Cara Membuat Artikel Jurnal Dari Tesis
Cara membuat artikel jurnal dari tesis adalah proses mengubah karya penelitian yang panjang menjadi naskah ringkas dan padat agar layak terbit di jurnal ilmiah. Langkah utamanya melibatkan pemangkasan bab, penyesuaian gaya bahasa, dan fokus pada temuan paling signifikan dari penelitian Anda.
Poin Penting:
- Tesis bukanlah artikel jurnal; perlakukan sebagai dokumen terpisah.
- Fokuskan naskah pada satu temuan utama atau kontribusi kebaruan (novelty).
- Lakukan penyesuaian sistematika sesuai format jurnal target.
- Gunakan bahasa yang lebih ringkas dan hindari pengulangan.
Mengapa Perlu Mengubah Tesis Menjadi Artikel Jurnal?
Tesis cenderung memiliki struktur yang sangat tebal dan detail untuk keperluan akademis di kampus. Sebaliknya, artikel jurnal menuntut efisiensi informasi agar pembaca dapat menangkap inti penelitian dengan cepat. Oleh karena itu, Anda harus melakukan sintesis ulang terhadap data yang dimiliki.
Publikasi di jurnal ilmiah sangat penting untuk jejak karier Anda di dunia akademik. Dengan mempublikasikan hasil riset ke portal seperti SINTA Kemdikbud, karya Anda akan lebih mudah ditemukan, dikutip, dan diakui oleh komunitas peneliti internasional.
Apa Saja Persiapan Sebelum Menulis Artikel Jurnal?
Langkah awal yang krusial adalah menetapkan jurnal target sebelum mulai menulis. Anda perlu menyesuaikan naskah dengan gaya selingkung atau pedoman penulisan jurnal tersebut agar peluang diterima lebih besar.
Setelah menentukan target, lakukan langkah-langkah berikut secara sistematis:
- Pilih data kunci dari tesis yang paling menonjol.
- Periksa kembali literatur terbaru untuk memperbarui konteks penelitian.
- Unduh templat atau gaya selingkung dari situs web jurnal tujuan.
- Petakan bagian-bagian tesis yang akan dimasukkan ke dalam artikel.
Bagaimana Cara Memilih Data yang Relevan dari Tesis?
Memilih data yang tepat berarti Anda harus berani membuang bagian yang tidak relevan dengan argumen utama artikel. Tesis seringkali mencakup semua langkah riset, namun jurnal hanya membutuhkan alur logika yang paling tajam.
Anda dapat menggunakan tabel perbandingan berikut untuk membantu proses seleksi materi:
| Komponen | Tesis | Artikel Jurnal |
|---|---|---|
| Panjang Halaman | Dapat mencapai 100+ halaman | Biasanya 10-20 halaman |
| Tinjauan Pustaka | Sangat mendalam dan luas | Ringkas, fokus pada gap riset |
| Analisis | Seluruh data mentah disajikan | Hasil utama dan sintesis |
Bagaimana Strategi Menyusun Struktur Naskah Jurnal?
Struktur naskah jurnal umumnya mengikuti format IMRAD (Introduction, Methods, Results, and Discussion). Anda harus menyusun ulang argumen dari tesis ke dalam struktur ini tanpa mengubah substansi hasil riset yang telah diverifikasi.
Pertama-tama, buatlah pendahuluan yang singkat namun mampu menunjukkan urgensi masalah. Selanjutnya, jelaskan metodologi secara padat agar pembaca memahami validitas riset Anda. Terakhir, gabungkan hasil dan pembahasan agar alur pembacaan tidak terputus.
Menulis Bagian Pendahuluan dan Metode
Pendahuluan harus menonjolkan kebaruan atau *novelty* penelitian Anda secara gamblang. Hindari mengulang seluruh sejarah penelitian, melainkan langsung pada *research gap* yang ingin Anda isi melalui tesis tersebut.
Di bagian metode, fokuslah pada prosedur yang paling krusial untuk replikasi riset. Anda tidak perlu menyertakan setiap langkah administratif yang ada di tesis, kecuali jika metode tersebut menjadi temuan utama Anda.
Mengolah Bagian Hasil dan Pembahasan
Bagian hasil harus menyajikan temuan secara objektif melalui tabel atau gambar yang informatif. Jangan menuliskan ulang semua angka dalam narasi, cukup soroti tren atau perbedaan yang paling signifikan.
Singkatnya, bagian pembahasan berfungsi untuk menafsirkan temuan Anda terhadap literatur yang ada. Pastikan Anda tidak sekadar mengulang hasil, melainkan menjelaskan mengapa temuan tersebut penting dalam bidang ilmu yang digeluti.
Tips Praktis Menghindari Kesalahan Umum
Kesalahan umum yang sering dilakukan mahasiswa adalah melakukan *self-plagiarism* dengan menyalin teks tesis secara utuh. Lakukan penulisan ulang (*paraphrasing*) yang mendalam agar naskah terasa segar dan orisinal.
Selain itu, perhatikan batasan jumlah kata yang ditentukan oleh editor jurnal. Jika naskah terlalu panjang, prioritaskan untuk memangkas kutipan pustaka yang tidak terlalu relevan dengan fokus utama naskah tersebut.
Pertanyaan Umum
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengubah tesis menjadi jurnal?
Proses ini bervariasi, namun umumnya membutuhkan waktu antara 2 hingga 4 minggu tergantung pada tingkat kompleksitas data dan kesiapan naskah awal.
Apakah judul artikel jurnal harus sama persis dengan judul tesis?
Tidak harus. Judul jurnal sebaiknya lebih ringkas, menarik, dan langsung mencerminkan temuan utama penelitian daripada judul tesis yang cenderung deskriptif.
Apakah perlu mencantumkan dosen pembimbing sebagai penulis pendamping?
Ya, sangat disarankan untuk berdiskusi dengan pembimbing mengenai kepenulisan sebagai bentuk etika akademik atas kontribusi mereka dalam penelitian tersebut.
Bagaimana cara memastikan kualitas naskah sebelum dikirim?
Lakukan pengecekan plagiasi mandiri dan baca ulang naskah untuk memastikan alur logikanya runut. Butuh bantuan langsung dari tim ahli? Hubungi Tim JagoJurnal via WhatsApp di 0856-4369-5389 untuk konsultasi gratis.
Jangan biarkan revisi kecil menahan kelulusanmu
Tim JagoJurnal siap bantu bagian teknis yang paling sering bikin proses jadi lambat — bukan menulis ulang karyamu, tapi membantu kamu menyempurnakannya sendiri.
Konsultasi awal tanpa biaya. Respons cepat pada jam kerja.

Tinggalkan Balasan