Cara melakukan uji korelasi spearman sendiri di SPSS

Olah Data Oleh · September 12, 2026

Belajar cara melakukan uji korelasi spearman sendiri di spss sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan oleh kebanyakan mahasiswa tingkat akhir. Metode statistik non-parametrik ini sering digunakan untuk menguji hubungan antara dua variabel berskala ordinal atau interval yang tidak berdistribusi normal. Dengan menguasai langkah-langkah ini, Anda bisa mengolah data penelitian mandiri tanpa perlu bergantung pada orang lain. Oleh karena itu, mari kita bahas panduan praktis ini dari awal hingga interpretasi hasil outputnya secara mendalam.

Sebelum melangkah lebih jauh, sangat penting bagi peneliti untuk memahami dasar teori di balik uji hubungan ini. Sebagai contoh, analisis ini mengukur kekuatan dan arah hubungan monotonik antara dua variabel acak. Selain itu, Anda tidak perlu khawatir tentang asumsi normalitas yang sering kali menyulitkan dalam statistik parametrik. Mari kita pelajari konsep dasarnya terlebih dahulu agar proses analisis berjalan lancar.

Apa Itu Uji Korelasi Spearman?

Uji korelasi Spearman adalah metode statistik non-parametrik yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan arah hubungan antara dua variabel berskala ordinal. Dengan kata lain, uji ini menentukan seberapa baik hubungan kedua variabel dapat digambarkan menggunakan fungsi monotonik. Analisis ini sangat berguna ketika data penelitian Anda tidak memenuhi asumsi normalitas distribusi data.

Berbeda dengan korelasi Pearson, metode Spearman tidak mendasarkan perhitungan pada nilai aktual data mentah. Sebaliknya, rumus ini bekerja dengan cara memberikan peringkat atau ranking pada setiap nilai data terlebih dahulu. Oleh karena itu, uji ini sangat tangguh terhadap keberadaan data pencilan atau outlier yang sering mengacaukan analisis statistik parametrik.

Kapan Kita Harus Menggunakan Korelasi Spearman?

💬 Butuh bantuan langsung? Chat tim JagoJurnal via WhatsApp

Kita harus menggunakan korelasi Spearman ketika data penelitian bertipe ordinal atau data interval yang tidak memenuhi asumsi distribusi normal. Selain itu, uji ini tepat digunakan jika hubungan antar variabel bersifat monotonik namun tidak linier secara sempurna. Dengan menggunakan metode ini, Anda tetap bisa mendapatkan hasil analisis yang valid meskipun sebaran data tergolong tidak ideal.

Sebagai contoh nyata, Anda ingin melihat hubungan antara peringkat kelas dengan tingkat motivasi belajar siswa. Skala pengukuran ordinal seperti kuesioner skala Likert juga sangat cocok dianalisis menggunakan metode non-parametrik ini. Namun, pastikan variabel yang dihubungkan bersifat independen satu sama lain agar hasil analisis akhir tetap objektif.

Apa Saja Syarat Uji Korelasi Spearman?

Syarat utama uji korelasi Spearman meliputi skala data variabel minimal berbentuk ordinal, serta kedua variabel memiliki jenis hubungan monotonik. Selain itu, sampel data harus diambil secara independen tanpa adanya ketergantungan satu dengan yang lain. Karakteristik penting lainnya adalah metode ini tidak mensyaratkan data harus berdistribusi normal seperti pada uji korelasi Pearson.

Meskipun syaratnya lebih longgar, Anda tetap harus memperhatikan kualitas data sebelum memulai proses analisis di software. Pastikan tidak ada kesalahan input data yang dapat memengaruhi penentuan peringkat nantinya. Terlebih lagi, uji ini sangat direkomendasikan oleh banyak jurnal ilmiah bereputasi seperti yang terindeks di SINTA Kemendikbud untuk penelitian kuantitatif.

Panduan Lengkap Cara Melakukan Uji Korelasi Spearman Sendiri di SPSS

Melakukan pengolahan data secara mandiri akan memberikan pemahaman yang jauh lebih mendalam terhadap hasil riset Anda. Proses ini sebenarnya cukup sederhana dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja jika seluruh data sudah siap diinput. Mari ikuti panduan langkah demi langkah di bawah ini dengan cermat dan teliti.

Langkah Persiapan Data di SPSS

Pertama-tama, jalankan aplikasi IBM SPSS di laptop Anda dan siapkan lembar kerja baru. Buka tab Variable View di bagian pojok kiri bawah untuk mengatur nama dan tipe variabel penelitian Anda. Sebagai contoh, buatlah variabel X dengan label ‘Motivasi’ dan variabel Y dengan label ‘Prestasi Belajar’. Jangan lupa untuk mengubah kolom Measure menjadi ‘Ordinal’ atau ‘Scale’ sesuai dengan karakteristik data Anda.

Selanjutnya, beralihlah ke tab Data View untuk memasukkan seluruh angka hasil kuesioner atau observasi. Input data secara berurutan sesuai baris responden agar tidak terjadi kesalahan pemasangan variabel. Pastikan jumlah baris pada variabel X dan variabel Y sudah sama persis sebelum Anda memulai proses kalkulasi.

Langkah Analisis Korelasi Spearman

Setelah seluruh data terinput dengan benar, kini saatnya melakukan pemrosesan statistik secara otomatis. Ikuti langkah-langkah praktis berikut untuk memulai kalkulasi:

  1. Klik menu utama Analyze pada bilah menu SPSS bagian atas.
  2. Pilih sub-menu Correlate, lalu klik opsi Bivariate.
  3. Pindahkan kedua variabel dari kotak kiri ke kotak Variables di sebelah kanan.
  4. Pada bagian Correlation Coefficients, hilangkan centang pada pilihan Pearson.
  5. Berikan tanda centang pada pilihan Spearman untuk mengaktifkan uji non-parametrik.
  6. Pastikan opsi Test of Significance terpilih Two-tailed dan centang opsi Flag significant correlations.
  7. Klik tombol OK untuk mengeksekusi analisis dan memunculkan jendela output SPSS.

Setelah menekan tombol OK, sistem akan segera memproses data dan memunculkan tabel korelasi non-parametrik. Hasil perhitungan inilah yang nantinya akan Anda salin dan masukkan ke dalam bab analisis data penelitian Anda.

Bagaimana Cara Membaca Output Uji Spearman?

Cara membaca output uji Spearman adalah dengan berfokus pada dua nilai utama, yaitu nilai Signifikansi (Sig. 2-tailed) dan Koefisien Korelasi (Correlation Coefficient). Nilai signifikansi menentukan ada tidaknya hubungan yang berarti, sedangkan koefisien korelasi menunjukkan kekuatan serta arah hubungan tersebut. Kedua indikator ini wajib dituliskan secara lengkap di dalam laporan hasil penelitian Anda.

Sebagai contoh, nilai p-value yang kecil menunjukkan bahwa hubungan antar variabel bukan terjadi karena faktor kebetulan belaka. Di sisi lain, angka koefisien korelasi akan membantu Anda menjelaskan seberapa erat hubungan tersebut secara kuantitatif. Berikut adalah rincian interpretasi dari masing-masing indikator tersebut secara lebih mendalam.

Interpretasi Signifikansi (Nilai p-value)

Langkah awal yang paling krusial adalah melihat nilai Sig. (2-tailed) pada tabel output Spearman’s rho. Jika nilai signifikansi ini lebih kecil dari 0.05, maka hipotesis nol ditolak yang berarti terdapat hubungan signifikan. Sebaliknya, jika nilai Sig. lebih besar dari 0.05, maka hubungan kedua variabel dinilai tidak signifikan secara statistik.

Oleh karena itu, pastikan Anda membandingkan nilai ini dengan tingkat kesalahan (alpha) yang ditetapkan sejak awal riset. Sebagian besar penelitian sosial menggunakan batas toleransi kesalahan sebesar 5 persen atau 0.05. Penentuan signifikansi ini menjadi fondasi utama dalam menarik kesimpulan hipotesis penelitian Anda.

Interpretasi Kekuatan dan Arah Hubungan

Setelah mengetahui status signifikansi, perhatikan nilai Correlation Coefficient yang berkisar antara -1 hingga +1. Angka yang mendekati 1 atau -1 menunjukkan hubungan yang sangat kuat, sementara angka mendekati 0 menunjukkan hubungan lemah. Tanda positif (+) atau negatif (-) di depan angka menunjukkan arah hubungan antar variabel tersebut.

Sebagai contoh, koefisien bernilai positif berarti terjadi hubungan searah; jika variabel X naik, maka variabel Y juga naik. Di sisi lain, koefisien bernilai negatif menunjukkan hubungan berlawanan arah yang berarti kenaikan variabel X diikuti penurunan variabel Y. Melalui pemahaman arah ini, Anda dapat merumuskan rekomendasi praktis yang logis bagi pembaca penelitian.

Tips Praktis Menghindari Error Saat Analisis

Terkadang peneliti pemula mengalami kendala saat hasil output SPSS tidak muncul atau menghasilkan nilai kosong (system missing). Masalah ini biasanya dipicu oleh adanya sel data yang kosong atau format penulisan desimal yang tidak konsisten. Oleh sebab itu, selalu periksa kembali kelengkapan baris data Anda sebelum menekan tombol analisis.

Selain itu, hindari memaksakan interpretasi jika hasil uji korelasi menunjukkan nilai yang tidak signifikan. Laporkan hasil apa adanya secara jujur dan ilmiah karena ketidaksignifikanan juga merupakan sebuah temuan ilmiah yang berharga. Sikap objektif ini sangat dihargai dalam komunitas akademik global saat melakukan tinjauan sejawat naskah.

Singkatnya, menguasai analisis statistik mandiri akan sangat menghemat waktu dan meningkatkan rasa percaya diri Anda saat sidang akhir. Teruslah berlatih menggunakan berbagai variasi data agar intuisi statistik Anda semakin terasah dengan baik.

Pertanyaan Umum

Apakah korelasi Spearman membutuhkan uji normalitas?

Tidak, uji korelasi Spearman merupakan bagian dari statistik non-parametrik yang tidak mensyaratkan data berdistribusi normal. Oleh karena itu, metode ini sering dipakai sebagai alternatif ketika uji Pearson tidak memenuhi asumsi normalitas.

Apa arti tanda minus pada nilai koefisien korelasi?

Tanda minus menunjukkan arah hubungan yang berlawanan atau negatif antara kedua variabel penelitian. Dengan kata lain, jika nilai satu variabel mengalami peningkatan, maka nilai variabel lainnya akan mengalami penurunan.

Bagaimana jika nilai signifikansi Spearman tepat di angka 0.05?

Jika nilai signifikansi pas di angka 0.05, peneliti biasanya merujuk pada teori pendukung atau memperbesar jumlah sampel untuk mendapatkan hasil yang lebih meyakinkan. Keputusan akhir untuk menolak atau menerima hipotesis harus didasarkan pada standar metodologi bidang ilmu masing-masing.

Apakah hasil korelasi Spearman bisa membuktikan hubungan sebab-akibat?

Tidak, korelasi hanya mengukur keeratan dan arah hubungan antar variabel, bukan membuktikan hubungan sebab-akibat (kausalitas). Butuh bantuan langsung dari tim ahli? Hubungi Tim JagoJurnal via WhatsApp di 0856-4369-5389 untuk konsultasi gratis.

“} >

“} “}

“}

“}

“}

“}

“}

Butuh bantuan lebih lanjut?

Jangan biarkan revisi kecil menahan kelulusanmu

Tim JagoJurnal siap bantu bagian teknis yang paling sering bikin proses jadi lambat — bukan menulis ulang karyamu, tapi membantu kamu menyempurnakannya sendiri.

01Proofreading jurnal & makalah
02Bantuan editing & formatting skripsi & tesis
03Olah data & statistik (SPSS, Eviews, dll)
04Bantuan editing & formatting jurnal & makalah
Konsultasi gratis via WhatsApp

Konsultasi awal tanpa biaya. Respons cepat pada jam kerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *