Artikel Jurnal Pendidikan : Jurnal Peranan Pendidikan Formal Dalam Membentuk Karakter Individu

Membentuk karakter individu untuk menjadi warga negara yang baik adalah suatu kegiatan yang harus dilakukan secepatnya karena hal ini akan menjamin kesejahteraan dan ketenteraman di tengah masyarakat.

Namun akibat dari budaya dunia yang semakin terbuka, hal ini memicu meningkatnya kasus perilaku buruk dari masyarakat khususnya dari kalangan mudah seperti aksi kekerasan, berkata kotor, berbohong, dan kenakalan lainnya.

Kurangnya nilai moral ini tentu menjadi masalah yang harus diselesaikan bersama. Oleh karena itu, sebagai strategi untuk mengatasi masalah internal ini berdirilah lembaga pendidikan formal.

Pendidikan yang diberikan lembaga pendidikan formal memegang pengaruh yang kuat terhadap pembentukan karakter individu karena pendidikan ini pada dasarnya mulai mempengaruhi seseorang dari masa yang paling muda, yakni dari usia 4 tahun hingga 25 tahun.

Untuk mengetahui peran pendidikan formal dalam membentuk karakter individu, pembahasan berikut ini sudah menyediakan informasi yang lengkap.

Layana Jasa Translate Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Proofreading Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Translate Jurnal Klik Disini

Berikut pembahasannya:

Pengertian karakter

Karakter adalah konstelasi yang mencakup sikap, tindakan, motivasi, dan keterampilan sehingga hal ini akan mempengaruhi sikap, tindakan, cara berpikir, dan responsi individu terhadap suatu isu yang berdampak pada diri sendiri, masyarakat, bangsa, ataupun negara.

Karakter ini bisa dipengaruhi melalui interaksi, teman, orang tua, duru, dan lingkungan sosial sebagai hasil dari pembelajaran secara langsung atau dari pengamatan tingkah laku orang lain.

Peranan pendidikan formal dalam membentuk karakter individu

Pendidikan formal merupakan satu-satunya jenis pendidikan yang mendorong individu untuk saling berinteraksi dengan teman, orang tua, guru, dan lingkungan sosial sehingga pengaruh terhadap karakter individu cukup kuat.

Secara umum terdapat 5 kelompok nilai karakter individu yang dipengaruhi oleh pendidikan formal.

Berikut pembahasannya:

  1. Nilai karakter yang berhubungan dengan tuhan

Mengingat Indonesia merupakan negara yang masyarakatnya masih bersifat religius, penamanan sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama sangat penting.

Untungnya sudah menjadi peran dari pendidikan formal untuk mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik untuk memiliki nilai karakter yang terpuji sesuai dengan budaya bangsa dan ajaran yang religius.

Tidak hanya patuh menjalankan ajaran agamanya, tetapi pendidikan formal juga harus bisa membuat peserta didiknya memiliki sifat toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain dan hidup rukun bersama dengan pemeluk agama lainnya.

  1. Nilai karakter yang berhubungan dengan diri sendiri

Mengembangkan kemampuan peserta didik untuk menjadi manusia yang mandiri, kreatif, dan berwawasan kebangsaan merupakan bagian dari pembangunan karakter yang berhubungan dengan diri sendiri.

Dalam mengembangkan nilai karakter ini, pendidikan formal berupaya untuk menerapkan berbagai karakter berikut ini:

  • Tanggung jawab, kesediaan melakukan tugas, melaporkan, dan bertanggung jawab atas hasilnya.
  • Rendah hati, tidak sombong atau mengutamakan kesederhanaan.
  • Sopan santun, memiliki tata karma dan tahu diri pada orang yang lebih tua.
  • Empati, memahami perasaan orang lain dan membantu orang yang susah.
  • Lemah lembut, tutur kata yang baik dan tidak bersikap kasar.
  • Kebersihan, tidak dengki atau benci pada orang lain.
  • Kreatif, suka membuat inovasi.
  • Mandiri, tidak mudah bergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas.
  • Cinta ilmu, kebiasaan mempelajari sesuatu yang baru demi memberi kebijakan pada dirinya.
  • Kerja keras, sikap yang bersungguh-sungguh untuk menyelesaikan sesuatu.
  1. Nilai karakter yang berhubungan dengan lingkungan

Manusia adalah makhluk yang suka berinteraksi dengan lingkungannya baik secara sosial atau emosional sehingga mengembangkan karakter agar individu lebih peduli terhadap lingkungannya sangat penting.

Dalam prakteknya, lembaga pendidikan formal berupaya untuk menanamkan sikap atau tindakan kepada peserta didik untuk mencegah kerusakan pada lingkungan alam dan berusaha untuk memperbaiki kerusakan alam yang terjadi.

Selain itu, pendidikan formal juga berupaya untuk menamankan sifat kepada peserta didiknya agar lebih mau membentuk pribadi yang sehat dan jiwa yang kuat dalam arti tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan luar.

  1. Nilai karakter yang berhubungan dengan antar sesama manusia

Berinteraksi dengan sesama manusia merupakan suatu kebutuhan utama yang diperlukan oleh manusia sebagai makhluk individu, akan tetapi pergaulan yang kurang kondusif dapat merusak kepribadian seseorang.

Oleh karena itu, pendidikan formal memiliki kewajiban untuk menanamkan sikap atau karakter berikut kepada para pesertanya:

  • Tolong menolong, sikap atau tindakan yang mau membantu orang lain dalam masyarakat yang membutuhkan.
  • Kesadaran akan hak dan kewajiban, kesadaran akan pentingnya untuk melaksanakan kewajiban dan menerima hak dari kewajiban serta menghargai hak orang lain.
  • Kepatuhan terhadap aturan sosial, sikap untuk menaati norma sosial demi menjaga kedamaian dan ketenteraman.
  • Demokrasi, cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama antar hak dan kewajiban sendiri dan milik orang lain.
  • Kesatuan, sikap yang tidak melihat perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, dan sikap demi menjaga persatuan.
  • Apresiasi, sikap menghargai hasil karya orang lain dan mengakui keberadaannya.
  1. Nilai karakter yang berhubungan dengan kebangsaan

Lembaga formal merupakan produk keluaran dari negara sehingga sudah menjadi bagian dari program pendidikan formal untuk mengembankan potensi peserta didik sebagai manusia dan warga negara yang memiliki nilai budaya dan karakter bangsa.

Karakter kebangsaan ini meliputi:

  • Nasionalisme, sikap yang mencintai tanah air sendiri yang mencakup bahasa, lingkungan fisik, lingkungan sosial, lingkungan budaya, lingkungan ekonomi, dan politik sebagai kebanggaan tersendiri.
  • Patriotisme, sikap berani membela tanah air demi kesejahteraan dan keadilan di atas kepentingan diri atau kelompok.
  • Keberagaman, sikap yang tidak memandang perbedaan atau mengutamakan hidup rukun antar anggota masyarakat.

Layana Jasa Translate Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Proofreading Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Translate Jurnal Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *