Jurnal Pengaruh Iklan dan Kepercayaan Merek Terhadap Minat Beli Konsumen

Setiap perusahaan diharuskan dapat menarik minat konsumen untuk membeli sesuatu dari mereka. Hal ini penting karena jika perusahaan tidak mendapatkan pemasukan kas dari konsumen, maka perusahaan tersebut terancam tidak laku hingga bangkrut.

Beruntung, dengan kemajuan teknologi yang semakin modern, sekarang terdapat banyak cara yang bisa digunakan oleh perusahaan untuk menarik konsumen.

Dari sekian banyaknya teknik menarik konsumen, melakukan kampanye iklan dan meningkatkan kepercayaan merek merupakan cara yang paling sering digunakan oleh bisnis untuk menarik minat beli konsumen.

Hal ini dapat dibuktikan karena banyak sekali perusahaan besar hingga kecil yang terus melakukan pengiklanan atau peningkatan kepercayaan merek, akan tetapi pengaruh iklan dan kepercayaan merek terhadap minat beli selalu menjadi bahan pembicaraan karena ada banyak iklan dan merek yang berhasil menguntungkan perusahaan dan ada juga yang tidak membawakan hasil apapun.

Untuk itu, ulasan berikut ini akan membahas seberapa besar dan apa yang membuat pengaruh iklan dan kepercayaan merek dapat menguatkan minat beli konsumen.

Layanan Jasa konversi Tesis/Disertasi/Hasil Penelitian menjadi Artikel jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Translate Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Proofreading Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Cari Jurnal Klik Disini

Berikut pembahasannya:

Iklan

Iklan dapat diartikan sebagai bentuk komunikasi tidak langsung yang isinya bukan hanya sekedar penyampaian informasi, tetapi berisi tentang keunggulan dan keuntungan dari suatu produk atau jasa untuk mempengaruhi pikiran dan perasaan orang yang membacanya untuk melakukan pembelian.

Pemasangan iklan masih belum menjamin kalau perusahaan yang melakukan kampanye iklan tersebut dapat menarik minat beli konsumen karena efektivitas iklan dalam menarik minat beli konsumen dipengaruhi oleh 7 faktor utama.

Berikut ke-tujuh faktornya:

  1. Ukuran iklan

Ukuran iklan memiliki pengaruh besar terhadap seberapa banyak iklan itu akan menarik perhatian. Hal ini dikarenakan iklan yang ukurannya yang lebih besar dapat memuat informasi keunggulan dan keuntungan suatu produk yang lebih lengkap sehingga meningkatkan kemungkinan iklan itu dibaca.

  1. Penggunaan warna

Penggunaan warna terbukti dapat meningkatkan efektivitas iklan karena iklan yang berwarna terlihat lebih menarik daripada iklan yang warnanya hanya hitam putih.

  1. Waktu publikasi

Waktu juga berpengaruh besar terhadap efektivitas suatu iklan karena konsumen hanya akan melihat iklan jika mereka memiliki waktu yang cukup.

Biasanya, orang-orang akan memiliki banyak waktu jika mereka sedang tidak sibuk sehingga waktu-waktu santai seperti minggu atau waktu ketika cuaca buruk merupakan waktu terbaik untuk pemasangan iklan.

  1. Posisi

Posisi juga akan menentukan apakah suatu iklan akan dilihat atau tidak, terutama ketika persaingan kampanye iklan cukup padat karena jika perhatian konsumen sudah teralihkan, maka iklan di posisi lain tidak akan terlihat.

Maka dari itu, iklan yang berada di posisi paling awal biasanya merupakan iklan yang paling sukses.

  1. Frekuensi penayangan

Iklan yang cakupan medianya semakin luas dan memiliki frekuensi penayangan yang lebih tinggi memungkinkan konsumen untuk lebih sering menerima informasi dari iklan itu sehingga akan terus mengingat pesannya yang menimbulkan minat beli.

  1. Daya tarik

Daya tarik berarti seberapa kuatnya pesan dari suatu iklan dalam menarik perhatian pemirsanya. Terdapat banyak daya tarik yang bisa digunakan untuk membuat suatu iklan menjadi efektif, berikut daya tariknya:

  • Daya tarik dukungan dari pihak otoritas
  • Daya tarik humor
  • Daya tarik musikal
  • Daya tarik rasa takut
  • Rasa bersalah
  • Unsur seksual.
  1. Kualitas pesan

Dari semua faktor tadi, kualitas pesan merupakan faktor paling utama karena jika semua faktor tadi sudah digunakan dengan baik, tetapi pesannya tidak dapat menarik perhatian konsumen, maka percuma saja.

Pesan iklan yang berkualitas harus bersifat imajinatif, menghibur, dan bermanfaat bagi konsumen. Selain itu, pesannya haru sesuai dengan prinsip AIDA (Attention, Interest, Desire, Action).

Kepercayaan merek

Merek merupakan nama yang dimiliki suatu perusahaan atas produk atau jasa yang dijualnya. Walaupun merek berperan sebagai nama, tetapi merek ini bisa digunakan oleh perusahaan sebagai cara untuk menarik minat beli konsumen.

Meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap suatu merek merupakan cara yang digunakan oleh perusahaan untuk menarik minat beli konsumen. Kepercayaan merek hanya bisa terjadi jika konsumen merasakan hal yang positif dari menggunakan suatu produk atau jasa.

Maka dari itu, keberhasilan kepercayaan merek dipengaruhi oleh berbagai hal sebagai berikut:

  1. Brand characteristic

Karakteristik yang dimiliki suatu merek memiliki peran yang sangat penting dalam mempengaruhi pikiran dan perasaan konsumen untuk mempercayai suatu merek karena konsumen selalu menilai karakteristik suatu produk atau jasa sebelum membeli.

Jika karakteristik sesuai dengan keinginannya, maka konsumen akan membeli produk atau jasa itu. Hal ini termasuk:

  • Brand reputation, reputasi merek.
  • Brand Predictability, pengharapan performa suatu merek sesuai dengan apa yang diharapkan.
  • Brand Competence, kemampuan merek dalam menyelesaikan suatu masalah.
  1. Company characteristic

Faktor selanjutnya yang menentukan kepercayaan merek berasal dari perusahaan yang memproduksi produk atau jasa itu sendiri. Rasa ingin tahu konsumen terhadap suatu perusahaan merupakan dasar pemikiran awal terhadap suatu merek produk.

Karakteristik ini meliputi hal-hal sebagai berikut:

  • Trust in the Company, konsumen yang percaya terhadap suatu perusahaan, secara otomatis akan percaya terhadap produk atau jasanya.
  • Company Reputation, reputasi perusahaan selama beroperasi.
  • Company Integrity, persepsi konsumen yang melekat terhadap sekumpulan prinsip-prinsip yang dapat diterima.
  1. Consumer-brand characteristic

Karakteristik dari konsumen dengan brand juga memegang peran yang penting. Hal ini meliputi:

  • Kemiripan antar konsep konsumen dengan personalitas merek.
  • Kesukaan terhadap merek.
  • Pengalaman selama menggunakan merek.
  • Kepuasan terhadap merek.
  • Dukungan teman.
  1. Sikap terhadap merek

Bisa diartikan sebagai kecenderungan yang sudah dipelajari konsumen untuk mengevaluasi merek dengan pilihan mendukung atau tidak mendukung merek secara konsisten.

Layanan Jasa konversi Tesis/Disertasi/Hasil Penelitian menjadi Artikel jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Translate Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Proofreading Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Cari Jurnal Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *