Jurnal Pengaruh Era Revolusi Industri 4.0 Terhadap Kompetensi Sumber Daya Manusia

Jurnal Pengaruh Era Revolusi Industri 4.0 Terhadap Kompetensi Sumber Daya Manusia

Jurnal Pengaruh Era Revolusi Industri 4.0 Terhadap Kompetensi Sumber Daya Manusia – Revolusi industri 4.0 merupakan tantangan terbaru bagi dunia karena revolusi 4.0 ini menimbulkan perubahan yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan perubahan di era revolusi industri sebelumnya.

Pengaruh era revolusi industri 4.0 telah mengubah bagaimana segala sektor dunia bekerja untuk selamanya. Contohnya, penggunaan teknologi komputer dan informasi telah membuat segala hal menjadi tidak terbatas dan tanpa batas, semua mesin atau robot sudah memiliki kemampuan untuk berinteraksi antar satu sama lain sehingga mereka dapat mengerjakan segala tugas dengan sendirinya.

Melihat perubahan yang dibawa oleh revolusi industri 4.0 ini tentu membuat kompetensi sumber daya manusia di era industri 4.0 sebagai pembicaraan utama karena kemampuan teknologi yang semakin canggih bisa mengubah kompetensi yang dimiliki sumber daya manusia di lingkungan kerja.

Oleh karena itu, pembahasan di bawah ini akan fokus dalam menemukan pengaruh apa saja yang dibawa revolusi industri 4.0 terhadap kompetensi sumber daya manusia.

Layanan Jasa konversi Tesis/Disertasi/Hasil Penelitian menjadi Artikel jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Translate Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Proofreading Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Cari Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Turunkan Turnitin Klik Disini

Baca juga: Jurnal Perkembangan Bisnis Restoran Kuliner “Strategi Pengembangan Bisnis Restoran Kuliner”

Kompetensi sumber daya manusia di era revolusi industri 4.0

Namun, sebelum membahas pengaruhnya. Pertama, anda perlu tahu apa yang dimaksud dengan kompetensi itu sendiri, lalu apa yang dimaksud dengan kompetensi?

Kompetensi berasal dari kata bahasa inggris, yakni “Competence” yang berarti suatu hal yang berhubungan dengan kemampuan, pengetahuan, dan sikap yang dimiliki oleh seseorang dalam menjalankan pekerjaan atau tugas di bidang tertentu.

Berdasarkan teori, terdapat lima karakteristik yang membentuk kompetensi seseorang, yakni:

  1. Faktor pengetahuan
  2. Faktor keterampilan
  3. Konsep atau nilai-nilai diri
  4. Karakteristik pribadi
  5. Motif

Dapat dilihat dari pengertian tersebut, kompetensi seseorang terbentuk atas lima karakteristik, sehingga pembahasan berikut akan membahas pengaruh dari perubahan revolusi industri 4.0 terhadap kelima karakteristik tersebut.

Berikut pembahasannya:

  1. Faktor pengetahuan

Faktor pengetahuan adalah faktor intelektual yang dimiliki individu untuk menyelesaikan masalah teknis, administratif, proses kemanusiaan, dan sistem.

Sebelum terjadi revolusi industri 4.0, sebagian masyarakat hanya memiliki pengetahuan terhadap hal-hal yang berbau teknis yang berarti pengetahuan tentang penggunaan mesin atau teknologi untuk menyelesaikan suatu kegiatan seperti mengangkat barang, mencatat barang atau laporan, dan memeriksa kondisi barang.

Di era revolusi industri 4.0 pengetahuan soal teknis sudah bukan menjadi kebutuhan utama karena semua pengetahuan tersebut sudah bisa dikuasai oleh mesin atau robot sehingga pengetahuan yang juga harus dikuasai oleh setiap individu adalah pengetahuan non teknis.

  1. Faktor keterampilan

Faktor keterampilan adalah faktor yang merujuk pada kemampuan seseorang dalam melakukan suatu kegiatan sesuai dengan bidang yang didalami.

Hubungan faktor keterampilan dengan faktor pengetahuan sangatlah erat karena dari pengetahuan akan melahirkan keterampilan untuk melakukan sesuatu. Seperti yang disebutkan tadi, pengetahuan akan hal-hal non-teknis merupakan jenis pengetahuan yang paling dibutuhkan di era revolusi industri 4.0.

Dari pengetahuan tersebut, tenaga kerja harus bisa menguasai keterampilan yang berhubungan dengan kegiatan non teknis atau sering disebut dengan soft skill untuk menghadapi perubahan di mana sebagian besar posisi di lingkungan kerja akan diambil oleh mesin atau robot.

Adapun beberapa contoh dari kegiatan non teknis seperti kemampuan untuk bernegosiasi, pengembangan sistem, memimpin, mengambil keputusan, pemikiran yang kritis, kreativitas, manajemen manusia, fleksibilitas kognitif, dan bekerja sama.

Jika anda perhatikan lebih baik, kemampuan tersebut tidak mengandalkan tenaga, tetapi lebih mengutamakan kemampuan komunikasi atau sosialisasi.

Hal ini sesuai dengan perubahan industri 4.0 yang lebih mengutamakan kemampuan menyalurkan informasi sehingga siapa pun yang bisa menguasai ilmu komunikasi dapat bersaing di lingkungan kerja yang baru.

  1. Konsep atau nilai-nilai diri

Konsep atau nilai-nilai diri berarti sikap atau nilai-nilai yang terdapat dalam diri seseorang seperti kepercayaan bahwa dia akan berhasil mengerjakan suatu dalam suatu situasi.

Konsep atau nilai-nilai diri berpengaruh besar terhadap kompetensi seseorang karena seseorang yang percaya diri dan merasa lebih kreatif dapat bekerja dengan kinerja yang lebih tinggi.

Beruntung dengan perkembangan teknologi digital di era industri 4.0 telah membuat penyebaran informasi semakin mudah, hal ini menuntut setiap orang untuk menggali potensi diri mereka agar setiap dari mereka memiliki tingkat kinerja yang tinggi.

Kinerja ini akan menentukan tingkat keberhasilan individu dalam melaksanakan dan mencapai tujuan yang telah direncanakan sehingga semakin tinggi kinerjanya, maka akan semakin bagus hasil kerja individu dalam mencapai tujuan bersama.

  1. Karakteristik pribadi

Karakteristik pribadi mencakup karakteristik fisik dan daya tanggap yang dimiliki seseorang terhadap suatu keadaan atau informasi seperti pengendalian diri agar tetap sabar mengerjakan suatu kegiatan di bawah tekanan, mau menerima masukan, dan menjunjung tinggi kode etik profesi yang dijalani.

Sesuai dengan teori tersebut, revolusi industri 4.0 berpengaruh besar terhadap karakteristik pribadi yang dimiliki seseorang. Teknologi informasi yang dapat mengintegrasikan seluruh sistem kerja dan dapat menghilangkan segala hambatan dalam pencapaian tujuan bersama sehingga hal ini dapat mendorong setiap karyawan untuk memulai budaya kolaborasi dan lebih produktif dalam mengerjakan suatu tugas.

  1. Motif

Motif merupakan kebutuhan psikologi, dorongan, atau alasan yang bisa memicu seseorang untuk mengambil suatu tindakan tertentu.

Era industri 4.0 bisa meningkatkan motif seseorang dalam bersaing di dunia kerja karena syarat atau ketentuan menerima kerja yang mengutamakan keunggulan yang berbeda dari individu bisa membuat setiap individu untuk bersifat lebih kompetitif.

Baca juga: Materi Yang Perlu Dipahami Sebelum Menyusun Jurnal Manajemen Keuangan Syariah

Namun, lingkungan kerja yang lebih kompetitif dapat meningkatkan beban tenaga. Oleh karena itu, mewujudkan ekspektasi yang tinggi dan budaya kolaborasi harus ditingkatkan untuk mengurangi beban tersebut.

Dapat diperhatikan kalau perubahan era industri 4.0 kelima karakteristik tersebut dapat meningkatkan kompetensi sumber daya manusia untuk bersaing. Seseorang yang dapat memiliki kompetensi yang efektif atau lebih tinggi dapat menghasilkan kinerja yang baik dan optimal.

Layanan Jasa konversi Tesis/Disertasi/Hasil Penelitian menjadi Artikel jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Translate Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Proofreading Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Cari Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Turunkan Turnitin Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *