Contoh Pendahuluan Artikel Ilmiah

Menulis Ilmiah Oleh admin · Agustus 31, 2026

Menulis bagian awal sebuah karya tulis akademis sering menjadi tantangan tersendiri bagi banyak akademisi dan mahasiswa. Bagian ini berfungsi sebagai etalase utama karya Anda. Ia menentukan apakah pembaca atau reviewer jurnal akan tertarik melanjutkan membaca hingga akhir.

Untuk membantu Anda memahami strukturnya lebih baik, artikel ini menyajikan berbagai panduan praktis beserta contoh pendahuluan artikel ilmiah yang disusun berdasarkan standar publikasi nasional maupun internasional. Dengan memahami bagian ini secara mendalam, Anda akan mampu merumuskan argumen riset yang lebih tajam dan sistematis secara mandiri.

Apa Itu Pendahuluan Artikel Ilmiah?

Pendahuluan artikel ilmiah adalah bagian pembuka yang memetakan latar belakang masalah dan urgensi penelitian. Bagian ini juga memuat tujuan yang ingin penulis capai dalam studinya. Ia bertindak sebagai jembatan kognitif yang mengarahkan pembaca dari pemahaman umum suatu topik menuju fokus spesifik penelitian.

Dalam konteks akademik, pendahuluan bukan sekadar kata pengantar biasa. Bagian ini harus menjawab pertanyaan mendasar seperti ‘Mengapa penelitian ini penting?’ dan ‘Apa kontribusi baru yang ditawarkan?’. Pendahuluan yang Anda rancang dengan baik akan memberikan konteks kuat bagi pembaca, sehingga mereka lebih mudah memahami metodologi dan hasil pada bagian selanjutnya. Karena itu, menguasai teknik penulisan bagian ini menjadi kunci utama untuk menghasilkan draf jurnal berkualitas tinggi.

Apa Saja Unsur dalam Pendahuluan Artikel Ilmiah?

💬 Butuh bantuan langsung? Chat tim JagoJurnal via WhatsApp

Pendahuluan artikel ilmiah yang baik minimal memuat lima unsur: latar belakang masalah, tinjauan pustaka singkat (state of the art), kesenjangan penelitian (research gap), kebaruan (novelty), dan tujuan penelitian yang jelas. Anda perlu menyusun kelima unsur ini secara terintegrasi dan mengalir logis, agar pembaca mudah menangkap esensi riset Anda.

Berikut rincian mendalam masing-masing unsur tersebut:

1. Latar Belakang Masalah

Bagian ini menyajikan fenomena atau isu aktual yang terjadi di lapangan atau dalam literatur akademis. Bagian ini menyadarkan pembaca bahwa ada masalah nyata yang perlu segera Anda selesaikan.

2. State of the Art (SOTA)

Bagian ini meninjau penelitian terdahulu yang relevan. Anda perlu menunjukkan posisi penelitian saat ini di dunia akademik dengan merujuk pada jurnal bereputasi nasional maupun global.

3. Research Gap

Ini adalah celah kosong atau kelemahan penelitian sebelumnya yang belum terjawab. Di sinilah Anda membenarkan alasan mengapa penelitian Anda perlu berjalan saat ini.

4. Novelty (Kebaruan)

Novelty adalah nilai keunikan atau inovasi yang ditawarkan penelitian Anda dibanding riset terdahulu, baik dari segi metode, objek, maupun sudut pandang analisis.

5. Tujuan Penelitian

Bagian ini berisi pernyataan tegas tentang apa yang ingin Anda capai atau selesaikan melalui artikel ilmiah tersebut, biasanya di akhir paragraf pendahuluan.

Bagaimana Cara Membuat Pendahuluan dengan Metode Piramida Terbalik?

Metode piramida terbalik menyusun informasi dari hal paling umum, seperti skala global atau industri, lalu mengerucut ke ranah yang lebih spesifik, seperti konteks lokal atau variabel tertentu, hingga akhirnya fokus pada masalah inti yang Anda teliti. Pendekatan ini membantu pembaca memahami alur berpikir penulis secara bertahap dan sistematis.

Mari kita bedah struktur piramida terbalik ini menjadi tiga bagian utama:

  • Bagian Atas (Umum): Di sini Anda memperkenalkan topik riset dalam skala luas. Misalnya, jika Anda meneliti pembelajaran daring, mulailah dengan tren teknologi pendidikan global pasca-pandemi.
  • Bagian Tengah (Spesifik): Mulai batasi pembahasan pada area tertentu. Anda bisa membahas tantangan spesifik yang dihadapi guru atau siswa di negara berkembang, didukung data empiris atau studi literatur sebelumnya.
  • Bagian Bawah (Fokus Riset): Di bagian dasar piramida, Anda menyajikan formulasi masalah konkret di lokasi penelitian, mengidentifikasi celah yang ada, serta merumuskan solusi atau tujuan spesifik riset Anda.

Langkah-Langkah Menulis Pendahuluan yang Efektif

Menulis pendahuluan memerlukan pendekatan terstruktur agar draf Anda tidak melebar ke mana-mana. Berikut langkah-langkah sistematis yang bisa Anda ikuti secara mandiri untuk menghasilkan pendahuluan yang kuat:

  1. Lakukan Studi Literatur yang Mendalam: Sebelum menulis kata pertama, kumpulkan minimal 10-15 artikel ilmiah terbaru dari basis data terpercaya seperti SINTA Kemendikbud atau Scopus. Langkah ini membantu Anda memetakan apa saja yang sudah orang lain teliti pada topik pilihan Anda.
  2. Identifikasi Masalah Riil dan Akademis: Temukan ketidaksesuaian antara apa yang seharusnya terjadi (das sollen) dengan kenyataan di lapangan (das sein), baik dari sisi praktik maupun teori akademik yang ada.
  3. Rumuskan Research Gap secara Gamblang: Nyatakan dengan jelas apa yang luput dari perhatian peneliti sebelumnya. Gunakan kalimat transisi seperti ‘Meskipun penelitian tentang X telah banyak dilakukan, fokus pada aspek Y masih sangat terbatas.’
  4. Sajikan Solusi dan Kebaruan (Novelty): Jelaskan singkat metode atau pendekatan baru yang Anda gunakan untuk mengisi celah tersebut. Langkah ini memberi daya tarik akademis tinggi pada artikel Anda.
  5. Tulis Tujuan Penelitian di Akhir Paragraf: Akhiri bagian pendahuluan dengan menyatakan tujuan penelitian secara lugas dan terukur, agar pembaca tahu persis arah artikel ilmiah tersebut.

Contoh Pendahuluan Artikel Ilmiah di Bidang Pendidikan

Sebagai gambaran konkret, berikut contoh pendahuluan artikel ilmiah di bidang teknologi pendidikan yang menerapkan semua unsur penting di atas:

Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap pendidikan global secara masif dalam satu dekade terakhir. Kini, platform pembelajaran digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan krusial untuk menjaga keberlangsungan proses belajar-mengajar di era modern. Namun, efektivitas platform ini sangat bergantung pada tingkat literasi digital penggunanya, khususnya para pendidik di daerah rural.

Sejumlah penelitian terdahulu menunjukkan bahwa pelatihan teknologi bagi guru mampu meningkatkan kualitas penyampaian materi secara signifikan. Pratama dkk. (2021) menekankan pentingnya infrastruktur teknologi yang memadai untuk mendukung pembelajaran digital. Sementara itu, Sari (2022) menyoroti bahwa motivasi internal guru memegang peran penting dalam adopsi teknologi di kelas. Meski demikian, sebagian besar studi tersebut hanya berfokus pada ekosistem sekolah di perkotaan besar dengan akses internet yang stabil.

Masih sangat sedikit penelitian yang mengeksplorasi cara guru di wilayah terpencil beradaptasi dengan platform digital, di tengah keterbatasan infrastruktur listrik dan jaringan telekomunikasi. Celah inilah yang menjadi fokus penelitian ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi adaptasi literasi digital guru di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Melalui pendekatan studi kasus ini, peneliti berharap dapat merumuskan model pelatihan literasi digital yang adaptif dan sesuai karakteristik daerah rural di Indonesia.

Tips Praktis Menghindari Kesalahan Umum dalam Menulis Pendahuluan

Agar artikel ilmiah Anda memiliki kualitas setara standar jurnal nasional bereputasi, hindari beberapa kesalahan umum berikut. Penulis pemula sering melakukan kesalahan ini:

  • Terlalu Bertele-tele: Batasi panjang pendahuluan Anda. Umumnya, pendahuluan hanya berkisar 10% hingga 15% dari total panjang artikel ilmiah. Jangan masukkan sejarah teori yang terlalu panjang atau tidak relevan langsung dengan fokus riset.
  • Kurangnya State of the Art (SOTA): Banyak penulis langsung melompat ke latar belakang masalah tanpa merujuk penelitian-penelitian terdahulu yang relevan. Kebiasaan ini membuat riset terkesan berdiri sendiri tanpa dasar akademik yang kuat.
  • Mengklaim Tanpa Data: Hindari membuat pernyataan subjektif atau generalisasi tanpa dukungan referensi ilmiah atau data statistik valid dari lembaga resmi.
  • Menyembunyikan Novelty: Jangan malu menunjukkan kebaruan penelitian Anda. Reviewer jurnal ingin melihat jelas kontribusi baru yang Anda bawa ke dalam diskursus ilmiah.

Kesimpulan

Menulis bagian pendahuluan yang kuat dan sistematis adalah langkah krusial dalam menyusun artikel ilmiah yang berbobot. Dengan menerapkan unsur-unsur penting seperti State of the Art, research gap, dan kebaruan, serta memformulasikannya lewat metode piramida terbalik, Anda dapat menyajikan argumentasi riset yang meyakinkan secara mandiri.

Latihan yang konsisten dan pembacaan jurnal secara luas akan semakin mempertajam kemampuan Anda merangkai kata-kata di bagian awal karya ilmiah ini.

Pertanyaan Umum

Berapa panjang ideal bagian pendahuluan dalam artikel ilmiah?

Panjang ideal pendahuluan umumnya berkisar 10% hingga 15% dari total kata artikel ilmiah, atau sekitar 2 hingga 3 halaman ketikan.

Apa perbedaan utama pendahuluan makalah biasa dan artikel ilmiah jurnal?

Pendahuluan makalah biasa cenderung deskriptif umum. Sementara itu, pendahuluan artikel ilmiah jurnal wajib memuat State of the Art (SOTA) dan research gap yang jelas.

Mengapa research gap wajib dicantumkan dalam pendahuluan?

Research gap menunjukkan bagian mana dari penelitian terdahulu yang belum terjawab, sehingga membenarkan urgensi riset Anda.

Bagaimana cara merumuskan kebaruan (novelty) yang kuat di pendahuluan?

Anda bisa merumuskan kebaruan dengan membandingkan metode, subjek, atau sudut pandang analisis riset Anda dengan literatur terdahulu, lalu menunjukkan sisi unik yang belum pernah orang lain teliti. Butuh bantuan langsung dari tim ahli? Hubungi Tim JagoJurnal via WhatsApp di 0856-4369-5389 untuk konsultasi gratis.

admin, garuda
Kontributor · Riset Akademik & Publikasi Ilmiah

Tim Redaksi JagoJurnal menyusun panduan akademik berdasarkan riset kata kunci dan kebutuhan nyata pembaca seputar skripsi, tesis, dan publikasi jurnal ilmiah.

Butuh bantuan lebih lanjut?

Jangan biarkan revisi kecil menahan kelulusanmu

Tim JagoJurnal siap bantu bagian teknis yang paling sering bikin proses jadi lambat — bukan menulis ulang karyamu, tapi membantu kamu menyempurnakannya sendiri.

01Proofreading jurnal & makalah
02Bantuan editing & formatting skripsi & tesis
03Olah data & statistik (SPSS, Eviews, dll)
04Bantuan editing & formatting jurnal & makalah
Konsultasi gratis via WhatsApp

Konsultasi awal tanpa biaya. Respons cepat pada jam kerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *