Pengaruh Motivasi dan Pelatihan Terhadap Efisiensi dan Produktivitas Karyawan

Sumber daya manusia dalam suatu perusahaan atau organisasi merupakan satu-satunya sumber daya yang harus dikelola dengan baik karena jika tidak, perusahaan merisikokan penurunan upaya dalam mencapai tujuan bersama.

Oleh karena itu pengelolaan sumber daya manusia wajib diperhatikan sehingga setiap organisasi dapat memiliki sumber kerja yang berkualitas, bermutu, disiplin, etis, efisien, dan lebih produktif dalam mengerjakan tugas organisasi demi mencapai tujuan bersama.

Terdapat banyak cara yang dapat digunakan oleh organisasi untuk mengelola kinerja sumber daya manusia mereka, tetapi cara yang paling sering digunakan adalah pengembangan kompetensi atau kemampuan kerja karyawan yang bersangkutan.

Layanan Jasa konversi Tesis/Disertasi/Hasil Penelitian menjadi Artikel jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Translate Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Proofreading Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Cari Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Turunkan Turnitin Klik Disini

Kompetensi kerja dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian, yakni:

  1. Pengetahuan (knowledge)

Pengetahuan berarti pemahaman atau kesadaran mengenai cara melakukan identifikasi belajar dan melakukan sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan suatu organisasi atau perusahaan.

  1. Keterampilan (skill)

Keterampilan adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan akal, pikiran, ide, dan kreativitas dalam mengerjakan sesuatu yang dapat memberikan nilai atau kontribusi kepada orang lain.

  1. Kemampuan (abilities)

kemampuan adalah kapasitas individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu posisi atau pekerjaan.

Seperti yang anda lihat, kompetensi berpengaruh besar terhadap efisiensi dan produktivitas karyawan, akan tetapi peningkatan kinerja karyawan tidak bisa dilakukan secara sembarangan, diperlukan cara yang tepat dan terbukti efektif di antaranya adalah pemberian motivasi dan pelatihan atau pengembangan karyawan.

Untuk mengetahui pengaruh dari motivasi dan pelatihan terhadap efisiensi dan produktivitas karyawan. Ulasan berikut ini akan menjelaskan faktor dari kedua cara tersebut yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan.

Berikut ulasannya:

Motivasi

Motivasi bisa diartikan sebagai dorongan atau minat yang dapat memunculkan tingkat upaya tinggi untuk mencapai tujuan bersama.

Dari pengertian tersebut, anda bisa tahu kalau motivasi merupakan instrumen yang penting dalam menjaga produktivitas dan efisiensi karyawan karena karyawan yang memiliki motivasi akan melahirkan komitmen, komitmen ini yang akan membuat karyawan untuk rela berkorban dalam menjalankan tugasnya sehingga pemberian motivasi perlu dilakukan berulang kali.

Dalam prakteknya ada lima elemen yang dapat menentukan keberhasilan motivasi. Berikut ini merupakan elemen-elemennya:

  1. Physiological needs

Kebutuhan fisiologi merupakan kebutuhan yang paling dasar dan cukup penting untuk kehidupan manusia seperti:

  • Air
  • Makanan
  • Tempat berteduh
  • Oksigen

Sekalinya orang sadar akan kebutuhan dasar ini, mereka akan fokus mengerjakan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan dasar tersebut dengan menunda kebutuhan yang lain.

  1. Safety needs

Kebutuhan berikutnya agak kompleks karena setiap orang membutuhkan kestabilan dan keamanan dalam hidup mereka seperti:

  • Keamanan finansial
  • Kesehatan
  • Keamanan terhadap kecelakaan

Orang yang sadar akan keamanan, mereka akan melakukan apa saja untuk mendapatkan rasa keamanan itu seperti mencari kerja, mendapatkan asuransi, dan manfaat lainnya.

  1. Love/belonging needs

Kebutuhan ini bisa dibilang sebagai kebutuhan sosial seperti:

  • Persahabatan
  • Pasangan
  • Keturunan
  • Grup sosial
  • Agama.

Kebutuhan ini pasti akan dikerja oleh setiap orang karena manusia sendiri merupakan makhluk yang sosial.

  1. Esteem needs

Setelah kebutuhan sebelumnya terpenuhi, orang-orang akan mencari kebutuhan penghargaan seperti:

  • Rasa hormat
  • Status
  • Reputasi
  • Perhatian

Biasanya, orang yang berhasil mendapatkan kebutuhan ini akan merasa lebih semangat dan percaya diri terhadap kemampuannya sehingga kebutuhan ini sering dijadikan sebagai target utama dari pemberian motivasi.

  1. Self-actualization needs

Kebutuhan aktualisasi diri berarti kebutuhan yang bersifat terus-menerus untuk meraih potensi maksimal atau kebutuhan ini bisa dikatakan sebagai kebutuhan di mana seseorang ingin menjadi apa yang selalu diinginkannya.

Kebutuhan ini tidak hanya berguna bagi orang yang mencapainya, tetapi juga bisa mendorong motivasi kepada orang lain untuk terus mengejar impiannya agar menduduki posisi yang sama dengan orang yang telah mendapatkan kebutuhan aktualisasi diri.

Pelatihan atau pengembangan karyawan

Pelatihan merupakan suatu kegiatan atau upaya untuk meningkatkan atau memperbaiki kemampuan teknis, konseptual, teoritis, dan moral karyawan agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Dalam prakteknya, pemberian pelatihan atau pengembangan terdiri atas beberapa faktor yang harus diperhatikan dulu karena faktor-faktor ini akan menentukan apakah program pelatihan tersebut akan sukses atau tidak.

Secara umum, terdapat lima faktor yang mempengaruhi jalanya program pelatihan. Berikut kelima faktornya:

  • Dukungan dari pihak atas

Pertama, program pelatihan memerlukan persetujuan dari pihak atas seperti manajemen atau eksekutif.

Hal ini penting karena program pelatihan hanya bisa dilaksanakan jika pihak atas menyadari perlunya pelatihan karyawan sehingga dapat menyediakan sumber-sumber yang diperlukan agar program pelatihan tersebut dapat dijalankan.

  • Komitmen

Dukungan saja masih belum cukup untuk menjamin keberhasilan program pelatihan, diperlukan juga sebuah komitmen agar proses pelaksanaan programnya tetap konsisten hingga dapat berjalan sesuai degan rencana awal.

  • Kemajuan teknologi

Program pelatihan yang diberikan oleh perusahaan atau organisasi harus mengikuti perkembangan zaman agar programnya dapat diselesaikan secara efektif dan efisien.

Nah, inovasi teknologi zaman modern seperti internet harus digunakan sebagai mungkin karena teknologi tersebut dapat membantu pihak penyelenggara dalam menyampaikan materi kepada para karyawannya secara real-time.

  • Gaya belajar

Perusahaan atau organisasi pasti akan memberikan materi secara individual, akan tetapi dikarenakan karyawan bisa saja keluar di tengah perjalanan, maka perusahaan harus mengantisipasinya dengan memberikan pengetahuan secara institusional sehingga jika ada karyawan yang keluar, maka karyawan lain akan memiliki pengetahuan yang sama untuk mengisi posisi yang kosong.

  • Kompleksitas organisasi

Organisasi yang bertahan paling lama adalah organisasi yang dapat mengikuti arus perubahan. Oleh karena itu pemberian pelatihan harus dilakukan berulang kali sehingga karyawan dapat terus meningkatkan keterampilan dan moral mereka untuk bertahan di lingkungan baru.

Layanan Jasa konversi Tesis/Disertasi/Hasil Penelitian menjadi Artikel jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Translate Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Proofreading Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Cari Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Turunkan Turnitin Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *