Pengaruh Pendidikan Formal, Non Formal, Dan Informal Terhadap Pengembangan Individu

Pendidikan adalah suatu hak yang wajib dimiliki oleh setiap individu karena sesuai dengan peraturan negara dan agama bahwa semua orang berkesempatan untuk mendapat pendidikan.

Pendidikan bertujuan untuk mendidik seseorang untuk mengembangkan kepribadian diri sehingga di masa depanya, ia memiliki keterampilan, pengetahuan, sikap, dan nilai yang berguna bagi dirinya sendiri dan orang lain.

Berdasarkan bentuknya, pendidikan terbagi atas tiga macam, yakni:

  • Pendidikan formal

Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang disenggarakan oleh lembaga pendidikan formal barik dari negara atau swasta. Pendidikan formal ini memiliki jenjang pendidikan yang lebih jelas, yakni pendidikan dasar, pendidikan menegah, dan pendidikan tinggi.

  • Pendidikan non formal

Pendidikan non formal adalah jalur pendidikan yang diselenggarakan di luar lingkungan pendidikan formal yang biasanya memiliki kurikulum dan berjenjang sehingga lebih terstruktur.

Pendidikan non formal berfungsi untuk mengembangkan potensi peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan yang lebih spesifik.

Di pendidikan non formal ini bisa diselenggarakan di tempat pendidikan yang tidak seperti Taman Pendidikan Al Quran (TPA), Gereja, Sekolah Minggu, dan kursus seperti kursus musik, kursus ekonomi, dan semacamnya.

  • Pendidikan informal

Pendidikan informal adalah jalur pendidikan yang dimulai dari keluarga hingga kegiatan belajar mandiri seperti mengamati lingkungan yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab.

Dapat dilihat kalau setiap pendidikan memiliki sistem pengajaran yang berbeda sehingga hasil kontribusi terhadap pengembangan individu tentunya berbeda.

Layanan Jasa konversi Tesis/Disertasi/Hasil Penelitian menjadi Artikel jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Translate Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Proofreading Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Cari Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Turunkan Turnitin Klik Disini

Untuk mengetahui segala perbedaan itu, berikut ini merupakan pembahasannya:

Pengaruh dari pendidikan formal, non formal, dan informal terhadap pengembangan individu

  1. Pengaruh pendidikan formal

Pendidikan formal memiliki peran yang penting dalam mengembangkan kepribadian individu karena pengaruh pendidikan formal dimulai dari usia 4 tahun hingga 23 tahun atau dari TK sampai perguruan tinggi.

Pendidikan formal dapat memberikan ilmu dasar yang nantinya akan berguna bagi seorang individu ketika ia berada dilingkungan non formal dan informal karena dari masa paling muda, seseorang akan diajari ilmu-ilmu teori ataupun praktek yang sebelumnya belum pernah mereka miliki seperti menulis, komunikasi, keagamaan, pengetahuan pribadi, sosial, dan pengetahuan yang berasal dari luar budayanya.

Pendidikan formal terbukti lebih efektif dalam mengarahkan peserta didiknya ke masa depan yang lebih cerah karena sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa peserta didik yang sukses dalam mengikuti pendidikan formal meraih posisi tinggi di perusahaan atau instansi, harapan hidup yang lebih tinggi, berpenghasilan yang lebih tinggi, lebih sejahtera dan terhindar dari segala hal yang berbau negatif seperti tawuran, judi, seks bebas, dan aksi kriminalitas.

Namun, pendidikan formal juga memiliki kekurangannya. Pendidikan formal terlalu fokus pada kecerdasan otak karena pendidikan formal menerapkan kurikulum yang hanya bisa dimengerti oleh 10-20% peserta didik dan pemberlakuan sistem ranking.

Hal ini tentu bisa berdampak buruk bagi peserta didik karena peserta didik yang gagal meraih 10 peringkat terbesar, akan mencap dirinya sebagai orang yang  “bodoh” dan menghancurkan rasa percaya diri yang berakibat mudahnya terjerumus ke kekerasan, kemiskinan, hingga putus sekolah.

  1. Pengaruh pendidikan non formal

Pendidikan non formal biasanya berperan sebagai pelengkap untuk kegiatan belajar di pendidikan formal, akan tetapi pada kenyataannya, pendidikan non formal memiliki peranan yang sama penting bahkan lebih penting daripada pendidikan non formal karena pendidikan non formal ini bisa dimulai di mana saja.

Mulai dari lingkungan yang paling sederhana, yakni keluarga. Sebagian besar kepribadian seseorang akan dipengaruhi oleh orang terdekat mereka dan orang tua memenuhi kriteria ini karena orang tua merupakan orang pertama yang berinteraksi dengan individu ketika masih muda sehingga tergantung dengan bagaimana orang tua membesarkan anaknya, baik itu secara otoritas, demokratis, situasional, atau permisif, hal ini akan berpengaruh besar terhadap pengembangan individu nantinya.

Pendidikan non formal juga bisa berbentuk organisasi atau lembaga tidak resmi seperti kursus. Kursus bertujuan untuk mengembangkan potensi nilai seseorang dengan pengetahuan dan keterampilan yang lebih spesifik, serta pembelajarannya lebih fleksibel yang memberikan kebebasan ruang untuk mengembangkan pola pikir peserta didik sehingga ini merupakan salah satu kelebihan dari pendidikan non formal.

Kekurangan dari pendidikan non formal adalah tidak dianggap sama pentingnya dengan pendidikan formal oleh masyarakat. Masyarakat menganggap kalau pendidikan non formal hanya berfungsi sebagai suplemen sehingga pencapaian seseorang di pendidikan non formal lebih sulit diakui daripada pendidikan formal.

  1. Pengaruh pendidikan informal

Jenis pendidikan terakhir yang tidak kalah penting dan dianggap sebagai penentu kelulusan seseorang di pendidikan formal dan non formal adalah pendidikan informal. Pendidikan informal memiliki pengaruh yang paling kuat karena pendidikan ini bisa dimulai di mana saja dan bisa berlangsung sampai usia akhir individu.

Di lingkungan pendidikan informal, seseorang diharapkan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajarinya di pendidikan formal atau non formal seperti cara bersosialisasi, bermusyawarah, menentukan sikap, dan semacamnya sehingga anggota masyarakat selalu menjadi media utama pendidikan informal.

Walaupun bisa dimulai di mana saja, pendidikan informal hanya bisa disebut pendidikan jika dilakukan secara sadar dan teratur, tetapi tidak seketat peraturan di pendidikan formal.

Pendidikan informal bisa menjadi kesempatan belajar bagi mereka yang tidak bisa memiliki akses pendidikan formal sehingga bisa digunakan oleh negara ataupun masyarakat untuk menarik peserta didik untuk mempelajari sesuatu yang baru selama ilmu yang dipelajari berhubungan dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat saat itu juga.

Layanan Jasa konversi Tesis/Disertasi/Hasil Penelitian menjadi Artikel jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Translate Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Proofreading Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Cari Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Turunkan Turnitin Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *