Ketahui 7 Kriteria Penulisan Jurnal Agar Terindeks Scopus

Ketahui 7 Kriteria Penulisan Jurnal Agar Terindeks Scopus

Penulisan jurnal agar terindeks Scopus tentu harus dibuat secara tepat sesuai ketentuan. Jika jurnal yang Anda buat tidak sesuai ketentuan, maka bisa terjadi penolakan. Penolakan jurnal bisa terjadi jika format yang dikirim tidak sesuai, topik tidak sesuai, dan lain sebagainya.

Agar paper atau jurnal yang dibuat bisa terindeks Scopus, tentu Anda harus memperhatikan ketentuan maupun penggunaan bahasa. Selain itu, jangan lupa untuk selalu mencari informasi dan melihat jurnal yang telah berhasil dipublikasi di Scopus. Anda juga harus memahami kriteria penulisan dalam scopus secara tepat, yaitu sebagai berikut.

Tulis Artikel Ilmiah Sesuai Format

Kriteria penulisan jurnal agar terindeks Scopus yaitu menulis artikel ilmiah sesuai format yang telah ditentukan. Jika format paper atau artikel ilmiah yang Anda buat tidak sesuai, maka secara langsung pihak editor akan menolaknya. Agar bisa menulis artikel ilmiah sesuai format, Anda bisa memaca petunjuk yang ada di website jurnal.

Selain itu, Anda juga bisa mengunduh template artikel ilmiah lain yang telah terbit dalam bentuk docx. Setelah mengunduh template, lalu lanjutkan dengan merevisi ulang artikel ilmiah yang Anda buat dengan format sesuai ketentuan.

Topik Harus Sesuai

Agar penulisan jurnal bisa dipublikasi dan terindeks Scopus, maka Anda harus menulis topik yang sesuai dengan penelitian. Dalam hal ini Anda harus benar-benar memperhatikan tema dengan penelitian yang digunakan. Jika tidak ada kesesuaian antara tema dengan penelitian maka jurnal yang Anda buat akan langsung ditolak.

Selain memperhatikan kesesuaian tema dengan penelitian, Anda juga harus memperhatikan topik yang dibuat. Usahakan untuk membuat topik yang sesuai dengan audien global, jadi tidak hanya mengangkat topik lokal.

Anda bisa menggunakan berbagai referensi jurnal internasional untuk memperkuat topik yang dibuat. Misalnya membandingkan topik penelitian dengan dukungan dari kasus yang ada di negara lain. Dengan adanya dukungan referensi yang berkualitas, tentu ada kemungkinan jurnal yang Anda tulis bisa lolos.

Gunakan Bahasa yang Memenuhi Standar Minimum

Penulisan jurnal agar terindeks Scopus selanjutnya yaitu menggunakan bahasa sesuai standar minimum. Pada umumnya, jurnal internasional ditulis menggunakan bahasa resmi PBB, diantaranya yaitu Inggris, China, Arab, Perancis, dan Rusia.

Oleh sebab itu, jika Anda ingin jurnal bisa lolos dan terindeks Scopus, maka harus ditulis menggunakan bahasa yang telah ditentukan. Bagi Anda yang menguasai bahasa Inggris dengan baik dan benar, maka tulislah jurnal menggunakan bahasa Inggris. Namun jika Anda kurang menguasai bahasa Inggris, sebaiknya gunakan translator secara online maupun offline.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan jasa translator atau proofreader bergaransi. Saat ini cukup banyak jasa translator atau proofreader bergaransi yang bisa Anda pilih. Dengan menggunakan jasa translator tentu akan memudahkan Anda saat menerjemahkan jurnal ke bahasa Inggris.

Harus Ada Kebaruan

Kebaruan atau novelty merupakan salah satu kriteria yang jurnal agar terindeks Scopus. Hal ini bertujuan agar jurnal yang Anda buat tidak sama dengan jurnal lain yang telah terbit. Selain itu, kebaruan juga bertujuan agar jurnal yang dibuat mengangkat topik atau tema terbaru yang belum pernah diteliti penulis lain.

Dalam hal ini, Anda harus mampu meyakinkan pembaca agar tertarik untuk membaca jurnal yang telah dibuat. Anda bisa menjelaskan tentang masalah yang menjadi dasar penelitian. Jika topik atau tema Anda pernah digunakan oleh orang lain, maka jelaskan perbedaannya.

Misalnya Anda bisa menjelaskan tentang penelitian yang telah dilakukan maupun belum dilakukan. Dengan begitu maka pembaca bisa tertarik untuk membaca jurnal yang Anda buat. Selain itu, Anda juga bisa menampilkan hasil data secara lebih jelas dan akurat.

Perhatikan Deadline

Deadline atau tenggat waktu pengiriman jurnal merupakan salah satu bagian terpenting agar jurnal yang dibuat bisa terindeks Scopus. Jika Anda gagal mengirimkan jurnal sesuai deadline yang telah ditentukan, maka secara otomatis akan gugur. Maka dari itu perhatikan deadline saat akan menulis maupun mengirimkan jurnal. Hal ini juga berlaku bagi Anda yang pernah mengalami penolakan jurnal sebelumnya.

Hindari Plagiarisme

Salah satu kriteria penulisan jurnal agar terindeks Scopus yaitu bebas dari plagiarisme. Saat menulis jurnal, usahakan tidak menulis dengan cara copy-paste dari karya orang lain. Selain itu, pastikan kata yang Anda tulis tidak sama dengan tulisan yang telah dipublikasi.

Terdapat cara untuk mengetahui apakah jurnal yang Anda buat mengandung unsur plagiarisme atau tidak, yaitu dengan pengecekan. Anda bisa menggunakan software berbayar seperti Turnitin dan iThenticate untuk mengecek jurnal yang telah dibuat.

Tingkat Kualitas Data

Kriteria terakhir yaitu tingkat kualitas data dari jurnal yang Anda buat. Dalam hal ini Anda harus mencari referensi sebanyak mungkin agar analisis data lebih berkualitas. Anda bisa mencari referensi dari berbagai jurnal untuk memperkuat data yang dibuat. Selain itu, Anda juga harus memperkuat konsep metode penelitian agar jurnal bisa lolos.

Terdapat 7 kriteria penulisan jurnal agar terindeks Scopus, mulai dari menulis sesuai format hingga tingkat kualitas data dari jurnal. Dalam membuat jurnal ilmiah tentu diperlukan kerja keras dan memerlukan banyak referensi. Oleh sebab itu, agar lolos dalam jurnal Scopus, sebaiknya Anda harus selalu belajar memperbaiki kualitas tulisan dan perbanyak referensi bacaan.

Mau layanan improve dan konversi jurnal? klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *