Cara Membuat Skripsi Studi Literatur
Memahami cara membuat skripsi studi literatur merupakan langkah krusial bagi mahasiswa yang menyusun karya ilmiah berbasis kajian kepustakaan tanpa pengumpulan data lapangan. Metode ini berfokus pada analisis kritis, sintesis, dan evaluasi terhadap berbagai literatur ilmiah yang relevan untuk menjawab rumusan masalah secara sistematis. Melalui pendekatan yang tepat, penelitian kepustakaan mampu menghasilkan sumbangan teoritis yang bernilai tinggi bagi dunia akademik.
Poin Penting:
- Skripsi studi literatur mengandalkan sumber data sekunder berkualitas seperti jurnal terindeks SINTA dan Scopus.
- Proses penyusunan membutuhkan kriteria inklusi dan eksklusi jurnal yang jelas.
- Tahapan utama meliputi penentuan topik, ekstraksi data, sintesis kritis, hingga pengecekan plagiarisme.
- Metode ini tetap membutuhkan ketajaman analisis, bukan sekadar merangkum isi bacaan.
Apa Itu Skripsi Studi Literatur dan Mengapa Dipilih?
Skripsi studi literatur adalah metode penelitian akademis yang menggunakan dokumen sekunder seperti jurnal ilmiah, buku, dan artikel terakreditasi sebagai objek utama analisis. Pendekatan ini dipilih karena mampu memetakan perkembangan ilmu pengetahuan serta mengidentifikasi celah penelitian (research gap) tanpa perlu melakukan survei lapangan. Dengan demikian, peneliti dapat fokus mendalami teori dan temuan yang sudah ada.
Banyak mahasiswa memilih jalur ini ketika menghadapi keterbatasan akses ke lapangan atau sumber data primer. Selain itu, metode ini sangat efektif untuk mengulas topik yang berkembang pesat. Sebagai contoh, riset mengenai teknologi baru atau dinamika kebijakan publik sangat cocok dianalisis melalui studi literatur.
Meskipun tidak mengumpulkan data lapangan, bobot ilmiah dari penelitian kepustakaan tidak boleh diremehkan. Pembahasannya menuntut analisis mendalam terhadap berbagai hasil penelitian terdahulu. Oleh karena itu, rujukan yang digunakan harus berasal dari sumber tepercaya seperti direktori SINTA Kemendikbud maupun database internasional.
Bagaimana Cara Membuat Skripsi Studi Literatur Step by Step?
Cara membuat skripsi studi literatur dilakukan dengan menentukan topik spesifik, menetapkan kriteria literatur, mencari artikel ilmiah di database resmi, serta menganalisis temuan secara kritis. Setiap tahapan harus dicatat secara rinci agar alur penarikan kesimpulan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Proses ini menuntut ketelitian tinggi pada setiap langkahnya.
Untuk membantu Anda menyusun naskah secara rapi, berikut adalah alur sistematis yang dapat Anda ikuti dari awal hingga akhir:
- Menentukan Topik dan Rumusan Masalah: Pilihlah topik yang spesifik dan memiliki ruang lingkup terbatas. Buatlah pertanyaan penelitian yang jelas agar pencarian literatur lebih fokus.
- Menetapkan Kriteria Inklusi dan Eksklusi: Tentukan batasan artikel yang akan dipakai. Sebagai contoh, Anda hanya menggunakan artikel terbitan 5 tahun terakhir berbahasa Indonesia dan Inggris.
- Melakukan Pencarian Literatur Sistematis: Gunakan kata kunci yang relevan pada portal ilmiah seperti Garuda, Google Scholar, DOAJ, dan Scopus. Catat semua hasil pencarian secara teratur.
- Melakukan Seleksi dan Ekstraksi Data: Saring artikel berdasarkan judul, abstrak, dan isi keseluruhan. Masukkan informasi penting ke dalam matriks sintetis literatur.
- Menganalisis dan Menyintesis Temuan: Bandingkan temuan antarartikel, cari persamaan, perbedaan, serta celah yang belum terjawab. Kelompokkan pembahasan berdasarkan tema utama.
- Penyusunan Naskah dan Evaluasi Plagiarisme: Tuliskan hasil analisis ke dalam bab-bab skripsi. Jangan lupa melakukan uji kemiripan teks dengan perangkat seperti Turnitin.
Berapa Banyak Jurnal yang Dibutuhkan dalam Studi Literatur?
Jumlah jurnal yang dibutuhkan dalam skripsi studi literatur umumnya berkisar antara 20 hingga 50 artikel ilmiah bereputasi tergantung kebijakan program studi. Hal paling utama bukan sekadar kuantitas, melainkan relevansi dan kualitas sumber acuan yang digunakan. Sumber acuan hendaknya diterbitkan dalam rentang waktu lima hingga sepuluh tahun terakhir.
Sebagai acuan dasar, kriteria sumber literatur dapat dikategorikan berdasarkan tingkat reputasi dan bobot akademisnya. Pemilihan sumber yang tepat akan meningkatkan kualitas skripsi Anda secara signifikan.
| Jenis Literatur | Tingkat Prioritas | Fungsi Utama dalam Skripsi |
|---|---|---|
| Jurnal Internasional Bereputasi (Scopus/WoS) | Sangat Tinggi | Memberikan pembanding global dan metodologi terbaru. |
| Jurnal Nasional Terkreditasi (SINTA 1-4) | Tinggi | Menyajikan konteks lokal dan data empiris relevan. |
| Buku Teks Akademis / Monograf | Sedang | Menyediakan landasan teori dan konsep mendasar. |
| Prosiding Konferensi Ilmiah | Opsional | Menampilkan tren riset terbaru yang sedang berkembang. |
Terlebih lagi, pastikan sebagian besar literatur yang dipilih merupakan artikel riset primer dari jurnal peer-reviewed. Hal ini penting agar argumentasi yang Anda bangun memiliki landasan empiris yang kuat.
Contoh Skenario Penyusunan Studi Literatur Mahasiswa
Untuk memahami penerapan praktisnya, mari kita simak skenario hipotetis seorang mahasiswa bernama Rian. Rian ingin meneliti topik efektivitas pembelajaran berbasis gim (*game-based learning*) untuk siswa sekolah dasar. Ia menyusun riset kepustakaan karena tidak memungkinkan melakukan eksperimen langsung di sekolah.
Pertama-tama, Rian menentukan pertanyaan penelitian tentang sejauh mana gim edukasi meningkatkan motivasi belajar. Selanjutnya, ia menetapkan kriteria inklusi berupa artikel jurnal ilmiah terbitan tahun 2019-2024 yang membahas gim digital. Rian berhasil mengumpulkan 35 artikel relevan dari platform Google Scholar dan Garuda.
Setelah itu, Rian membuat tabel matriks sintesis untuk mencatat metode, sampel, dan temuan tiap artikel. Melalui matriks tersebut, ia menemukan bahwa mayoritas riset mencatat peningkatan motivasi, namun masih sedikit yang meneliti dampak jangka panjangnya. Celah inilah yang kemudian menjadi poin analisis utama dalam bab pembahasan skripsi Rian.
Apa Saja Kesalahan Umum Saat Membuat Skripsi Studi Literatur?
Kesalahan umum saat membuat skripsi studi literatur meliputi pengumpulan sumber yang tidak kredibel, penyusunan bab yang hanya berupa rangkuman tanpa analisis kritis, serta pengabaian kriteria seleksi jurnal. Selain itu, mahasiswa sering kali lupa memeriksa tingkat kemiripan teks menggunakan perangkat analisis plagiarisme. Hal tersebut dapat menurunkan bobot ilmiah karya akademis.
Agar terhindar dari kendala tersebut, perhatikan beberapa kekeliruan yang paling sering terjadi berikut ini:
- Sekadar Menulis Rangkuman: Banyak mahasiswa hanya memindahkan isi abstrak jurnal tanpa melakukan pembandingan dan analisis kritis antarsumber.
- Menggunakan Sumber Kurang Kredibel: Mengutip blog pribadi, Wikipedia, atau artikel berita tanpa verifikasi ilmiah dapat merusak validitas tulisan.
- Kriteria Seleksi Tidak Jelas: Tidak menjelaskan alasan mengapa suatu artikel dipilih atau dibuang sehingga riset terkesan subjektif.
- Abaikan Isu Plagiarisme: Kurangnya kemampuan parafrasa membuat naskah terdeteksi memiliki tingkat kemiripan teks yang tinggi.
Oleh karena itu, selalu gunakan teknik parafrasa yang baik saat mengutip pendapat peneliti lain. Langkah ini sangat efektif untuk menjaga orisinalitas tulisan Anda.
Tips Praktis Mempercepat Penyusunan Skripsi Literatur
Mengelola puluhan referensi ilmiah bisa menjadi tugas yang membingungkan jika dilakukan secara manual. Oleh sebab itu, Anda sangat disarankan menggunakan perangkat lunak manajemen referensi seperti Mendeley atau Zotero. Perangkat ini membantu merapikan sitasi dan daftar pustaka secara otomatis.
Di samping itu, buatlah dokumen matriks literatur dalam format lembar kerja (*spreadsheet*). Isilah kolom matriks tersebut dengan nama penulis, tahun, tujuan penelitian, metode, dan hasil utama. Cara ini mempermudah Anda memetakan ide saat mulai menulis bab pembahasan.
Singkatnya, kerapian dalam mengorganisir data awal akan menghemat waktu penyusunan naskah hingga puluhan jam. Proses bimbingan bersama dosen pembimbing juga menjadi lebih lancar karena data terstruktur dengan rapi.
Kesimpulan
Mengetahui cara membuat skripsi studi literatur yang benar sangat membantu mahasiswa menyelesaikan tugas akhir secara terstruktur dan ilmiah. Dengan menentukan topik spesifik, menggunakan database jurnal terpercaya, serta melakukan sintesis kritis, karya tulis Anda akan memiliki kualitas akademis yang tinggi. Tetap utamakan kejujuran ilmiah dan hindari tindakan plagiarisme dalam setiap tahapan penulisan.
Pertanyaan Umum
Apakah skripsi studi literatur sama dengan resume buku?
Tidak sama, studi literatur membutuhkan analisis kritis, pembandingan, dan sintesis antarberbagai sumber ilmiah untuk menjawab pertanyaan penelitian tertentu.
Bisakah studi literatur menggunakan sumber dari internet?
Bisa, asalkan sumber tersebut berupa jurnal ilmiah resmi, laporan lembaga pemerintah, atau dokumen akademis yang terverifikasi kredibilitasnya.
Software apa yang cocok untuk studi literatur?
Anda dapat menggunakan Mendeley atau Zotero untuk manajemen referensi, serta Google Scholar atau Publish or Perish untuk pencarian artikel.
Bagaimana jika sulit menemukan celah penelitian (research gap)?
Anda dapat membandingkan temuan yang saling bertentangan antarpeneliti atau menganalisis topik yang belum banyak diteliti pada konteks wilayah tertentu. Butuh bantuan langsung dari tim ahli? Hubungi Tim JagoJurnal via WhatsApp di 0856-4369-5389 untuk konsultasi gratis.
Jangan biarkan revisi kecil menahan kelulusanmu
Tim JagoJurnal siap bantu bagian teknis yang paling sering bikin proses jadi lambat — bukan menulis ulang karyamu, tapi membantu kamu menyempurnakannya sendiri.
Konsultasi awal tanpa biaya. Respons cepat pada jam kerja.

Tinggalkan Balasan