Tips Mengubah Disertasi Menjadi Jurnal Internasional

Tips Mengubah Disertasi Menjadi Jurnal Internasional

Jurnal bisa jadi momok tersendiri bagi beberapa orang, apalagi bagi mereka yang tidak terbiasa menulis karya ilmiah. Hampir semua universitas mengharuskan mahasiswanya untuk aktif dalam menulis karya ilmiah dalam bentuk penugasan. Sebagai syarat kelulusan pun seorang mahasiswa harus membuat Skripsi, Disertasi, ataupun Thesis. Lalu, didukung dengan satu artikel ilmiah yang bisa dipublikasikan dalam bentuk jurnal.

Artikel ilmiah ataupun jurnal yang berangkat dari hasil penelitian seperti disertasi, justru lebih mudah disusun kembali dari pada membuat baru. Namun, kebanyakan orang pun masih bingung mengenai cara mengubahnya.

Tips Mengubah Disertasi Menjadi Jurnal

Nah, bagi Anda yang saat ini sedang berada pada posisi ini pastinya Anda membutuhkan seseorang yang bisa menuntun Anda step by step. Kali ini kami akan menunjukkan cara sederhana mengubah disertasi menjadi Jurnal Internasional dengan Mudah. Simak informasi selengkapnya, pastikan tidak ada yang Anda skip supaya tidak ada yang tertinggal.

1.      Siapkan Judul Artikel atau Jurnal

Langkah pertama yang harus Anda lakukan ialah menentukan judul artikel atau jurnal yang akan Anda buat. Agar lebih mudah dalam menentukannya, Anda bisa memastikan dulu tujuan jurnal dan ruang lingkup jurnal yang akan Anda buat.

Jika Anda ingin menerbitkan artikel Anda pada jurnal tertentu pastikan Anda sudah memahami sub bab apa yang bisa dibahas di sana. Saat Anda asal dalam membuat tanpa mengetahui jenis paper apa yang berpeluang untuk diterima, ini akan berujung sia-sia karena tidak memiliki kecocokan.

Oleh karena itu, penting sekali tahap ini untuk mengubah disertasi menjadi Jurnal. Anda harus riset terlebih dahulu, carilah jurnal yang bisa menerima topik Anda. Atau Anda bisa menyesuaikan topiknya.

2.      Ambil Bagian Penting dari Disertasi

Kita tahu bahwa disertasi pastinya banyak dan panjang sekali hasil karyanya, karena sangat detail. Nah, berbeda dengan artikel ataupun jurnal, mereka cenderung lebih pendek, singkat, dan padat. Namun, sudah bisa merangkum semua hal yang ada dalam disertasi.

Anda bisa menggunakan teknik parafrase yang mana bisa mengekspresikan ide tulisan dalam mengubah disertasi menjadi Jurnal yang sama, tetapi dengan penyajian yang berbeda. Di sini pun Anda hanya akan memasukkan point-point penting saja dalam materinya. Tidak secara mendetail dan panjang, tapi merangkum semuanya dengan lengkap dan bahasa yang lebih padat.

3.      Mengatur Format Pendahuluan untuk Menjadi Abstrak

Artikel Ilmiah berupa jurnal ini akan selalu didahului dengan abstrak, yang mana terdiri dari tujuan penelitian, metode yang digunakan, hasil, hingga kesimpulan. Semuanya akan terangkum dalam susunan kata yang tidak lebih dari 250 kata.

Secara singkat bagian abstrak ini akan mengantarkan pembaca pada penjelasan lebih lengkap pada sub-bab pendahuluan hingga kesimpulan. Pada bagian ini pun harus dibuat semenarik mungkin, karena ini sebagai gerbang awal apakah artikel tersebut menarik atau tidak.

4.      Melakukan Modifikasi Total pada Disertasi

Jika dilihat banyaknya halaman, pasti keduanya jauh berbeda. Oleh karena itulah, dalam mengubah disertasi menjadi Jurnal dibutuhkan perombakan dengan melakukan modifikasi total pada susunan disertasi. Pada hasil disertasi pastinya akan didapati satu pertanyaan atau hipotesisi penelitian, namun pada artikel jurnal biasanya tidak semua akan dibahas, Anda bisa mengambil poin-poin hipotesa yang relevan dengan tema yang akan diangkat.

Anda bisa menggabungkan atau memfokuskannya menjadi satu topik atau pertanyaan. Sehingga hanya ada satu ide dalam artikel yang bisa Anda kupas dan telaah. Hal ini akan membuat artikel Anda menjadi lebih singkat tetapi kuat pada poinnya. Metode ini pun memudahkan Anda untuk menggunakannya pada jurnal tertarget.

Begini caranya melakukan modifikasi pada disertasi:

  1. Hindari pemikiran jika artikel adalah ringkasan dari disertasi. Memang artikel yang berangkat dari disertasi pastinya akan menjadi ringkasan. Tetapi, ini bisa menjadi karya baru dengan topik tertentu yang bersumber dari disertasi Anda. Jadi perlakukan itu sebagai karya baru, sehingga lebih mudah mengembangkannya lagi.
  2. Buatlah parafrase dari disertasi yang sudah Anda buat. Melalui ini Anda akan lebih mudah mengekspresikan ide-ide dengan cara penyajian yang beda.
  3. Fokus pada poin-poin yang ingin Anda angkat. Kembali lagi pada poin pertama artikel ini karena mengubah disertasi menjadi Jurnal tidak sepenuhnya ringkasan, tetapi Anda bisa mengerucutkannya lagi yakni fokus pada poin-poinnya.

5.      Metode Penelitian Harus Diperbaiki

Pada penulisan karya ilmiah, bagian metode penelitian ini memanglah penting dan perlu diperhatikan. Jika pada disertasi dipenuhi dengan deskripsi yang panjang, Anda bisa mengubahnya menjadi lebih padat.  Metode ini pun harus disesuiakan dengan ide yang akan Anda angkat dalam penulisan artikel.

6.      Susun Kembali Hasil Penelitian Anda

Penyusunan kembali hasil penelitian ini harus sesuai pula dengan poin yang dibahas atau difokuskan. Anda bisa menyajikan data-data yang relevan dengan hipotesis dalam penelitian yang telah Anda buat. Bagi Anda yang menggunakan analisis eksplorasi pastikan Anda menambahkan beberapa pertanyaan terkait hasil temuan dalam mengubah disertasi menjadi Jurnal.

7.      Sesuaikan Referensi yang Digunakan

Saat melakukan perombakan besar-besaran, pastinya ada beberapa referensi yang ikut terhapus juga. Nah, di sini Anda pun juga mulai memilah kembali referensi yang memang Anda gunakan dalam pembuatan artikel.

Hal ini sangat diperlukan, karena sumber referensi ini nantinya pun juga akan menjadi acuan orang lain dalam membuat artikel terkait. Sehingga memudahkannya untuk menemukan bahan referensi yang selaras. Jika Anda memasukkan sumber referensi yang tidak Anda gunakan pastinya menjadi tidak valid, karena kutipan tidak bisa ditemukan didalamnya.

Nah, itulah beberapa tips mengubah disertasi menjadi jurnal Internasional yang bisa Anda coba. Untuk bisa menjadi jurnal internasional tentunya juga harus menggunakan bahasa internasional yakni bahasa Inggris. Semoga artikel ini dapat membantu Anda menulis jurnal dari disertasi.

Layanan Jasa konversi Tesis/Disertasi/Hasil Penelitian menjadi Artikel jurnal Klik Disini

Jasa Review Jurnal/Critical Review Klik Disini

Jasa Menurunkan Persentase Turnitin Klik Disini

Layana Jasa Translate Jurnal Klik Disini

Layanan Jasa Proofreading Jurnal Klik Disini

Layanan JasaPembuatan Slide Presentasi Klik Disini

Jasa Penulisan Buku Ajar/Umum Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *