Cara Menerjemahkan Abstrak ke Bahasa Inggris yang Baik dan Benar

Translate & Proofread Oleh admin · Juli 21, 2026

Kenapa Abstrak Bahasa Inggris Sering Jadi Titik Lemah Naskah Indonesia

Abstrak adalah bagian pertama—kadang satu-satunya bagian—yang dibaca reviewer dan calon pembaca sebelum memutuskan membaca naskah secara keseluruhan. Abstrak berbahasa Inggris yang terjemahannya kaku atau terlalu harfiah bisa memberi kesan buruk sejak awal, meski isi penelitiannya sebenarnya kuat. Artikel ini membahas cara menerjemahkan abstrak sendiri dengan hasil yang lebih natural, plus kapan sebaiknya tetap menggunakan jasa penerjemah profesional.

Kesalahan Umum Menerjemahkan Abstrak Secara Harfiah

💬 Butuh bantuan langsung? Chat tim JagoJurnal via WhatsApp

Menerjemahkan kata per kata dari Bahasa Indonesia ke Inggris sering menghasilkan kalimat yang secara tata bahasa benar tapi terasa aneh bagi pembaca native. Beberapa pola kesalahan yang sering muncul:

  • Struktur kalimat pasif berlebihan — Bahasa Indonesia akademik sering memakai kalimat pasif (“dilakukan penelitian…”), padahal Bahasa Inggris ilmiah modern justru lebih menyukai kalimat aktif yang jelas subjeknya.
  • Terjemahan harfiah istilah idiomatik — frasa seperti “dalam rangka” diterjemahkan jadi “in order to frame” alih-alih cukup “to”.
  • Kalimat terlalu panjang tanpa jeda logis — pola kalimat Bahasa Indonesia yang panjang dengan banyak anak kalimat sering diterjemahkan apa adanya, padahal Bahasa Inggris akademik lebih menyukai kalimat yang lebih pendek dan terstruktur.

Langkah Praktis Menerjemahkan Abstrak Sendiri

1. Tulis Ulang Kerangka Abstrak dalam Bahasa Indonesia yang Sederhana Dulu

Sebelum menerjemahkan, sederhanakan dulu abstrak Bahasa Indonesia menjadi kalimat-kalimat pendek dan lugas. Abstrak yang sudah rumit dalam Bahasa Indonesia akan semakin rumit setelah diterjemahkan.

2. Terjemahkan per Kalimat, Bukan per Kata

Fokus menerjemahkan makna dan maksud kalimat, bukan menerjemahkan kata satu per satu. Tanyakan pada diri sendiri: “Bagaimana peneliti native Inggris akan menyampaikan gagasan ini?” alih-alih “Apa terjemahan kata ini?”

3. Gunakan Struktur Abstrak Standar Internasional

Sebagian besar jurnal internasional mengharapkan abstrak dengan pola berikut, meski tidak selalu dituliskan sebagai subjudul terpisah:

  • Background/Purpose — 1-2 kalimat tentang latar belakang dan tujuan penelitian.
  • Methods — 1-2 kalimat tentang metode dan sampel penelitian.
  • Results — 2-3 kalimat tentang temuan utama, sertakan angka penting kalau relevan.
  • Conclusion — 1 kalimat penutup tentang implikasi atau kontribusi penelitian.

4. Manfaatkan Tools AI Translation sebagai Draf Awal, Bukan Hasil Final

Tools terjemahan berbasis AI sekarang cukup membantu untuk draf awal, tapi hasilnya tetap perlu diperiksa ulang karena:

  • Istilah teknis bidang tertentu kadang diterjemahkan secara umum, bukan istilah baku yang dipakai di bidang itu.
  • Nuansa akademik (tingkat kepastian klaim, kehati-hatian dalam menyimpulkan) kadang hilang atau berubah dalam terjemahan otomatis.

5. Baca Ulang dengan Membandingkan Abstrak Jurnal Sejenis

Cari 3-5 abstrak dari jurnal tujuan yang topiknya mirip, perhatikan pola kalimat dan pilihan katanya. Ini membantu memastikan gaya bahasa abstrakmu konsisten dengan ekspektasi jurnal tersebut.

Istilah yang Sering Salah Diterjemahkan di Bidang Akademik

  • “Signifikan” dalam konteks statistik harus diterjemahkan “significant” (bukan “meaningful” yang punya konotasi berbeda dalam Bahasa Inggris statistik).
  • “Populasi” dan “sampel” punya padanan baku “population” dan “sample”—jangan diterjemahkan dengan sinonim lain yang kurang lazim di bidang statistik.
  • “Variabel bebas/terikat” diterjemahkan “independent/dependent variable”, bukan diterjemahkan literal kata per kata.

Menyusun Glosarium Istilah Pribadi Sebelum Mulai Menerjemahkan

Untuk penelitian dengan banyak istilah teknis khusus bidang tertentu, ada baiknya menyusun daftar istilah kunci beserta padanan Bahasa Inggris baku-nya terlebih dahulu, sebelum mulai menerjemahkan abstrak secara keseluruhan. Cari padanan istilah ini dari artikel-artikel jurnal internasional yang sudah terbit di bidang yang sama, bukan dari kamus umum yang kadang memberikan terjemahan terlalu literal atau kurang lazim dipakai di komunitas akademik bidang tersebut. Glosarium pribadi ini akan sangat berguna bukan hanya untuk abstrak yang sedang dikerjakan, tapi juga untuk naskah-naskah berikutnya di topik penelitian yang serupa, sehingga proses penerjemahan ke depan menjadi jauh lebih cepat dan konsisten.

Perbedaan Gaya Akademik Amerika dan Britania

Beberapa jurnal internasional punya preferensi ejaan tertentu (American English seperti “analyze”, “color” versus British English seperti “analyse”, “colour”). Periksa author guidelines jurnal tujuan untuk mengetahui preferensi ini, lalu pastikan konsisten memakai satu gaya saja di sepanjang abstrak dan naskah—mencampur kedua gaya ejaan dalam satu naskah sering dianggap tanda kurang teliti oleh reviewer.

Menerjemahkan abstrak sendiri sangat mungkin dilakukan untuk kebutuhan sehari-hari, tapi ada situasi di mana bantuan profesional lebih disarankan:

Kapan Sebaiknya Tetap Pakai Jasa Penerjemah Profesional?

  • Jurnal Q1/Q2 internasional bereputasi tinggi, di mana standar bahasa Inggrisnya sangat ketat dan kompetisinya tinggi.
  • Penerjemah tersumpah dibutuhkan untuk keperluan resmi tertentu (misalnya submission ke beberapa program studi luar negeri).
  • Bidang dengan istilah sangat teknis (kedokteran, hukum, teknik spesifik) di mana kesalahan istilah bisa mengubah makna secara signifikan.

Membaca Ulang Abstrak dari Sudut Pandang Pembaca Awam Bidang Lain

Abstrak sering menjadi satu-satunya bagian yang dibaca oleh peneliti dari bidang berdekatan yang tidak sepenuhnya familier dengan istilah teknis sangat spesifik. Setelah selesai menerjemahkan, coba baca ulang abstrak dan tanyakan: apakah kalimatnya masih bisa dipahami oleh seseorang yang paham bidang ilmu secara umum tapi tidak mendalami topik spesifik ini? Kalau terlalu banyak jargon tanpa penjelasan singkat, pertimbangkan menambahkan sedikit konteks tambahan di kalimat pembuka.

Menyimpan Versi Terjemahan Sebagai Referensi untuk Naskah Berikutnya

Setiap abstrak yang berhasil diterjemahkan dan diterima jurnal bisa dijadikan referensi gaya bahasa untuk naskah-naskah berikutnya. Simpan kumpulan istilah dan pola kalimat yang sudah teruji ini sebagai semacam glosarium pribadi—ini akan mempercepat proses penerjemahan abstrak berikutnya karena sebagian besar istilah teknis di bidang yang sama biasanya berulang.

Menghindari Ketergantungan Berlebihan pada Satu Tools Saja

Jangan hanya mengandalkan satu tools terjemahan untuk seluruh proses. Bandingkan hasil dari 2-3 tools berbeda, lalu pilih atau gabungkan bagian terbaik dari masing-masing. Perbedaan hasil antar tools sering membantu menyadarkan penulis pada pilihan kata alternatif yang mungkin lebih tepat, yang tidak terpikirkan kalau hanya mengandalkan satu sumber terjemahan saja. Kebiasaan membandingkan beberapa sumber ini juga melatih kepekaan bahasa secara bertahap, sehingga proses penerjemahan abstrak berikutnya akan terasa semakin mudah dan semakin sedikit membutuhkan bantuan tools eksternal.

Kesimpulan

Menerjemahkan abstrak sendiri ke Bahasa Inggris sangat mungkin dilakukan dengan hasil yang layak, asalkan fokus pada penerjemahan makna (bukan kata per kata), memakai struktur abstrak standar internasional, dan membandingkan hasilnya dengan abstrak jurnal sejenis. Untuk naskah dengan taruhan tinggi seperti submission ke jurnal bereputasi, kombinasi antara usaha mandiri dan review dari jasa proofreading/translate profesional biasanya memberi hasil paling optimal. Yang terpenting, jangan terburu-buru menganggap terjemahan otomatis sebagai hasil final—selalu sisihkan waktu untuk membaca ulang, membandingkan dengan abstrak jurnal sejenis, dan memastikan istilah teknis diterjemahkan secara konsisten dari awal sampai akhir naskah.

Pertanyaan Umum

Apakah boleh pakai Google Translate untuk abstrak jurnal?

Boleh sebagai draf awal, tapi hasilnya perlu diperiksa dan disempurnakan lagi karena istilah teknis sering diterjemahkan terlalu umum.

Berapa panjang ideal abstrak berbahasa Inggris?

Umumnya 150-250 kata, tergantung ketentuan masing-masing jurnal tujuan.

Apakah harus pakai American English atau British English?

Tergantung preferensi jurnal tujuan yang tercantum di author guidelines, dan yang terpenting konsisten memakai satu gaya saja.

Apakah perlu penerjemah tersumpah untuk submit ke jurnal internasional?

Umumnya tidak wajib untuk submission jurnal biasa, kecuali dipersyaratkan khusus oleh institusi atau keperluan administratif tertentu. Butuh bantuan langsung dari tim ahli? Hubungi Tim JagoJurnal via WhatsApp di 0856-4369-5389 untuk konsultasi gratis.

admin, garuda
Kontributor · Riset Akademik & Publikasi Ilmiah

Tim Redaksi JagoJurnal menyusun panduan akademik berdasarkan riset kata kunci dan kebutuhan nyata pembaca seputar skripsi, tesis, dan publikasi jurnal ilmiah.

Butuh bantuan lebih lanjut?

Jangan biarkan revisi kecil menahan kelulusanmu

Tim JagoJurnal siap bantu bagian teknis yang paling sering bikin proses jadi lambat — bukan menulis ulang karyamu, tapi membantu kamu menyempurnakannya sendiri.

01Proofreading jurnal & makalah
02Bantuan editing & formatting skripsi & tesis
03Olah data & statistik (SPSS, Eviews, dll)
04Bantuan editing & formatting jurnal & makalah
Konsultasi gratis via WhatsApp

Konsultasi awal tanpa biaya. Respons cepat pada jam kerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *