Tips Membuat Jurnal Ilmiah yang Efektif

Jurnal ilmiah tentu saja sudah tidak asing di telinga kita semua. Bagi para akademisi, seperti mahasiswa, guru, dan dosen, jurnal ilmiah sudah menjadi bagian kehidupan mereka sehari-hari. Jurnal ilmiah berguna untuk memperluas pandangan dan juga ilmu pengetahuan yang paling mutakhir atau terbaru. Jurnal ilmiah pun tersedia luas untuk berbagai ragam jenis bidang. Biasanya diterbitkan secara berkala dengan isi yang padat dengan sekitar 8 sampai belasan halaman. Jurnal ilmiah dikatakan padat karena dalam setiap bab di dalamnya berisi ilmu pengetahuan yang bisa dijadikan acuan untuk para peneliti lainnya. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, target jurnal ilmiah tentu saja pada akademisi, peneliti, dan komunitas intelektual. Oleh karena itu, menerbitkan jurnal ilmiah tidak bisa sembarangan dan serampangan.

Ada beragam jenis jurnal seperti Popular Journals, Scholarly Journals, dan Professional or Trade Journals. Menulis jurnal ilmiah bisa saja mudah tetapi melalukan publikasi tidak semudah yang dibayangkan atau dilihat. Jika ingin mempublikasikan jurnal ilmiah, naskah harus melalui review dari institusi jurnal yang dituju. Jika belum memenuhi syarat, jurnal ilmiah tersebut akan dikembalikan ke pada peneliti untuk direvisi ulang hingga sudah benar semua. Oleh karena itu, agar tidak dikembalikan berkali-kali dan harus melakukan revisi berulang-ulang, sebaiknya dilakukan pencegahan. Caranya adalah dengan menulis jurnal ilmiah dengan efektif.

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa digunakan untuk membuat jurnal ilmiah yang efektif:

  • Menentukan Judul

Judul adalah hal pertama yang menjadi fokus dalam sebuah tulisan atau bacaan termasuk jurnal ilmiah. Ini akan menentukan pembaca atau reviewer tertarik untuk melanjutkan membaca atau tidak. Inti dari jurnal ilmiah akan terlihat jelas di dalam judul. Sehingga, judul jurnal ilmiah harus jelas. Judul untuk jurnal ilmiah memanglah tidak harus panjang. Tetapi, jangan membuat judul jurnal ilmiah terlalu pendek yang tidak menunjukkan kebaruan dari penelitian yang termuat di dalamnya. Judul yang dianggap efektif adalah yang bisa menggambarkan keseluruhan isi dari jurnal ilmiah tersebut. Pastikan tidak membuat judul sembarangan. Penting untuk memasukkan gambaran variabel yang dijabarkan di dalam jurnal ilmiah tersebut.

  • Memasukkan Nama

Nama dari peneliti penting untuk dimasukkan ke dalam jurnal ilmiah. Biasanya dicantumkan nama penulis, pembimbing, dan nama institusi atau lembaga akademis seperti universitas di mana peneliti berafiliasi. Selain itu, biasanya dicantumkan juga alamat email penulis atau peneliti. Untuk membuat jurnal ilmiah efektif jangan melupakan menuliskan nama dan afiliasi ini.

  • Menuliskan Abstrak

Abstrak adalah bagian yang termasuk paling penting dalam jurnal ilmiah. Fungsi dari jurnal adalah intisari dari dari keseluruhan isi jurnal. Abstrak ini biasanya berisi tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan dari yang sudah dilakukan oleh peneliti. Jumlah kata di dalam abstrak biasanya sekitar 250 kata. Sebagai bagian dari jurnal ilmiah yang merupakan keseluruhan isi jurnal, abstrak pun harus bisa berdiri sendiri. Untuk menjadikan penulisan abstrak efektif sebaiknya tidak menjabarkan terlalu panjang lebar. Melainkan, padat dan jelas. Sehingga, di dalam abstrak tidak boleh terdapat kutipan ataupun catatan kaki. Sebaiknya tuliskan semuanya dengan ringkas dan tidak bertele-tele.

  • Pendahuluan yang Efektif

Untuk menulis pendahuluan yang efektif yang perlu diingat adalah pada bab ini berisikan tetntang latar belakang yang mendasari sebuah jurnal ilmiah ditulis. Latar belakang ini yang menjadi alasan mengapa jurnal ilmiah ini ditulis dan permasalahan tertentu tersebut diteliti. Pendahuluan bisa dituliskan dengan efektif dengan menyertakan manfaat serta tujuan penelitian dengan ringkas dan tidak perlu panjang lebar. Sebaiknya ditulis inti-inti pentingnya saja dan dipertimbangkan ketersambungannya dengan bab berikutnya.

  • Metode dan Obyek

Bab yang tidak kalah penting dalam jurnal ilmiah adalah metode dan obyek. Pada bab ini yang perlu diterangkan adalah bagaimana percobaan tersebut dilakukan. Sehingga, pada bab ini agar efektif terangkana dan tuliskan metode penelitian yang digunakan, teori atau peralatan yang digunakan, dan cara pengumpulan datanya. Selain itu, perlu juga untuk menuliskan obyek dari penelitian serta lokasi penelitian dilakukan dan juga menjelaskan langkah-langkah apa saja yang dilakukan di sana. Menulis metode bisa dibilang mudah tetapi bisa menjebak. Oleh karena itu, yang perlu dilakukan adalah menuliskan metode dengan rinci dan mudah dipahami. Bukan malah menerangkan pengertian metode kualitatif atau pun kuantitatif. Yang perlu diterangkan adalah apa saja yang dilakukan peneliti dalam proses menyusun jurnal ilmiah ini secara utuh.

  • Paparan Hasil

Tentu saja hasil adalah bab yang paling penting. Di sinilah peneliti berkewajiban memaparkan hasil penelitian yang sudah dilakukan. Informasi-informasi yang didapatkan dari hasil penelitian harus dituliskan dengan jelas dan ringkas sehingga bisa efektif. Jangan menuliskan terlalu banyak hingga bahkan hal-hal yang kurang penting juga ikut masuk ke dalamnya. Hasil yang didapatkan bisa dijabarkan dalam bentuk teks, tabel, gambar, dan juga diagram. Data-data ini harus murni informasi dari penelitian, bukan pendapat orang lain.

  • Pendeskripsian Pembahasan

Pada bab pembahasan yang harus dilakukan adalah mendeskripsikan hasil yang sudah didapatkan. Di dalam pembahasan penting untuk membandingkannya dengan acuan teori atau model yang dipakai. Gunanya adalah agar para pembaca bisa melihat perbedaan serta persamaannya. Penulisan pembahasan yang efektif bisa dilakukan dengan mendeskripsikan hasil tanpa bertele-tele, singkat, padat, dan jelas sekaligus rinci.

  • Kesimpulan

Menulis kesimpulan yang efektif harus memuat pembuktian hipotesis dari penelitian yang telah dilakukan. Di sini harus jelas bahwa peneliti di dalam jurnal ilmiahnya telah berhasil membuktikan hipotesanya. Tetapi, bisa juga hipotesa tersebut tidak terbukti. Yang penting adalah memberikan pemahaman bahwa penelitian yang dilakukan dalam jurnal ilmiah tersebut sudah bukan dugaan lagi melainkan sudah dibuktikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *