Cara Menulis Hasil Dan Pembahasan Artikel Jurnal

Menulis Ilmiah Oleh admin · Oktober 26, 2026

Memahami cara menulis hasil dan pembahasan artikel jurnal merupakan langkah krusial agar naskah penelitian Anda dapat diterima di jurnal bereputasi. Bagian hasil menyajikan temuan empiris secara obyektif melalui narasi, tabel, atau grafik. Sementara itu, bagian pembahasan menjelaskan makna temuan tersebut, mengaitkannya dengan teori, serta membandingkannya dengan penelitian terdahulu.

Poin Penting:

  • Sajikan data hasil penelitian secara obyektif tanpa prasangka atau interpretasi berlebihan.
  • Gunakan kombinasi teks, tabel, dan grafik untuk memperjelas penyampaian data empiris.
  • Hubungkan hasil penelitian Anda dengan literatur ilmiah yang relevan di bagian pembahasan.
  • Jelaskan keterbatasan penelitian secara jujur serta berikan implikasi praktis atau teoritis.

Apa Perbedaan Antara Bagian Hasil dan Pembahasan?

Perbedaan utama terletak pada fokus penyampaian informasi dan tingkat kedalaman analisis. Bagian hasil berfokus pada penyajian data mentah yang telah diolah secara deskriptif tanpa interpretasi subjektif. Sementara itu, bagian pembahasan berfokus pada interpretasi mendalam, analisis sebab-akibat, serta kontribusi temuan terhadap ilmu pengetahuan.

Banyak akademisi pemula sering mencampurkan kedua bagian ini tanpa pemisahan yang jelas. Akibatnya, alur argumen menjadi kabur dan membingungkan mitra bebestari (reviewer). Oleh karena itu, penting untuk memisahkan fungsi dari masing-masing elemen ini sejak awal penyusunan naskah.

ParameterBagian Hasil (Results)Bagian Pembahasan (Discussion)
Fokus UtamaMenyajikan temuan empiris dan data statistik.Menjelaskan arti data dan implikasi riset.
Gaya BahasaDeskriptif, obyektif, dan berbasis data baku.Analitis, argumentatif, dan kritis.
Elemen VisualTabel, grafik, diagram, dan gambar pendukung.Narasi analitis dan perbandingan literatur.
Pertanyaan Kunci‘Apa yang ditemukan oleh peneliti?’‘Mengapa temuan ini terjadi dan apa artinya?’

Bagaimana Cara Menulis Hasil Artikel Jurnal yang Efektif?

💬 Butuh bantuan langsung? Chat tim JagoJurnal via WhatsApp

Cara menulis bagian hasil yang efektif adalah dengan menyusun narasi logis yang didukung oleh tabel atau grafik yang komunikatif. Anda perlu menyajikan data utama yang relevan dengan pertanyaan penelitian tanpa mengulang semua angka dalam teks narasi. Penulis harus memastikan bahwa seluruh data yang disajikan konsisten dengan metodologi yang telah dijelaskan sebelumnya.

Berikut adalah langkah-langkah praktis dalam menyusun bagian hasil penelitian:

  1. Kelompokkan data berdasarkan urutan pertanyaan penelitian atau hipotesis yang telah dirumuskan.
  2. Pilih bentuk visualisasi data yang paling sesuai, seperti tabel untuk angka detail atau grafik untuk melihat tren.
  3. Tuliskan narasi singkat untuk menyoroti temuan penting atau tren utama tanpa mengulas ulang seluruh data visual.
  4. Gunakan bahasa yang lugas dan hindari kalimat spekulatif pada bagian ini.

Sebagai contoh, jika Anda meneliti efektivitas model pembelajaran digital, sajikan statistik hasil tes secara rapi. Tampilkan nilai rata-rata, standar deviasi, dan nilai signifikansi p-value dalam tabel. Setelah itu, jelaskan peningkatan nilai tersebut dalam bentuk kalimat aktif yang singkat dan padat.

Langkah-Langkah Cara Menulis Pembahasan Artikel Jurnal

Menyusun bagian pembahasan membutuhkan keterampilan berpikir kritis yang mendalam dari seorang peneliti. Bagian ini menjadi ajang utama bagi Anda untuk menunjukkan kontribusi ilmiah dari riset yang dikerjakan. Oleh sebab itu, alur argumen harus dibangun secara bertahap dan sistematis.

Proses penulisan bagian pembahasan dapat dilakukan melalui tahapan berikut:

  1. Nyatakan kembali jawaban atas pertanyaan penelitian: Mulai pembahasan dengan merangkum temuan utama dalam 1-2 kalimat ringkas.
  2. Bandingkan dengan penelitian terdahulu: Hubungkan temuan Anda dengan riset terdahulu yang terindeks di SINTA Kemdiktisaintek atau basis data internasional. Jelaskan apakah hasil Anda memperkuat, menolak, atau memodifikasi teori yang sudah ada.
  3. Jelaskan alasan di balik temuan: Berikan analisis ilmiah mengenai mengapa hasil tersebut bisa terjadi. Temukan pola atau mekanisme yang mendasari fenomena tersebut.
  4. Paparkan implikasi riset: Uraikan dampak temuan Anda terhadap praktik di lapangan atau perkembangan teori sains.
  5. Sebutkan keterbatasan studi: Jelaskan secara jujur batasan cakupan penelitian Anda agar pembaca memahami konteks temuan secara bijak.

Dengan mengikuti struktur di atas, pembahasan artikel jurnal Anda akan memiliki bobot ilmiah yang kuat. Mitra bebestari sangat menyukai naskah yang secara tegas menunjukkan di mana letak kebaruan (novelty) penelitian tersebut berada.

Apa Saja Kesalahan Umum dalam Menulis Hasil dan Pembahasan?

Kesalahan paling umum meliputi pengulangan angka tabel secara berlebihan dalam teks serta interpretasi yang terlalu jauh tanpa dukungan data. Selain itu, banyak penulis lupa mengaitkan temuan mereka dengan studi terdahulu yang relevan. Akibatnya, naskah terkesan terisolasi dari perkembangan ilmu pengetahuan global.

Selain masalah teknis, ada beberapa kesalahan mendasar lain yang sering dijumpai oleh para reviewer jurnal:

  • Membuat klaim berlebihan yang tidak didukung oleh bukti statistik atau fakta empiris di lapangan.
  • Mengabaikan hasil yang bertolak belakang dengan hipotesis awal karena takut dianggap gagal.
  • Menggunakan kutipan atau literatur yang sudah usang dan tidak relevan lagi.
  • Menyajikan visualisasi grafik atau tabel yang rumit, buram, serta sulit dibaca.

Oleh karena itu, selalu lakukan verifikasi ulang pada setiap kalimat analisis yang Anda buat. Pastikan seluruh argumen bersandar pada data faktual dan bebas dari plagiarisme melalui pengecekan di perangkat seperti Turnitin.

Bagaimana Mengaitkan Hasil Penelitian dengan Referensi Terkemuka?

Anda dapat mengaitkan hasil penelitian dengan membandingkan temuan Anda terhadap teori utama atau hasil riset terdahulu yang terindeks di Scopus atau DOAJ. Jelaskan apakah hasil Anda mendukung, menolak, atau memperluas teori yang sudah ada. Langkah ini sangat penting untuk membangun konteks akademik yang kokoh.

Gunakan kata-kata transisi yang tepat ketika membandingkan hasil Anda dengan literatur. Sebagai contoh, Anda dapat menggunakan frasa ‘Temuan ini sejalan dengan penelitian Smith (2022) yang menyatakan bahwa…’ atau ‘Di sisi lain, hasil penelitian ini berbeda dari studi Lee (2021) karena adanya perbedaan sampel.’ Variasi frasa seperti ini membuat narasi artikel jurnal terasa lebih mengalir dan profesional.

Terlebih lagi, hindari hanya menempelkan nama peneliti lain tanpa memberikan ulasan analitis. Reviewer ingin membaca gagasan dan analisis kritis Anda, bukan sekadar daftar ringkasan artikel orang lain.

Studi Kasus dan Checklist Menulis Hasil serta Pembahasan

Untuk memahami penerapan praktisnya, mari kita cermati skenario penelitian tentang penerapan kecerdasan buatan dalam pembelajaran universitas. Peneliti menemukan bahwa penggunaan alat AI meningkatkan efisiensi belajar mahasiswa sebesar 35%. Namun, hasil survei menunjukkan bahwa tingkat pemahaman mendalam mahasiswa justru mengalami penurunan sebesar 10%.

Pada bagian hasil, peneliti hanya menyajikan angka persentase tersebut melalui grafik batang dan tabel korelasi. Selanjutnya pada bagian pembahasan, peneliti menguraikan mengapa fenomena ini terjadi. Peneliti menduga bahwa kemudahan AI membuat mahasiswa cenderung pasif dalam berpikir kritis, sehingga pemahaman mendalam berkurang. Peneliti lalu mengutip teori pemrosesan informasi untuk mendukung argumen tersebut.

Berikut adalah checklist ringkas sebelum Anda mengunggah naskah jurnal:

  • Apakah tabel dan grafik sudah diberi nomor serta judul yang jelas?
  • Apakah seluruh data dalam teks sudah sesuai dengan angka pada tabel?
  • Apakah pembahasan sudah menjawab seluruh pertanyaan penelitian?
  • Apakah sudah ada perbandingan dengan minimal 5-10 artikel jurnal terbaru?
  • Apakah keterbatasan penelitian sudah dijelaskan secara objektif?

Tips Menghindari Penolakan Reviewer pada Bagian Pembahasan

Mitra bebestari sering kali menolak naskah ilmiah bukan karena datanya buruk, melainkan karena pembahasannya yang dangkal. Penulis sering kali hanya mengulang narasi dari bagian hasil pada bab pembahasan. Singkatnya, mereka gagal memberikan jawaban atas pertanyaan ‘lalu apa artinya data ini?’ bagi dunia akademik.

Oleh sebab itu, alokasikan waktu yang cukup untuk merenungkan makna mendalam dari data Anda. Konsultasikan draf awal tulisan Anda dengan rekan sejawat atau promotor sebelum dikirim ke jurnal tujuan. Masukan kritis dari orang lain dapat membantu Anda menemukan celah logika yang belum terjelaskan dengan baik.

Pertanyaan Umum

Berapa panjang ideal bagian hasil dan pembahasan dalam artikel jurnal?

Panjang bagian hasil dan pembahasan biasanya mencakup sekitar 40% hingga 60% dari total keseluruhan kata dalam artikel jurnal ilmiah.

Apakah boleh memasukkan referensi baru pada bagian pembahasan?

Ya, Anda sangat disarankan memasukkan referensi ilmiah baru pada bagian pembahasan untuk memperkuat argumentasi dan pembanding temuan empiris.

Bolehkah bagian hasil dan pembahasan digabung menjadi satu bab?

Beberapa jurnal ilmiah memperbolehkan penggabungan bagian hasil dan pembahasan, terutama untuk penelitian kualitatif atau format artikel pendek.

Bagaimana jika hasil penelitian tidak sesuai dengan hipotesis awal?

Tetap sajikan data secara jujur dan jelaskan alasan ilmiah mengapa hipotesis tidak terbukti pada bagian pembahasan. Butuh bantuan langsung dari tim ahli? Hubungi Tim JagoJurnal via WhatsApp di 0856-4369-5389 untuk konsultasi gratis.

admin, garuda
Kontributor · Riset Akademik & Publikasi Ilmiah

Tim Redaksi JagoJurnal menyusun panduan akademik berdasarkan riset kata kunci dan kebutuhan nyata pembaca seputar skripsi, tesis, dan publikasi jurnal ilmiah.

Butuh bantuan lebih lanjut?

Jangan biarkan revisi kecil menahan kelulusanmu

Tim JagoJurnal siap bantu bagian teknis yang paling sering bikin proses jadi lambat — bukan menulis ulang karyamu, tapi membantu kamu menyempurnakannya sendiri.

01Proofreading jurnal & makalah
02Bantuan editing & formatting skripsi & tesis
03Olah data & statistik (SPSS, Eviews, dll)
04Bantuan editing & formatting jurnal & makalah
Konsultasi gratis via WhatsApp

Konsultasi awal tanpa biaya. Respons cepat pada jam kerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *