Cara Membuat Jurnal Sesuai Template Sinta
Memahami cara membuat jurnal sesuai template sinta merupakan langkah krusial bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti agar naskah ilmiah siap dipublikasikan pada jurnal terakreditasi nasional. Penyesuaian format naskah mengikuti panduan penulisan (author guidelines) yang ditetapkan oleh setiap pengelola jurnal yang terindeks di portal SINTA. Proses ini mencakup pengaturan marjin, jenis huruf, tata letak tabel, hingga gaya sitasi secara konsisten.
Poin Penting:
- Setiap jurnal SINTA memiliki template khas yang wajib diikuti oleh para penulis.
- Kepatuhan terhadap template meningkatkan peluang lolosnya naskah pada tahap desk review.
- Fitur Styles pada aplikasi pengolah kata mempermudah penyesuaian tata letak naskah.
- Penggunaan manajer referensi otomatis sangat dianjurkan untuk menjamin ketepatan sitasi.
Apa yang Dimaksud dengan Template Jurnal SINTA?
Template jurnal SINTA adalah dokumen pedoman tata letak resmi yang dirancang oleh penerbit jurnal terakreditasi untuk menyelaraskan struktur serta format penulisan naskah. Dokumen ini menetapkan aturan teknis seperti jenis huruf, spasi, marjin halaman, hingga tata cara penulisan tabel dan referensi. Penulis wajib mengunduh berkas ini sebelum mengirimkan naskah ke jurnal tujuan.
Sistem Akreditasi Jurnal Nasional yang dikelola oleh Kemdiktisaintek membagi peringkat jurnal dari tingkatan SINTA 1 sampai SINTA 6. Walaupun seluruh jurnal tersebut telah terakreditasi, masing-masing pengelola jurnal memiliki gaya selingkung yang unik. Oleh sebab itu, tidak ada satu bentuk template seragam yang dapat digunakan untuk seluruh jurnal.
Setiap penerbit menyesuaikan tampilan visual jurnal demi menjaga ciri khas dan estetika publikasi mereka. Anda perlu mengunduh dokumen template langsung dari halaman resmi jurnal yang menjadi target publikasi. Memahami perbedaan gaya selingkung ini adalah fondasi awal yang sangat menentukan kelancaran proses pengiriman naskah ilmiah Anda.
Mengapa Format Artikel Harus Sesuai Template Jurnal?
Format artikel wajib disesuaikan dengan template jurnal agar naskah memenuhi kriteria kelayakan administratif awal saat diajukan ke sistem OJS. Pengelola jurnal berhak mengembalikan atau menolak naskah yang tidak sesuai panduan sebelum masuk ke proses evaluasi penelaah (reviewer). Penyesuaian format yang rapi juga membantu mempercepat tahap penyuntingan akhir setelah naskah diterima.
Editor jurnal ilmiah umumnya menerima banyak naskah dalam setiap periode penerbitan. Naskah yang disusun rapi sesuai template memberikan kesan profesional dan menunjukkan keseriusan penulis. Sebaliknya, naskah dengan format yang berantakan sering kali dianggap kurang dipersiapkan dengan baik.
Selain itu, format yang konsisten memudahkan reviewer dalam membaca serta menelaah substansi keilmuan naskah Anda. Alur sajian yang terstruktur membuat gagasan ilmiah dapat tersampaikan dengan jernih. Oleh karena itu, mengikuti tata letak template merupakan bentuk efisiensi kerja bagi penulis maupun tim redaksi jurnal.
Bagaimana Cara Membuat Jurnal Sesuai Template Sinta?
Cara membuat jurnal sesuai template sinta dapat dilakukan dengan mengunduh berkas master template (.docx) dari portal OJS target, lalu menyalin teks naskah Anda ke dalam template tersebut tanpa membawa format asli. Penulis selanjutnya mengaplikasikan gaya heading, menyesuaikan bentuk tabel, serta menyusun sitasi menggunakan manajer referensi otomatis.
Proses penyesuaian naskah ini memerlukan ketelitian agar seluruh elemen visual tidak menyimpang dari standar penerbit. Berikut adalah langkah-langkah praktis yang dapat Anda ikuti secara berurutan:
- Unduh Template Resmi dari Situs Jurnal: Akses laman utama jurnal target Anda, lalu cari menu Author Guidelines atau tautan pengunduhan template yang berada di panel samping.
- Buka Berkas Template dan Naskah Draf: Buka berkas template yang telah diunduh bersamaan dengan dokumen draf penelitian Anda menggunakan Microsoft Word.
- Salin Teks Menggunakan Option Unformatted Text: Salin bagian paragraf draf Anda, lalu tempelkan ke dalam dokumen template menggunakan pilihan Keep Text Only agar format lama tidak merusak susunan template.
- Gunakan Fitur Styles untuk Heading dan Subheading: Blok bagian judul atau subbab, kemudian pilih opsi gaya penulisan yang sesuai pada panel Styles yang tersedia dalam dokumen template.
- Rapikan Tampilan Tabel dan Visual Gambar: Atur ukuran lebar tabel agar sejajar dengan marjin halaman, serta pastikan resolusi gambar memiliki kejelasan yang baik sesuai standar cetak.
- Integritas Referensi Otomatis: Sambungkan perangkat lunak Mendeley atau Zotero untuk memperbarui sitasi di dalam teks dan daftar pustaka secara otomatis sesuai gaya yang diminta.
Dengan menerapkan langkah-langkah di atas secara cermat, naskah Anda akan memiliki tata letak yang presisi. Langkah teknis ini menghindarkan Anda dari kesalahan penataan dokumen yang tidak disengaja.
Apa Saja Komponen Utama dalam Template Jurnal SINTA?
Komponen utama dalam template jurnal SINTA umumnya mengikuti struktur IMRAD yang mencakup judul, data penulis, abstrak dua bahasa, kata kunci, pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan, serta daftar pustaka. Setiap komponen memiliki aturan penulisan spesifik mengenai jumlah kata, batasan spasi, dan gaya penataan huruf.
Memahami batasan pada setiap bagian naskah sangat membantu penulis dalam mengemas hasil penelitian secara padat dan informatif. Berikut adalah ringkasan aturan umum yang sering ditemui pada berbagai template jurnal:
| Komponen Naskah | Aturan Format Umum | Fungsi dan Keterangan |
|---|---|---|
| Judul Naskah | 12-15 kata, cetak tebal, ukuran font 14 pt | Menggambarkan inti penelitian secara singkat dan menarik. |
| Abstrak | 150-250 kata, 1 paragraf, spasi tunggal | Ringkasan tujuan, metode, hasil utama, dan simpulan. |
| Kata Kunci | 3-5 kata/frasa, dipisahkan koma atau titik koma | Memudahkan penemuan artikel pada mesin pencari akademis. |
| Pendahuluan | 20-25% dari total panjang naskah | Menjelaskan latar belakang, gap penelitian, dan tujuan. |
| Metode Penelitian | 10-15% dari total panjang naskah | Rincian pendekatan, data, dan teknik analisis yang digunakan. |
| Hasil & Pembahasan | 40-50% dari total panjang naskah | Penyajian data hasil penelitian serta diskusi kritis. |
| Daftar Pustaka | Gaya APA/IEEE/Harvard, dominan jurnal terbaru | Mencantumkan seluruh rujukan yang disitasi dalam teks. |
Tabel di atas menggambarkan estimasi porsi dan ketentuan dasar yang berlaku pada sebagian besar penerbitan ilmiah. Penulis perlu memeriksa kembali petunjuk spesifik pada template jurnal masing-masing untuk menyesuaikan detail kecil seperti ukuran margin dan jenis huruf.
Studi Kasus: Menyesuaikan Naskah Skripsi ke Template Jurnal SINTA 3
Untuk memberikan gambaran yang nyata, mari kita cermati skenario pengalaman seorang mahasiswa bernama Rahma. Rahma ingin mengonversi skripsi miliknya yang tebal menjadi artikel ilmiah untuk dikirimkan ke jurnal terindeks SINTA 3 bidang pendidikan.
Dokumen skripsi asli milik Rahma berjumlah 80 halaman dengan susunan bab yang sangat panjang. Rahma pertama-tama merangkum pendahuluan dan membuang teori-teori dasar yang sudah umum diketahui. Ia memfokuskan naskah pada kebaruan penelitian serta hasil analisis data empiris sehingga panjang teks berkurang menjadi 12 halaman.
Selanjutnya, Rahma mengunduh berkas template dari portal OJS jurnal tujuan. Ia menyalin paragraf demi paragraf menggunakan fitur Paste Special > Unformatted Text. Metode ini membuat jenis font Arial 10 pt dan spasi 1,15 pt dari template tetap terjaga secara konsisten tanpa ada format skripsi yang terbawa.
Rahma kemudian menggunakan manajer referensi Mendeley untuk menyesuaikan gaya sitasi dari format footnote menjadi format body note APA Style 7th Edition. Berkat kerapian naskah yang sesuai dengan panduan template, artikel Rahma langsung dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan berlanjut ke tahap pengulasan oleh dua orang reviewer.
Apa Saja Kesalahan Umum Saat Mengatur Layout Template SINTA?
Kesalahan umum saat mengatur layout template SINTA meliputi membiarkan teks petunjuk bawaan template tidak terhapus, salah mengaplikasikan ukuran font pada subbab, serta membiarkan posisi tabel terpotong oleh garis batas marjin. Selain itu, penulis kerap lupa menghapus identitas diri pada naskah saat jurnal menerapkan sistem ulasan anonim (double-blind review).
Salah satu kekeliruan yang paling kerap terjadi adalah menempelkan teks draf secara langsung tanpa membersihkan format bawaan. Hal ini sering mengakibatkan ukuran huruf di beberapa paragraf berbeda dengan paragraf lainnya. Kondisi tersebut membuat naskah nampak tidak rapi dan sulit dibaca.
Kesalahan lainnya terletak pada format tabel dan gambar. Penulis sering menggunakan tabel hasil salinan langsung dari SPSS yang masih memiliki garis vertikal tebal, padahal mayoritas jurnal ilmiah hanya mengizinkan tabel terbuka dengan garis horizontal. Oleh karena itu, penguasaan pemformatan dasar sangat dibutuhkan agar hasil layout terlihat elegan.
Terakhir, banyak penulis kurang memperhatikan syarat kebaruan rujukan pada daftar pustaka. Sebagian besar jurnal SINTA menghendaki minimal 80 persen rujukan berasal dari jurnal ilmiah terbitan 10 tahun terakhir. Mengabaikan ketentuan ini dapat menyebabkan naskah dinilai kurang memiliki relevansi ilmiah terkini.
Checklist Praktis Sebelum Mengunggah Naskah ke OJS
Sebelum Anda mengunggah berkas naskah ke platform Open Journal Systems, lakukanlah pemeriksaan akhir secara menyeluruh. Tindakan verifikasi mandiri ini sangat berharga untuk memastikan bahwa seluruh ketentuan administratif telah terpenuhi dengan sempurna.
Gunakan daftar periksa di bawah ini sebagai panduan evaluasi mandiri sebelum Anda menekan tombol kirim di sistem OJS:
- Kesesuaian Font dan Spasi: Apakah jenis huruf, ukuran font, dan jarak spasi sudah tepat sama dengan template asli?
- Kelengkapan Abstrak: Apakah abstrak disajikan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris beserta kata kunci yang sesuai?
- Penataan Tabel dan Gambar: Apakah setiap gambar dan tabel memiliki nomor, judul, serta sitasi sumber yang jelas?
- Konsistensi Sitasi: Apakah seluruh nama penulis yang disitasi dalam paragraf sudah tercantum di daftar pustaka?
- Pemeriksaan Plagiarisme: Apakah naskah telah diperiksa tingkat kemiripannya menggunakan perangkat lunak seperti Turnitin?
- Anonimitas Naskah: Apakah nama dan afiliasi penulis telah disembunyikan jika jurnal mewajibkan blind review?
Melakukan pengecekan secara berulang terhadap poin-poin di atas dapat menekan risiko penolakan awal. Dengan dokumen yang benar-benar siap, naskah Anda dapat melangkah ke tahap seleksi berikutnya dengan lebih lancar.
Pertanyaan Umum
Apakah semua jurnal SINTA memakai template yang sama?
Tidak, setiap jurnal terakreditasi SINTA memiliki template dan gaya selingkung khas yang disesuaikan dengan aturan pengelola penerbit masing-masing.
Di mana saya bisa mengunduh template jurnal SINTA?
Anda dapat mengunduh berkas template resmi pada menu Author Guidelines atau tombol unduh template yang terdapat di situs web resmi jurnal tujuan.
Bagaimana jika naskah dikirim tanpa menyesuaikan template SINTA?
Naskah yang tidak sesuai dengan template berisiko dikembalikan oleh tim editor atau ditolak langsung pada tahap desk review administratif awal.
Apakah aplikasi pengelola referensi wajib digunakan saat menyusun jurnal?
Hampir seluruh jurnal SINTA sangat menyarankan atau mewajibkan penggunaan aplikasi manajer referensi seperti Mendeley atau Zotero agar format sitasi konsisten. Butuh bantuan langsung dari tim ahli? Hubungi Tim JagoJurnal via WhatsApp di 0856-4369-5389 untuk konsultasi gratis.
Jangan biarkan revisi kecil menahan kelulusanmu
Tim JagoJurnal siap bantu bagian teknis yang paling sering bikin proses jadi lambat — bukan menulis ulang karyamu, tapi membantu kamu menyempurnakannya sendiri.
Konsultasi awal tanpa biaya. Respons cepat pada jam kerja.


Tinggalkan Balasan