Tips Atau Cara Bagi Mahasiswa Yang Ingin Menulis Jurnal Ilmiah Yang Baik Dan Benar

Tips Atau Cara Bagi Mahasiswa Yang Ingin Menulis Jurnal Ilmiah Yang Baik Dan Benar

Di era baru pendidikan saat ini, tidak hanya dosen maupun kalangan akademisi, mahasiswa juga diwajibkan untuk menulis jurnal ilmiah sebagai salah satu syarat kelulusan. Selain itu, penulisan jurnal ilmiah juga ditujukan untuk keperluan penelitian. Namun tak jarang mahasiswa sering mengalami kesulitan dan kebingungan tentang tata cara penulisan jurnal ilmiah yang baik dan benar.

Setiap jurnal yang diterbitkan tentunya tidak terlepas dari sejumlah aturan atau kaidah penulisan. Tetapi setiap penerbit dan lembaga memiliki kebijakan yang berbeda terkait kaedah penulisan. Berikut ulasan tentang bagaimana cara dan prosedur dalam penulisan jurnal ilmiah yang baik dan benar. Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya pahami terlebih dahulu apa itu jurnal ilmiah.

Pengertian Jurnal Ilmiah

Jurnal ilmiah merupakan sebuah publikasi berupa karya tulis yang diterbitkan secara berkala. Untuk mahasiswa, biasanya karya ilmiah atau jurnal ilmiah diterbitkan setelah laporan akhir dirampungkan. Isi dan pembahasan jurnal ilmiah pun cukup luas dengan isi yang padat, umumnya terdiri dari 6 hingga 8 halaman saja.

Jurnal ilmiah dibuat dengan tujuan untuk mengembangkan sebuah penelitian yang telah ditulis, selain itu jurnal ilmiah dijadikan sebagai acuan atau referensi untuk penelitian selanjutnya yang sejenis. Umumnya, setiap jurnal ilmiah memiliki pembahasan materi yang bersangkutan dengan ilmu pengetahuan.

Format Penulisan Jurnal Ilmiah

Seperti yang diketahui, penulisan jurnal ilmiah tidak lepas dari aturan dan kaidah yang telah ditetapkan. Meskipun setiap penerbit memiliki kebijakan yang berbeda, format penulisan jurnal ilmiah tetap sama, diantaranya terdiri dari:

  1. Judul

Membuat judul jurnal ilmiah sebaiknya tidak lebih dari 12 kata dalam Bahasa Indonesia, sedangkan dalam Bahasa Inggris tidak lebih dari 10 kata, judul jurnal juga tidak diperbolehkan bermakna ganda. Aturan posisi judul menggunakan huruf kapital, dicetak tebal dan di berada di atas dan tengah halaman utama.

Judul jurnal juga memuat cantuman nama penulis dan pembimbing dengan disertai afiliasi perguruan tinggi atau instansi akademis lainnya. Serta cantumkan alamat email penulis beserta pembimbing.

  1. Abstrak

Hal penting yang harus diingat adalah, abstrak berbeda dengan ringkasan. Jika ringkasan memuat rangkuman isi jurnal secara keseluruhan, maka abstrak hanya memuat pemadatan dari seluruh isi jurnal yang diuraikan secara umum.

Tujuan ditulisnya abstrak adalah untuk membantu pembaca sebagai gambaran pertama tentang isi dari jurnal tersebut. Bahkan temuan baru hasil penelitian juga dapat disampaikan pada bagian abstrak.

Kata kunci dalam abstrak juga penting untuk menjelaskan subjek, objek dan pembahasan utama dari jurnal.

  1. Pendahuluan

Pendahuluan menjadi bagian karya ilmiah yang menjelaskan alasan dan latar belakang mengapa jurnal ilmiah tersebut ditulis. Kedua hal tersebut kemudian dikaitkan dengan konsep dan teori ilmiah dari para ahli yang tentunya relevan dengan pembahasan jurnal.

Di dalam pendahuluan juga memuat hipotesis dan rumusan masalah yang menjadi pembahasan utama dalam jurnal, yang kemudian dibahas dalam bagian hasil pembahasan.

  1. Bahan dan Metode

Bagian ini adalah bagian terpenting dalam jurnal ilmiah, karena metode penelitian adalah alat utama yang digunakan untuk melakukan penelitian. Langkah serta tahap dalam melakukan penelitian dan penulisan jurnal harus diuraikan secara terperinci agar pembaca mengetahui proses pembuatan jurnal.

Dengan adanya uraian khusus terkait metode penelitian yang digunakan, membuat jurnal ilmiah yang dibuat semakin orisinal. Dengan menjelaskan metode penelitian secara rinci, membuat jurnal kuat secara akademis dan terlepas dari tuduhan plagiarisme

  1. Hasil

Dalam bagian ini, penulis hanya perlu menuliskan informasi yang singkat terkait tulisan seperti penjelasan berbentuk teks, bilangan, tabel atau diagram, ataupun gambar yang relevan dengan tulisan. Data yang disajikan pun harus bersifat objektif dan tidak boleh mengandung interpretasi dari siapapun.

Tambahkan sedikit penjelasan pada bagian bawah tabel atau diagram untuk membantu pembaca lebih mudah mengerti dan memahami isi tabel atau diagram tersebut.

  1. Pembahasan

Bagian selanjutnya adalah pembahasan. Dalam bagian ini berisi uraian tentang pembahasan dan hasil pembahasan temuan dari jurnal yang ditulis. Perbedaan dari jurnal sebelumnya juga dijelaskan pada bagian ini.

Selanjutnya, bagian pembahasan menjelaskan jawaban dari hipotesis dan rumusan masalah yang dimuat dalam bagian pendahuluan.

Sama halnya dengan bagian metode penelitian, memaparkan perbedaan penelitian baru dengan penelitian sebelumnya akan memperkuat orisinalitas jurnal yang dibuat sekaligus untuk menghindari plagiarisme.

  1. Kesimpulan

Seperti pada karya ilmiah lainnya, bagian kesimpulan merupakan akhir yang memuat rangkuman dari keseluruhan isi jurnal. Pada bagian ini, penulis jurnal harus menjelaskan pembuktian hipotesis yang dibahas dalam bagian pendahuluan dengan temuan dalam hasil pembahasan.

Adanya keterkaitan antara hipotesis yang menjadi permasalahan utama dalam jurnal ilmiah, kemudian dijawab dalam hasil pembahasan. Bagian kesimpulan harus menjelaskan keterkaitan keduanya, yang menjadi tujuan utama dalam pembuatan jurnal ilmiah.

  1. Daftar Pustaka

Sebagai tahapan terakhir, bagian daftar pustaka memuat tiap buku atau jurnal atau sumber pustaka lainnya yang dijadikan sebagai rujukan serta acuan pada proses penulisan. Daftar pustaka menjadi wajah seberapa jujur penulis mencantumkan buku, jurnal dan sumber pustaka lainnya yang digunakan sebagai rujukan penelitian.

Tips Menulis Jurnal Ilmiah Yang Baik Dan Benar

Melihat uraian di atas, maka diketahui bahwa dalam menulis jurnal ilmiah harus mengikuti skema atau kaidah yang telah ditentukan. Agar isi dari jurnal tersebut runtut dan mudah dipahami. Untuk menulis jurnal ilmiah yang baik dan benar, berikut beberapa tipsnya:

  1. Mencari referensi, dengan membaca referensi jurnal ilmiah yang sudah terbit maka dapat mempelajari sistematika atau strukturnya.
  2. Konsultasi dengan ahli, jika mahasiswa maka bisa konsultasi dengan dosen dengan bidang keilmuan yang sesuai dengan tema jurnal yang ditulis sehingga bisa dikoreksi.
  3. Mengecek plagiat, jurnal ilmiah harus bebas unsur plagiat. Jika terdapat kutipan, maka pahamilah bagaimana cara menambahkan kutipan agar tetap bebas dari plagiat.

Menulis jurnal ilmiah akan terasa sulit jika tidak mengetahui tahapannya dan malas mencari referensi. Maka penting sekali untuk berlatih, membaca dan mencoba menulis jurnal ilmiah untuk memahami bagaimana cara menulis jurnal ilmiah yang baik dan benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *