Jurnal Seputar Pengembangan UKM di Indonesia

UKM atau Usaha Kecil Menegah memiliki kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi negara karena pada kenyataannya sebanyak 99,99% atau 59,2 juta bisnis yang ada di Indonesia termasuk sebagai bisnis UKM.

UKM sendiri merupakan jenis usaha yang dimiliki perorangan, baik yang bada usahanya berbentuk badan hukum atau tidak berbadan hukum dengan omset maksimal sebesar Rp 200.000.000 pertahun (hal ini belum termasuk tanah) dan memiliki jumlah karyawan berkisar dari 5 sampai 20 karyawan.

Sebelum membahas lebih dalam, perlu anda ketahui kalau UKM itu berbeda dengan startup karena UKM ini menawarkan produk yang bisa dikonsumsi langsung dan hanya menggunakan internet untuk kebutuhan pemasaran. Sedangkan startup menawarkan jasa dengan internet sebagai jantungnya berjalannya usaha.

Perkembangan UKM di Indonesia bisa dibilang cukup stabil bahkan mengalami percepatan karena setelah krisis moneter di tahun 1988, jumlah UKM meningkat dari 0,24% menjadi 1,56% dari jumlah penduduk, akan tetapi angka itu masih belum memenuhi target negara yang mengharapkan 2% dari jumlah penduduk.

Sepertinya ada penyebab kenapa jumlah UKM di Indonesia masih belum memenuhi target. Oleh karena itu, pembahasan di bawah ini akan membahas kendala dan solusi yang bisa mempengaruhi pengembangan UKM di Indonesia.

Layanan Jasa konversi Tesis/Disertasi/Hasil Penelitian menjadi Artikel jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Translate Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Proofreading Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Cari Jurnal Klik Disini

Berikut pembahasannya:

Kendala yang dialam UKM di Indonesia

Perlu anda ketahui bahwa jumlah persentase kegagalan UKM di Indonesia cukup menegangkan karena 78% pengusaha UKM gagal menjalankan bisnisnya dalam satu tahun pertama.

Penyebab kegagalan UKM tersebut dapat dijelaskan melalui dua faktor, yakni faktor internal dan faktor eksternal.

Berikut faktornya:

1. Faktor internal

  • Kurangnya modal

Kekurangan modal atau sulitnya memperoleh pinjaman modal dari bank atau lembaga keuangan lainnya merupakan faktor utama kenapa UKM di Indonesia bisa cepat gagal sebab pengusaha tidak memiliki modal yang cukup untuk melakukan investasi yang diperlukan untuk mengambangkan usahanya.

  • Sumber Daya Manusia ( SDM) yang buruk atau terbatas)

Kurangnya atau buruknya sumber daya manusia bisa membuat usaha manapun gagal karena tanpa ada tenaga kerja yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan akan membuat usaha mengalami kesulitan dalam melayani konsumen dan berkembang.

  • Lemahnya jaringan usaha dan Penargetan Pasar

Jaringan usaha yang lemah dan penargetan pasar yang kurang bisa membuat UKM kesulitan karena jika lemah, maka jangkauan produknya tidak akan luas dan kualitasnya buruk sehingga tidak ada orang yang tertarik dengan tawaran produknya.

2. Faktor eksternal

  • Iklim usaha yang belum kondusif

Indonesia merupakan negara berkembang dengan kebijakan pemerintah yang masih belum optimal sehingga hal ini akan membuat iklim usaha di Indonesia belum kondusif yang membuat pengusaha UKM kesulitan dalam menjalankan usahanya.

  • Keterbatasan sarana dan prasarana

Kurangnya informasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bisa mengakibatkan keterbatasan saran dan prasaran yang berdampak pengusaha UKM kesulitan dalam mengembangkan usahanya akibat kurangnya dukungan usaha yang diperlukan.

  • Implikasi dengan otonomi daerah

Berbagai daerah di Indonesia memiliki otonomi sendiri. Hal ini bisa mempersulit pengusaha UKM dalam menjalankan usahanya karena aturan otonomi daerah itu bisa saja memperlambat operasi UKM dan menimbulkan beban seperti pungutan yang membuat UKM kewalahan.

  • Implikasi dengan perdagangan bebas

Era globalisasi menekan perdagangan bebas. Walaupun hal ini terdengar baik, tetapi tidak begitu baik bagi UKM karena dengan masuknya perusahaan asing ke Indonesia, pengusaha UKM tidak hanya bersaing dengan perusahaan lokal, tetapi juga harus dengan perusahaan internasional yang bisa memperlambat perkembangannya.

  • Produk yang life span pendek

Sebagian besar produk yang dijual oleh bisnis UKM merupakan produk life time yang pendek seperti fashion atau kerajinan sehingga hal ini menepatkan UKM di posisi yang kurang menguntungkan untuk bersaing di pasar modern ini.

  • Terbatasnya akses pasar

Mayoritas UKM menghadapi masalah terbatasnya akses pasar, hal ini akan membuat produk yang diproduksi tidak dapat dipasarkan secara kompetitif di pasar nasional ataupun internasional.

Solusi untuk mengembangkan UKM

Di balik kendala yang disebutkan tadi, terdapat beberapa solusi yang bisa digunakan untuk mengembangkan UKM.

Berikut ini merupakan langkah pemecahan masalah untuk kendala yang dialami UKM:

  1. Penciptaan iklim usaha yang kondusif

Agar dapat menarik lebih banyak minat untuk membangun UKM, pemerintah harus melakukan apapun yang perlu untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Hal ini meliputi keringanan pajak, kurangnya regulasi, mempermudah proses perizinan usaha, dan mengusahakan ketentraman atau keamanan berusaha sehingga calon pengusaha UKM akan lebih yakin untuk mendirikan usahanya di Indonesia.

  1. Bantuan modal

Bantuan modal tentu dapat mempercepat perkembangan usaha. Oleh karena itu, pemerintah harus mempermudah pengusaha dalam mendapatkan bantuan modal.

Pemerintah bisa melakukannya dengan menambah skim kredit khusus yang tidak memberatkan UKM melalui berbagai jasa sektor seperti financial fornial, sector jasa informal, skema penjaminan, model kemitraan, dan dana modal ventura.

  1. Perlindungan usaha

Sebagian UKM di Indonesia masih bersifat tradisional sehingga pemerintah harus mendukung UKM tersebut dengan melindungnya, baik melalui pembuatan perundang-undangan atau aturan yang menguntungkan kalangan UKM.

  1. Pengembangan kemitraan

Model kemitraan yang saling menguntunkan dan membantu antar UKM harus dikembangkan agar perkembangan UKM bisa dipercepat. Maka dari itu, monopoli dalam usaha harus dihapuskan secepatnya.

  1. Program pembelajaran

Mayoritas atau sekitar 99% pengusaha UKM tidak memiliki keterampilan yang diperlukan untuk berusaha sehingga tidak mengherankan jika 78% UKM gagal dalam satu tahun.

Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan adanya dorongan partisipasi untuk mengikuti program pendidikan yang dapat meningkatkan keterampilan pengusaha dalam menjalankan kariernya.

Layanan Jasa konversi Tesis/Disertasi/Hasil Penelitian menjadi Artikel jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Translate Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Proofreading Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Cari Jurnal Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *