Cara menulis tesis bidang hukum bab per bab

Skripsi & Tesis Oleh · September 13, 2026

Cara menulis tesis bidang hukum bab per bab adalah langkah krusial bagi mahasiswa magister hukum dalam menyelesaikan studinya secara mandiri.

Menyusun karya ilmiah hukum membutuhkan ketelitian, analisis mendalam terhadap norma, serta struktur yang sistematis. Artikel ini akan memandu Anda memahami alur penulisan mulai dari Bab 1 hingga Bab 5 dengan gaya penulisan akademik yang baik.

Sebagai langkah awal, pastikan Anda telah memiliki isu hukum yang jelas untuk diteliti. Penelitian hukum yang baik harus didasarkan pada kerangka teori yang kuat agar argumen yang dibangun memiliki dasar yuridis yang kokoh. Jika Anda memerlukan panduan referensi, silakan merujuk pada portal SINTA Kemendikbud untuk melihat tren riset terkini.

Apa saja yang harus dimuat dalam Bab 1 Pendahuluan?

💬 Butuh bantuan langsung? Chat tim JagoJurnal via WhatsApp

Bab 1 berfungsi sebagai fondasi utama yang menjelaskan alasan mengapa penelitian tersebut penting untuk dilakukan. Pada bagian ini, Anda wajib menyajikan latar belakang masalah secara logis dan runtut.

Secara umum, struktur Bab 1 mencakup elemen-elemen berikut:

  1. Latar belakang masalah yang memuat kesenjangan antara das sollen (aturan) dan das sein (kenyataan).
  2. Identifikasi masalah yang menjadi fokus utama dalam tesis.
  3. Rumusan masalah yang biasanya berupa kalimat tanya terkait isu hukum tersebut.
  4. Tujuan penelitian dan manfaat baik secara teoretis maupun praktis.
  5. Orisinalitas penelitian untuk membedakan karya Anda dengan penelitian sebelumnya.

Selanjutnya, pastikan latar belakang Anda tidak terlalu melebar ke isu lain yang tidak relevan. Fokuslah pada kedudukan norma atau kekosongan hukum yang ingin Anda isi melalui tesis ini.

Bagaimana cara menyusun tinjauan pustaka di Bab 2?

Bab 2 berisi kajian teori dan landasan konseptual yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah pada bab sebelumnya. Bagian ini bukan sekadar kutipan, melainkan sintesis dari berbagai sumber hukum.

Dalam menyusun Bab 2, Anda harus melakukan langkah-langkah berikut:

  1. Pilihlah teori hukum yang relevan dengan topik penelitian, misalnya teori kepastian hukum atau keadilan.
  2. Jabarkan konsep-konsep utama yang akan menjadi pisau analisis Anda.
  3. Gunakan literatur primer seperti undang-undang, putusan pengadilan, dan buku teks hukum klasik.
  4. Sandingkan pendapat pakar yang berbeda untuk menunjukkan kedalaman analisis Anda.

Oleh karena itu, pilihlah literatur yang kredibel untuk memperkuat argumen Anda. Hindari penggunaan sumber sekunder yang tidak memiliki reputasi akademik jelas agar kualitas tesis tetap terjaga.

Apa tujuan penulisan Bab 3 Metode Penelitian?

Bab 3 menjelaskan cara Anda mengumpulkan dan menganalisis data hukum dalam tesis Anda secara metodologis. Pada bagian ini, Anda wajib mendeskripsikan pendekatan yang digunakan agar pembaca memahami validitas penelitian tersebut.

Secara garis besar, metode penelitian hukum mencakup poin-poin penting berikut:

  1. Jenis penelitian, apakah normatif, empiris, atau doktrinal.
  2. Pendekatan penelitian, seperti pendekatan undang-undang (statute approach) atau pendekatan konseptual.
  3. Sumber bahan hukum, meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier.
  4. Teknik pengumpulan dan analisis bahan hukum secara sistematis.

Singkatnya, Bab 3 adalah kompas bagi penelitian Anda. Pastikan konsistensi antara metode yang dipilih dengan rumusan masalah di Bab 1 agar alur tesis tetap sinkron.

Langkah-langkah menyusun Bab 4 Analisis dan Pembahasan

Bab 4 merupakan inti dari tesis di mana Anda menjawab rumusan masalah dengan menggunakan pisau analisis dari Bab 2. Bagian ini biasanya menjadi bagian terpanjang dan paling menantang dalam penulisan.

Untuk menghasilkan pembahasan yang berbobot, terapkan strategi berikut:

  1. Deskripsikan hasil temuan penelitian secara faktual sesuai dengan data yang ditemukan.
  2. Lakukan analisis kritis dengan mengaitkan temuan tersebut dengan teori yang sudah dijelaskan di Bab 2.
  3. Berikan argumen hukum yang kuat dan hindari hanya mengutip ulang peraturan perundang-undangan.
  4. Gunakan logika hukum yang deduktif atau induktif sesuai dengan metode yang Anda pilih di awal.

Di sisi lain, perhatikan pula konsistensi istilah hukum yang digunakan. Jangan sampai terjadi inkonsistensi terminologi yang membingungkan pembaca atau penguji saat sidang tesis nanti.

Apa yang harus ada dalam Bab 5 Penutup?

Bab 5 berisi kesimpulan atas hasil penelitian dan saran yang diberikan kepada pihak terkait. Kesimpulan harus menjawab secara lugas rumusan masalah yang sudah diajukan di Bab 1.

Dalam membuat kesimpulan, perhatikan tips berikut ini:

  1. Buatlah ringkasan dari hasil pembahasan yang disarikan secara padat dan jelas.
  2. Pastikan setiap poin kesimpulan menjawab poin rumusan masalah secara satu-per-satu.
  3. Berikan saran yang bersifat solutif, konstruktif, dan memiliki dasar hukum yang kuat.
  4. Hindari memasukkan data baru yang belum pernah dibahas sebelumnya dalam bab ini.

Demikian pula dengan saran, pastikan sasaran dari saran tersebut jelas. Apakah ditujukan untuk pembuat undang-undang, praktisi hukum, atau akademisi agar dampak penelitian Anda nyata.

Tips praktis menjaga produktivitas menulis tesis

Menulis tesis adalah maraton, bukan sprint, sehingga manajemen waktu sangat menentukan keberhasilan Anda. Pertama-tama, buatlah jadwal menulis harian yang realistis agar Anda tidak merasa terbebani oleh target yang terlalu besar.

Selain itu, hindari menunda-nunda pengerjaan draf awal dengan dalih mencari referensi yang sempurna. Tulislah draf kasar terlebih dahulu, kemudian lakukan proses revisi (editing) di kemudian hari saat draf sudah lengkap.

Selanjutnya, selalu siapkan catatan kecil atau catatan kaki (footnote) setiap kali membaca referensi. Kebiasaan ini akan sangat membantu saat Anda menyusun daftar pustaka agar tidak ada sumber yang terlewat atau salah format.

Terakhir, tetaplah menjalin komunikasi dengan dosen pembimbing secara berkala. Masukan dari pembimbing sangat berharga untuk meluruskan fokus penelitian agar tetap berada pada jalur yang benar.

Pertanyaan Umum

Apakah perlu menyusun kerangka tesis sebelum menulis bab per bab?

Ya, membuat kerangka (outline) sangat disarankan agar penulisan lebih terarah dan argumen antar bab tetap konsisten sejak awal.

Bagaimana cara menghindari plagiarisme dalam tesis hukum?

Gunakan aplikasi pengecek plagiarisme resmi dan pastikan setiap kutipan disertai sitasi yang sesuai dengan pedoman penulisan universitas Anda.

Berapa banyak referensi yang ideal untuk tesis?

Jumlah referensi bervariasi, namun umumnya mencakup kombinasi buku teks klasik, jurnal ilmiah terbaru, dan peraturan perundang-undangan yang relevan.

Apa kendala paling umum saat menulis tesis bidang hukum?

Biasanya kendala utama adalah sulitnya memfokuskan analisis hukum pada isu yang terlalu luas. Butuh bantuan langsung dari tim ahli? Hubungi Tim JagoJurnal via WhatsApp di 0856-4369-5389 untuk konsultasi gratis.

Butuh bantuan lebih lanjut?

Jangan biarkan revisi kecil menahan kelulusanmu

Tim JagoJurnal siap bantu bagian teknis yang paling sering bikin proses jadi lambat — bukan menulis ulang karyamu, tapi membantu kamu menyempurnakannya sendiri.

01Proofreading jurnal & makalah
02Bantuan editing & formatting skripsi & tesis
03Olah data & statistik (SPSS, Eviews, dll)
04Bantuan editing & formatting jurnal & makalah
Konsultasi gratis via WhatsApp

Konsultasi awal tanpa biaya. Respons cepat pada jam kerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *