan buku ajar memuat materi yang diinginkan oleh pembaca.

  • Memberikan solusi-solusi untuk pembaca.

Pastikan jika buku ajar memberikan solusi-solusi terkait permasalahan yang dialami pembaca atau mahasiswa.

  • Memberikan manfaat

Pastikan seberapa besar kontribusi dan manfaat yang diberikan buku ajar yang ditulis.

  1. Membuat dan Mengembangkan Outline (kerangka tulisan)

Setelah memilah dan menentukan ide-ide yang muncul, selanjutnya adalah membuat outline atau kerangka tulisan dalam bentuk mind mapping. Kerangka tulisan berisi uraian-uraian poin yang nantinya akan ditulis sehingga proses penulisan buku ajar bisa lebih mudah karena penulis tidak perlu bingung akan memulai tulisannya dari mana, proses penulisan menjadi lebih rapi dan sistematis, penulis juga bisa lebih fokus dalam pengerjaan dan menjamin tidak ada bagian yang terlewat.

Setelah kerangka tulisan selesai dibuat, mulailah untuk mengecek kembali isinya, kembangkan ide-ide yang termuat di dalamnya dan mulailah berdiskusi dan bertanya kepada orang lain apakah kerangka tulisan yang dibuat memiliki kekurangan atau tidak.

  1. Melengkapi Bahan Ajar

Setelah kerangka tulisan dirasa sudah lengkap dan sempurna, selanjutnya mulailah untuk mengumpulkan bahan, materi – materi yang akan dimuat bisa menggunakan berbagai sumber seperti literatur, artikel maupun internet.

Selain dalam bentuk teks, menambahkan beberapa gambar, data statistik, dan tabel juga penting. pembaca cenderung tertarik dan mudah mengerti buku yang memiliki gambar atau tabel.

  1. Mulai Menulis Bab demi Bab

Setelah kerangka tulisan ditentukan, hal selanjutnya yang dilakukan adalah mulai menulis, tidak perlu terburu-buru, mulailah menulis bab demi bam sesuai dengan kerangka tulisan yang dibuat. Dalam menulis buku ajar, pakailah kalimat yang mudah dipahami dan konkret.

  1. Melakukan Pengecekan Ulang

Jika proses penulisan selesai, jangan lupa untuk mengecek kembali apakah ada yang kurang dan harus diperbaiki. Jangan terburu-buru, lebih baik sedikit telat tapi memastikan bahwa buku ajar sudah baik.

  1. Mencetak Buku Ajar Bersama Penerbit Terbaik

Setelah seluruh proses rampung, selanjutnya adalah siap untuk menerbitkan buku ajar. Kerjasama lah dengan penerbit terbaik, itu juga bisa menjadi salah satu nilai plus untuk sebuah buku ajar.

Demikian tips menulis buku ajar, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *