Cara Cek Quartil (Q1, Q2, Q3, Q4) Jurnal Scopus Melalui Portal ScimagoJR

Scopus & Internasional Oleh admin · Juli 26, 2026

Bagi para akademisi, dosen, mahasiswa pascasarjana, dan peneliti di Indonesia, publikasi artikel ilmiah di jurnal internasional bereputasi merupakan sebuah keharusan demi kelancaran karier akademik. Salah satu basis data pengindeks global yang paling diakui oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi adalah Scopus. Namun, tidak semua jurnal terindeks Scopus memiliki standar kualitas yang sama. Untuk memetakan kualitas jurnal-jurnal tersebut, komunitas ilmiah global menggunakan sistem klasterisasi yang dikenal dengan istilah kuartil atau quartil (Q). Mengetahui cara cek quartil jurnal scopus di scimagojr merupakan langkah pertama yang sangat krusial sebelum Anda memutuskan untuk mensubmit draf manuskrip Anda ke penerbit internasional agar terhindar dari jurnal berkualitas rendah atau predator.

Apa Itu Quartil Jurnal Scopus dan Mengapa Sangat Penting?

Quartil atau kuartil (Q1, Q2, Q3, Q4) adalah sistem pemeringkatan jurnal ilmiah berdasarkan tingkat dampak dan pengaruhnya di bidang studi sejenis. Indikator ini sangat penting karena sering menjadi syarat kelulusan mahasiswa pascasarjana maupun syarat kenaikan jabatan fungsional dosen di Indonesia. Dengan sistem ini, peneliti dapat mengukur seberapa kredibel dan kompetitif suatu jurnal di tingkat global sebelum mengirimkan karya ilmiah mereka.

Sistem pengelompokan kuartil ini dibagi menjadi empat tingkatan utama berdasarkan performa kutipan (sitasi) dalam bidang ilmu yang relevan:

  • Quartile 1 (Q1): Kelompok 25% jurnal teratas yang memiliki pengaruh paling besar, reputasi sangat tinggi, dan proses seleksi artikel yang sangat ketat.
  • Quartile 2 (Q2): Kelompok jurnal menengah-keatas yang berada di posisi 25% hingga 50% dalam kategori bidang ilmunya.
  • Quartile 3 (Q3): Kelompok jurnal menengah-kebawah yang menempati posisi 50% hingga 75% dari total sebaran jurnal sejenis.
  • Quartile 4 (Q4): Kelompok 25% terbawah dari daftar jurnal terindeks dalam kategori subjek tersebut, yang sering kali menjadi gerbang awal bagi peneliti pemula untuk menembus indeks internasional.

Memahami posisi kuartil ini sangat menentukan angka kredit (KUM) yang akan diperoleh dosen. Sebagai contoh, publikasi di jurnal berstatus Q1 atau Q2 biasanya dihargai jauh lebih tinggi dibandingkan dengan publikasi di jurnal berskala Q3 atau Q4.

Bagaimana Cara Cek Quartil Jurnal Scopus di Scimagojr?

💬 Butuh bantuan langsung? Chat tim JagoJurnal via WhatsApp

Cara mengecek kuartil jurnal di ScimagoJR dilakukan dengan memasukkan nama jurnal atau nomor ISSN pada kolom pencarian di situs resmi ScimagoJR, memilih jurnal yang sesuai, lalu melihat diagram kuartil di bagian bawah profil jurnal tersebut. Proses ini sangat cepat, mudah, dan dapat diakses secara gratis oleh siapa saja tanpa perlu akun berbayar. Melalui situs ini, Anda bisa langsung mengetahui apakah sebuah jurnal berada di posisi Q1, Q2, Q3, atau Q4 pada tahun rilis terbaru.

Berikut adalah langkah-langkah sistematis yang dapat Anda ikuti untuk memeriksa status kuartil jurnal pilihan Anda:

  1. Buka peramban (browser) di perangkat Anda dan kunjungi situs resmi Scimago Journal & Country Rank (SJR).
  2. Pada halaman utama, cari kolom pencarian yang terletak di bagian atas dengan teks petunjuk ‘Journal Title, ISSN or Publisher Name’.
  3. Ketikkan judul lengkap jurnal target atau masukkan nomor ISSN (International Standard Serial Number) untuk hasil pencarian yang jauh lebih akurat dan spesifik.
  4. Tekan tombol ‘Enter’ pada kibor Anda atau klik ikon pencarian di sebelah kanan kolom tersebut.
  5. Dari daftar hasil pencarian yang muncul, klik pada nama jurnal yang sesuai dengan tujuan Anda. Anda akan diarahkan ke halaman profil detail jurnal tersebut.
  6. Scroll halaman profil ke bawah secara perlahan hingga Anda menemukan bagian tabel berwarna-warni yang berjudul ‘Quartiles’.
  7. Perhatikan baris tahun terbaru dan lihat warna kotak serta simbol ‘Q’ yang tertera pada kolom subjek bidang ilmu jurnal tersebut.

Dengan mengikuti panduan di atas, Anda tidak hanya mengetahui tingkat kuartil jurnal tersebut secara umum, melainkan juga performa historis jurnal itu dari tahun ke tahun yang digambarkan melalui diagram perkembangan warna.

Bagaimana Cara Membaca Nilai SJR dan H-Index di ScimagoJR?

Nilai SJR (SCImago Journal Rank) mengukur prestise ilmiah rata-rata per artikel dengan memperhitungkan jumlah sitasi dan reputasi jurnal yang memberikan sitasi tersebut. Sementara itu, H-Index menunjukkan produktivitas dan dampak kutipan dari publikasi yang dihasilkan oleh jurnal atau peneliti tersebut sepanjang waktu. Kedua metrik ini saling melengkapi untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai kredibilitas sebuah wadah publikasi ilmiah.

SJR tidak sekadar menghitung kuantitas sitasi secara mentah. Algoritma SJR bekerja dengan memberikan bobot lebih tinggi pada sitasi yang datang dari jurnal-jurnal besar yang juga memiliki reputasi tinggi. Artinya, satu sitasi dari jurnal Q1 akan bernilai jauh lebih tinggi bagi peningkatan SJR sebuah jurnal dibandingkan beberapa sitasi dari jurnal Q4. Sedangkan H-index sebesar 30, misalnya, berarti ada minimal 30 artikel dari jurnal tersebut yang masing-masing telah dikutip minimal sebanyak 30 kali oleh artikel ilmiah lainnya. Semakin tinggi nilai kedua indikator ini, semakin diakui pula kualitas karya ilmiah yang diterbitkan di dalamnya.

Apa Perbedaan Utama Antara CiteScore Scopus dan SJR ScimagoJR?

Perbedaan utama terletak pada metodologi perhitungan, di mana CiteScore dihitung langsung oleh Scopus berdasarkan rata-rata sitasi per dokumen dalam kurun waktu 4 tahun terakhir tanpa membedakan bobot asal sitasi. Sebaliknya, SJR dihitung oleh institusi eksternal SCImago menggunakan algoritma Google PageRank yang memberikan bobot berbeda pada setiap sitasi berdasarkan prestise jurnal penilai. Hal ini membuat kedua platform terkadang menampilkan klasifikasi peringkat yang sedikit berbeda.

Meskipun ScimagoJR mengambil data mentah publikasi langsung dari database Scopus milik Elsevier, sistem pemrosesan datanya berjalan secara mandiri. Hal inilah yang menyebabkan mengapa sebuah jurnal terkadang bisa dikategorikan sebagai Q1 di portal ScimagoJR, namun jika dicek menggunakan metrik CiteScore di laman resmi Scopus, posisinya berada di rentang persentil yang setara dengan Q2. Di Indonesia, baik indikator CiteScore maupun SJR umumnya diakui, namun sangat penting bagi Anda untuk selalu merujuk pada pedoman operasional penilaian angka kredit yang dikeluarkan oleh kampus atau kementerian Anda.

Apa Saja Tips Memilih Jurnal Scopus yang Aman dan Bereputasi?

Untuk memilih jurnal Scopus yang aman, Anda harus selalu mencocokkan status indeksnya langsung di database Scopus, menghindari jurnal dengan waktu review yang terlalu cepat (indikasi predator), serta memeriksa konsistensi jumlah artikel yang diterbitkan setiap tahunnya. Langkah ini akan menghindarkan Anda dari jurnal ‘discontinued’ atau predator yang dapat menggagalkan proses kelulusan akademik Anda.

Berikut adalah beberapa tips tambahan yang sangat disarankan bagi para peneliti sebelum melakukan submisi naskah:

  • Periksa Status Keaktifan Jurnal: Pastikan status jurnal di database Scopus masih tertulis ‘Active’. Jika tertulis ‘discontinued’, hindari jurnal tersebut meskipun di ScimagoJR statusnya masih terlihat aktif.
  • Analisis Kecepatan Publikasi: Jurnal ilmiah berkualitas tinggi biasanya memerlukan waktu proses review yang rasional, berkisar antara 3 hingga 9 bulan. Waspadai jurnal yang menjanjikan jaminan terbit instan dalam waktu beberapa hari.
  • Hindari Jurnal dengan APC yang Tidak Wajar: Beberapa jurnal predator memungut biaya publikasi (Article Processing Charge) yang sangat mahal tanpa melalui proses peer-review yang kredibel dan objektif.
  • Sesuaikan dengan Ruang Lingkup (Scope): Pastikan topik penelitian Anda benar-benar sesuai dengan fokus studi yang ditentukan oleh dewan editor jurnal tujuan guna meminimalkan penolakan administratif langsung.

Mengapa Kuartil Jurnal Bisa Mengalami Perubahan Setiap Tahun?

Kuartil jurnal dapat berubah setiap tahun karena peringkat ini bersifat dinamis dan dievaluasi ulang berdasarkan akumulasi jumlah sitasi baru yang diterima oleh jurnal tersebut dibandingkan dengan kompetitornya dalam kategori bidang ilmu yang sama. Jika performa sitasi sebuah jurnal menurun atau jumlah publikasi berkualitasnya berkurang, posisinya bisa turun dari Q1 ke Q2, atau sebaliknya.

Setiap tahun, biasanya sekitar bulan Juni atau Juli, ScimagoJR merilis pembaruan data tahunan. Perubahan posisi kuartil ini mencerminkan dinamika riset global. Oleh karena itu, bagi dosen atau mahasiswa yang merencanakan publikasi jangka panjang, memantau tren perkembangan performa jurnal dalam 3 sampai 5 tahun terakhir sangat membantu untuk memprediksi stabilitas posisi kuartil jurnal tersebut di masa depan.

Kesimpulan

Memahami cara cek quartil jurnal scopus di scimagojr adalah modal awal yang sangat fundamental bagi setiap akademisi yang ingin menembus kancah publikasi global secara aman dan tepercaya. Dengan memanfaatkan metrik kuartil, SJR, dan H-Index, Anda dapat menganalisis kualitas jurnal secara objektif dan merumuskan strategi publikasi yang paling efektif. Selalu ingat bahwa tidak ada jalan pintas dalam dunia publikasi ilmiah; setiap jurnal bereputasi pasti menuntut kualitas riset yang kuat, metodologi yang sahih, serta tata tulis yang memenuhi standar akademis internasional.

Pertanyaan Umum

Apakah semua jurnal yang terdaftar di ScimagoJR sudah pasti masih aktif terindeks di Scopus?

Tidak selalu. ScimagoJR memperbarui datanya sekali setahun, sehingga jurnal yang baru saja didepak (discontinued) dari Scopus mungkin masih terlihat aktif di portal ScimagoJR hingga pembaruan data berikutnya dirilis.

Mengapa sebuah jurnal bisa memiliki kuartil yang berbeda-beda dalam satu halaman profil yang sama?

Hal ini terjadi karena jurnal tersebut mencakup lebih dari satu kategori subjek keilmuan (subject category). Setiap kategori memiliki persaingan tersendiri, sehingga jurnal tersebut bisa berstatus Q1 di bidang ilmu A, tetapi berstatus Q2 di bidang ilmu B.

Apakah situs ScimagoJR dapat diakses secara gratis oleh masyarakat umum?

Ya, portal ScimagoJR merupakan platform terbuka (open access) yang dapat diakses oleh siapa saja secara gratis tanpa perlu melakukan registrasi akun atau membayar biaya berlangganan apa pun.

Bagaimana cara memastikan agar artikel kita tidak salah masuk ke jurnal Scopus gadungan atau kloningan?

Selalu akses situs resmi jurnal melalui tautan ‘Source Homepage’ yang disediakan langsung pada profil resmi jurnal di database Scopus, bukan dari mesin pencari umum. Butuh bantuan langsung dari tim ahli? Hubungi Tim JagoJurnal via WhatsApp di 0856-4369-5389 untuk konsultasi gratis.

“} “} konsultasi gratis.

“}

admin, garuda
Kontributor · Riset Akademik & Publikasi Ilmiah

Tim Redaksi JagoJurnal menyusun panduan akademik berdasarkan riset kata kunci dan kebutuhan nyata pembaca seputar skripsi, tesis, dan publikasi jurnal ilmiah.

Butuh bantuan lebih lanjut?

Jangan biarkan revisi kecil menahan kelulusanmu

Tim JagoJurnal siap bantu bagian teknis yang paling sering bikin proses jadi lambat — bukan menulis ulang karyamu, tapi membantu kamu menyempurnakannya sendiri.

01Proofreading jurnal & makalah
02Bantuan editing & formatting skripsi & tesis
03Olah data & statistik (SPSS, Eviews, dll)
04Bantuan editing & formatting jurnal & makalah
Konsultasi gratis via WhatsApp

Konsultasi awal tanpa biaya. Respons cepat pada jam kerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *