Cara Menulis Bab 5 Kesimpulan Skripsi Hukum yang Benar
Menyusun bagian penutup dalam karya ilmiah, khususnya dalam bidang studi hukum, seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa. Mengetahui cara menulis bab 5 kesimpulan skripsi hukum yang tepat sangatlah krusial karena bagian ini merupakan sintesis dari seluruh analisis yang telah Anda bangun selama pengerjaan skripsi. Kesimpulan bukan sekadar meringkas apa yang sudah ditulis, melainkan memberikan jawaban substantif atas rumusan masalah yang diajukan di bab 1 dengan menggunakan pisau analisis yang ada di bab 2 dan 3.
Apa Fungsi Utama Bab 5 dalam Skripsi Hukum?
Fungsi utama bab 5 dalam skripsi hukum adalah untuk menjawab rumusan masalah secara sistematis dan memberikan rekomendasi praktis atau teoretis berdasarkan hasil penelitian. Jawaban ini harus berorientasi pada temuan empiris atau normatif yang telah Anda jelaskan sebelumnya tanpa menambah data atau argumen baru yang belum pernah dibahas.
Dalam bidang hukum, bab 5 memiliki posisi yang sangat vital karena merupakan titik temu antara teori hukum yang dipelajari dan realitas praktik hukum yang terjadi di lapangan. Pastikan narasi yang Anda bangun menunjukkan kedalaman analisis hukum, bukan sekadar kutipan undang-undang. Untuk memulainya dengan benar, Anda bisa merujuk pada pedoman penulisan ilmiah yang diterbitkan oleh Kemendikbud agar format penulisan Anda tetap sesuai dengan standar akademik nasional.
Bagaimana Langkah-Langkah Menulis Kesimpulan yang Efektif?
Menulis kesimpulan harus mengikuti urutan logis yang merujuk kembali pada rumusan masalah yang telah ditetapkan sejak awal bab 1. Berikut adalah langkah-langkah sistematis yang bisa Anda ikuti:
- Identifikasi kembali rumusan masalah yang ada pada bab 1 penelitian Anda.
- Ringkas temuan utama yang menjawab setiap poin rumusan masalah dengan bahasa yang lugas dan tegas.
- Gunakan bahasa hukum yang formal dan menghindari kalimat-kalimat yang bersifat spekulatif atau ambigu.
- Pastikan kesimpulan Anda memiliki koherensi atau keterikatan yang kuat dengan hasil analisis di bab 4.
- Evaluasi kembali apakah kesimpulan tersebut mencerminkan posisi hukum yang Anda ambil dalam menanggapi isu tertentu.
Apa Saja Komponen Wajib dalam Kesimpulan Skripsi Hukum?
Komponen wajib dalam kesimpulan skripsi hukum meliputi jawaban ringkas atas rumusan masalah dan abstraksi hasil analisis yang mendalam. Selain itu, bagian ini juga harus mencakup implikasi hukum dari temuan yang diperoleh agar pembaca memahami signifikansi penelitian tersebut.
Kesimpulan yang baik harus mampu berdiri sendiri meskipun dibaca terpisah dari bab lainnya. Hindari penggunaan sitasi atau referensi baru di bagian ini karena bab 5 adalah tempat bagi argumen sintesis penulis. Dalam skripsi hukum, seringkali ditambahkan implikasi terkait pasal-pasal atau regulasi yang relevan untuk memperkuat posisi argumentasi Anda.
Bagaimana Cara Menyusun Saran yang Logis dalam Skripsi?
Menyusun saran yang logis dilakukan dengan cara memberikan rekomendasi yang dapat dilaksanakan (actionable) berdasarkan temuan penelitian serta target subjek yang relevan. Saran harus bersifat spesifik, misalnya ditujukan kepada legislator, aparat penegak hukum, atau pihak terkait lainnya sesuai objek studi Anda.
Saran yang baik tidak boleh terlalu umum seperti menyarankan agar masyarakat taat hukum. Sebaliknya, berikanlah saran yang bersifat teknis, misalnya perlunya perubahan redaksional pada pasal tertentu atau perlunya sosialisasi yang lebih intensif mengenai mekanisme perlindungan hukum bagi pihak tertentu. Kekuatan saran Anda akan sangat bergantung pada kedalaman analisis di bab-bab sebelumnya.
Tips Praktis Menghindari Kesalahan Umum di Bab 5
Banyak mahasiswa terjebak dalam pengulangan kata-kata yang tidak perlu di bab 5. Berikut beberapa tips untuk menghindarinya: Pertama, hindari melakukan copy-paste kalimat dari bab 4 secara mentah-mentah. Kedua, pastikan jumlah kesimpulan sesuai dengan jumlah rumusan masalah. Ketiga, jangan memunculkan istilah baru yang belum dijelaskan sebelumnya di bab-bab awal.
Keempat, perhatikan konsistensi diksi hukum. Jika Anda menggunakan istilah ‘perlindungan hukum’, maka pertahankan istilah tersebut sampai akhir. Terakhir, periksa kembali tata bahasa dan tanda baca agar alur kesimpulan mengalir dengan baik dan profesional sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Mengapa Koherensi Antar Bab Sangat Penting?
Koherensi antar bab sangat penting karena sebuah skripsi adalah satu kesatuan argumen yang utuh dari bab 1 hingga bab 5. Jika kesimpulan di bab 5 tidak sejalan dengan apa yang dibahas di bab 4, maka pembaca akan kehilangan benang merah dan validitas skripsi Anda akan dipertanyakan.
Pastikan setiap kalimat di bab 5 memiliki kaitan logis dengan apa yang Anda janjikan di latar belakang. Jika di latar belakang Anda berjanji untuk menganalisis kekosongan norma, maka bab 5 wajib memberikan kesimpulan mengenai apakah kekosongan tersebut benar-benar ada atau apakah terdapat tumpang tindih regulasi yang menyebabkan masalah tersebut muncul.
Kesimpulan: Menutup Skripsi dengan Elegan
Menulis bab 5 bukanlah akhir dari segalanya, melainkan cara untuk menunjukkan kematangan intelektual Anda sebagai mahasiswa hukum. Dengan mengikuti struktur yang jelas dan tetap fokus pada rumusan masalah, Anda akan mampu menghasilkan bagian penutup yang solid dan berbobot ilmiah. Ingatlah bahwa kualitas kesimpulan sering kali menjadi bagian pertama yang dilihat oleh penguji untuk menilai sejauh mana Anda memahami objek penelitian Anda secara komprehensif.
Pertanyaan Umum
Apakah kesimpulan harus mencantumkan kutipan undang-undang?
Idealnya tidak, kesimpulan harus berupa argumen sintetis Anda sendiri, bukan tempat untuk memasukkan kutipan hukum baru.
Berapa panjang ideal untuk bab 5 skripsi hukum?
Biasanya antara 3 hingga 5 halaman, tergantung pada kompleksitas rumusan masalah dan kedalaman saran yang diberikan.
Bolehkah saya menulis kesimpulan dalam bentuk poin-poin?
Tentu, penulisan kesimpulan dalam bentuk poin-poin justru sangat disarankan agar pembaca lebih mudah memahami inti jawaban atas rumusan masalah.
Apa yang harus dilakukan jika saran saya tidak relevan dengan pembahasan?
Saran harus didasarkan pada temuan penelitian; jika tidak relevan, Anda harus meninjau ulang analisis di bab 4. Butuh bantuan langsung dari tim ahli? Hubungi Tim JagoJurnal via WhatsApp di 0856-4369-5389 untuk konsultasi gratis.
“}
Jangan biarkan revisi kecil menahan kelulusanmu
Tim JagoJurnal siap bantu bagian teknis yang paling sering bikin proses jadi lambat — bukan menulis ulang karyamu, tapi membantu kamu menyempurnakannya sendiri.
Konsultasi awal tanpa biaya. Respons cepat pada jam kerja.

Tinggalkan Balasan