Cara Menulis Bab 1 Pendahuluan Skripsi Hubungan Internasional yang Benar

Skripsi & Tesis Oleh admin · Agustus 12, 2026

Apa Saja Komponen Utama dalam Bab 1 Skripsi Hubungan Internasional?

Komponen utama dalam bab 1 skripsi hubungan internasional meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, kerangka pemikiran, dan metode penelitian. Setiap bagian harus disusun secara hierarkis untuk memberikan gambaran logis mengenai urgensi topik yang diangkat dalam konteks politik global atau dinamika aktor internasional.

Menulis bab 1 sering kali menjadi tantangan terbesar bagi mahasiswa jurusan Hubungan Internasional (HI). Sebagai bidang studi yang sangat dinamis, HI menuntut ketajaman analisis dalam mengaitkan fenomena global dengan teori-teori yang relevan. Bab 1 atau Pendahuluan berfungsi sebagai fondasi utama yang akan menentukan arah seluruh penelitian Anda. Jika fondasi ini rapuh atau tidak fokus, maka bab-bab selanjutnya akan sulit dikembangkan dengan baik.

Bagaimana Cara Menyusun Latar Belakang Masalah yang Kuat?

💬 Butuh bantuan langsung? Chat tim JagoJurnal via WhatsApp

Penyusunan latar belakang masalah dilakukan dengan teknik deduktif, yaitu mulai dari isu global yang umum, menuju fenomena spesifik yang ingin diteliti, hingga diakhiri dengan alasan pemilihan topik atau ‘gap’ penelitian. Fokus utama adalah pada urgensi isu tersebut di mata komunitas internasional dan dampaknya bagi aktor yang terlibat.

Dalam skripsi HI, latar belakang tidak boleh hanya berisi deskripsi peristiwa. Anda harus menyertakan data empiris, kutipan dari lembaga internasional seperti PBB (United Nations), atau fakta terkini yang menunjukkan bahwa fenomena tersebut penting untuk dianalisis lebih lanjut. Hindari pengulangan fakta sejarah yang terlalu panjang; fokuslah pada dinamika terkini yang belum terjawab oleh literatur sebelumnya.

Langkah-Langkah Sistematis dalam Menyusun Pendahuluan

Untuk mempermudah proses penulisan, ikuti langkah-langkah praktis di bawah ini agar bab 1 Anda terstruktur secara akademis:

  1. Identifikasi fenomena global yang menarik minat Anda, baik itu konflik, kerjasama, diplomasi, maupun isu keamanan nontradisional.
  2. Lakukan studi pendahuluan dengan membaca berbagai jurnal ilmiah terkait untuk menemukan kesenjangan riset (research gap).
  3. Susun paragraf pembuka yang memikat pembaca dengan urgensi isu, diikuti dengan data pendukung yang valid.
  4. Tentukan rumusan masalah yang tajam, biasanya dalam bentuk pertanyaan ‘bagaimana’ atau ‘mengapa’.
  5. Jelaskan tujuan penelitian yang mencerminkan upaya Anda dalam menjawab rumusan masalah tersebut.
  6. Sebutkan manfaat penelitian, baik secara akademis (untuk pengembangan ilmu HI) maupun praktis (sebagai masukan bagi pembuat kebijakan).
  7. Integrasikan kerangka pemikiran yang singkat namun padat untuk memberikan arah teoretis bagi pembaca.

Mengapa Rumusan Masalah Harus Fokus pada Dinamika HI?

Rumusan masalah harus fokus pada dinamika hubungan internasional karena ruang lingkup penelitian Anda dibatasi oleh interaksi antarnegara atau aktor transnasional lainnya. Pertanyaan penelitian yang baik harus bersifat analitis, bukan sekadar deskriptif, agar mampu mengungkap faktor-faktor di balik suatu peristiwa internasional.

Hindari membuat pertanyaan yang jawabannya hanya ‘ya’ atau ‘tidak’. Gunakan kata tanya yang mengeksplorasi motivasi, proses, atau dampak dari sebuah kebijakan luar negeri atau fenomena kerja sama internasional. Misalnya, alih-alih bertanya ‘Apakah negara X bekerja sama dengan negara Y?’, lebih baik gunakan ‘Bagaimana strategi diplomasi ekonomi negara X dalam meningkatkan kerja sama dengan negara Y melalui mekanisme Z?’.

Tips Praktis Agar Bab 1 Lebih Terarah

Salah satu tips utama adalah melakukan pemetaan literatur atau ‘literature review’ di awal. Dengan mengetahui apa yang sudah ditulis oleh peneliti lain, Anda dapat memposisikan skripsi Anda di posisi yang unik. Jangan lupa untuk selalu merujuk pada standar penulisan akademik yang berlaku di kampus Anda, karena setiap universitas mungkin memiliki gaya selingkung yang berbeda. Pastikan bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia baku yang objektif dan jauh dari opini pribadi yang emosional.

Apakah Metode Penelitian Wajib Dicantumkan di Bab 1?

Ya, metode penelitian wajib dicantumkan secara ringkas di bab 1 untuk memberikan gambaran teknis mengenai bagaimana data akan dikumpulkan dan dianalisis. Bagian ini biasanya mencakup jenis penelitian, teknik pengumpulan data sekunder, serta metode analisis yang digunakan, seperti kualitatif deskriptif atau studi kasus.

Dalam skripsi HI, metode kualitatif sering menjadi pilihan utama karena kedalaman analisis yang dibutuhkan terhadap aktor-aktor internasional. Jelaskan dari mana sumber data Anda berasal, misalnya dari dokumen resmi pemerintah, laporan lembaga internasional, arsip diplomatik, atau jurnal ilmiah terakreditasi. Kejujuran dan ketelitian dalam mendeskripsikan metodologi akan sangat membantu reviewer atau dosen pembimbing dalam menilai validitas penelitian Anda.

Pertanyaan Umum

Apa perbedaan antara latar belakang masalah dan tinjauan pustaka?

Latar belakang masalah fokus pada urgensi isu yang akan diteliti, sedangkan tinjauan pustaka fokus pada pemetaan penelitian terdahulu yang relevan.

Bagaimana menentukan gap penelitian dalam skripsi HI?

Gap penelitian dapat ditemukan dengan melihat keterbatasan penelitian sebelumnya, seperti perbedaan konteks waktu, aktor yang berbeda, atau teori yang belum diaplikasikan pada kasus tersebut.

Seberapa panjang idealnya bab 1 pendahuluan?

Panjang bab 1 biasanya berkisar antara 10 hingga 15 halaman, tergantung pada kebijakan spesifik program studi Hubungan Internasional di universitas masing-masing.

Apakah perlu menyertakan definisi operasional di bab 1?

Ya, sangat disarankan untuk menyertakan definisi operasional guna menghindari ambiguitas istilah-istilah teknis dalam hubungan internasional. Butuh bantuan langsung dari tim ahli? Hubungi Tim JagoJurnal via WhatsApp di 0856-4369-5389 untuk konsultasi gratis.

admin, garuda
Kontributor · Riset Akademik & Publikasi Ilmiah

Tim Redaksi JagoJurnal menyusun panduan akademik berdasarkan riset kata kunci dan kebutuhan nyata pembaca seputar skripsi, tesis, dan publikasi jurnal ilmiah.

Butuh bantuan lebih lanjut?

Jangan biarkan revisi kecil menahan kelulusanmu

Tim JagoJurnal siap bantu bagian teknis yang paling sering bikin proses jadi lambat — bukan menulis ulang karyamu, tapi membantu kamu menyempurnakannya sendiri.

01Proofreading jurnal & makalah
02Bantuan editing & formatting skripsi & tesis
03Olah data & statistik (SPSS, Eviews, dll)
04Bantuan editing & formatting jurnal & makalah
Konsultasi gratis via WhatsApp

Konsultasi awal tanpa biaya. Respons cepat pada jam kerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *