Apakah Turnitin Otomatis Menyimpan Dokumen Kita? Kenali Setelan No Repository

Turnitin & Plagiarisme Oleh admin · Juli 11, 2026

Proses penyusunan karya ilmiah seperti skripsi, tesis, disertasi, hingga jurnal ilmiah seringkali melibatkan penggunaan software pendeteksi plagiarisme. Salah satu yang paling populer dan banyak orang gunakan adalah Turnitin. Mahasiswa, dosen, maupun peneliti pasti pernah berinteraksi dengan platform ini. Namun, seiring dengan penggunaannya, muncul pertanyaan krusial yang seringkali menjadi kekhawatiran banyak orang: apakah Turnitin menyimpan data dokumen kita?

Kekhawatiran ini sangat beralasan. Karya ilmiah yang Anda susun membutuhkan waktu, tenaga, dan pikiran yang tidak sedikit. Bayangkan jika dokumen yang telah susah payah Anda buat dan periksa justru tersimpan di basis data Turnitin dan kemudian terdeteksi sebagai plagiarisme saat Anda mengirimkan versi finalnya ke dosen pembimbing atau jurnal. Tentu ini menjadi mimpi buruk. Oleh karena itu, memahami bagaimana Turnitin mengelola data dokumen yang Anda unggah adalah langkah awal yang sangat penting, bahkan sebelum Anda memutuskan untuk melakukan pengecekan.

Artikel ini akan mengupas tuntas seputar pertanyaan tersebut. Kita akan membahas secara mendalam bagaimana Turnitin bekerja, terutama terkait penyimpanan dokumen, dan bagaimana Anda dapat mengelola pengaturan agar data Anda tetap aman dan tidak mengganggu proses pengiriman karya ilmiah Anda di kemudian hari. Fokus utama kita adalah memahami perbedaan mendasar antara setelan Standard Paper Repository dan No Repository, sebuah pemahaman yang krusial bagi siapa pun yang sedang bergulat dengan tugas akhir atau publikasi ilmiah.

Mengapa Pertanyaan ‘Apakah Turnitin Menyimpan Data Dokumen Kita’ Begitu Penting?

Pertanyaan mengenai apakah Turnitin menyimpan data dokumen kita bukan sekadar rasa penasaran. Ini adalah isu strategis yang berdampak langsung pada integritas akademik dan kelancaran proses penyelesaian studi atau publikasi. Ada beberapa alasan mengapa hal ini menjadi sangat krusial:

  • Mencegah Deteksi Dini Diri Sendiri (Self-Plagiarism Detection): Alasan paling umum adalah untuk menghindari sistem mendeteksi kemiripan pada karya yang sama persis saat Anda mengirimkannya kembali. Misalnya, Anda sudah pernah mengunggah draf skripsi ke Turnitin agar sistem memeriksanya, lalu Anda ingin memeriksa ulang versi revisinya. Jika dokumen pertama tersimpan di basis data standar, versi revisi yang mungkin hanya berubah sedikit bisa saja terdeteksi memiliki kemiripan tinggi dengan dokumen yang sudah tersimpan, padahal itu adalah karya Anda sendiri.
  • Menjaga Keaslian Dokumen Final: Draf yang Anda periksa sebelum Anda serahkan ke pihak berwenang (dosen, dewan penguji, atau jurnal) seharusnya tidak menjadi bagian dari basis data publik. Jika tersimpan, ada risiko orang lain dapat menyalahgunakan dokumen tersebut atau justru menjadi sumber referensi yang tidak semestinya bagi orang lain.
  • Kerahasiaan Dokumen: Beberapa karya ilmiah mungkin mengandung data penelitian yang bersifat rahasia, hak paten yang masih dalam proses, atau informasi sensitif lainnya yang belum siap untuk publikasi umum. Penyimpanan otomatis di basis data Turnitin dapat berisiko terhadap kerahasiaan ini.
  • Kepatuhan Institusi: Banyak institusi pendidikan atau penerbit jurnal memiliki kebijakan spesifik terkait penggunaan Turnitin. Memahami cara kerjanya adalah kunci untuk mematuhi kebijakan tersebut dan menghindari konsekuensi yang tidak Anda inginkan.

Dengan memahami poin-poin di atas, jelas bahwa jawaban atas pertanyaan ‘apakah Turnitin menyimpan data dokumen kita’ sangat bergantung pada cara Anda mengunggah dokumen tersebut dan pengaturan apa yang Anda pilih. Ini membawa kita pada pembahasan mengenai dua mode utama penyimpanan di Turnitin.

Mengenal Dua Mode Penyimpanan di Turnitin: Standard Paper Repository vs. No Repository

💬 Butuh bantuan langsung? Chat tim JagoJurnal via WhatsApp

Turnitin menyediakan dua opsi utama ketika Anda mengunggah sebuah dokumen untuk proses pengecekan. Pilihan ini krusial dan secara langsung menentukan apakah Turnitin akan menyimpan dokumen Anda dalam basis datanya atau tidak. Dua mode tersebut adalah:

1. Standard Paper Repository

Ini adalah pengaturan default pada sebagian besar akun Turnitin, yang biasanya institusi pendidikan gunakan. Ketika Anda mengunggah dokumen ke dalam mode Standard Paper Repository, Turnitin akan menyimpan dokumen tersebut secara permanen ke dalam basis datanya. Basis data ini berisi jutaan dokumen dari seluruh dunia, termasuk artikel jurnal, buku, makalah, skripsi, tesis, dan lain-lain.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Setelah Anda mengunggah dokumen, sistem akan memproses, mengindeks, dan menyimpan isinya dalam basis data Turnitin. Ketika ada orang lain yang mengunggah dokumen di kemudian hari, Turnitin akan membandingkan kontennya dengan seluruh dokumen di basis datanya, termasuk dokumen yang Anda unggah sebelumnya. Sistem akan menampilkan hasil perbandingan ini dalam laporan kemiripan (similarity report).

Kapan Institusi Menggunakan Mode Ini?

Institusi biasanya menggunakan mode ini untuk:

  • Memeriksa keaslian karya mahasiswa secara menyeluruh.
  • Membangun basis data internal institusi untuk referensi di masa mendatang.
  • Mencegah plagiarisme antar mahasiswa dalam satu institusi.

Implikasi Jika Dokumen Tersimpan di Standard Paper Repository:

Jika Anda mengunggah karya Anda (misalnya draf skripsi) ke dalam Standard Paper Repository, maka dokumen tersebut akan menjadi bagian dari basis data Turnitin. Konsekuensinya:

  • Saat Anda mengunggah ulang draf yang sama atau yang sangat mirip di kemudian hari, laporan kemiripan kemungkinan besar akan menunjukkan persentase kemiripan dengan dokumen Anda sendiri yang sudah tersimpan.
  • Dokumen Anda menjadi referensi potensial bagi pengguna Turnitin lainnya (meskipun Turnitin umumnya tidak menampilkan teks dari dokumen yang tersimpan secara langsung, namun kemiripan akan terdeteksi).

Oleh karena itu, sangat penting untuk berhati-hati saat menggunakan mode ini, terutama jika Anda berencana untuk melakukan pengecekan berulang kali atau mengirimkan draf yang berbeda dari dokumen yang sudah pernah Anda unggah.

2. No Repository (Optional Settings)

Berbeda dengan mode standar, No Repository adalah opsi yang memungkinkan Anda untuk memeriksa dokumen tanpa menyimpannya ke dalam basis data Turnitin. Pengaturan ini seringkali tersedia sebagai opsi tambahan atau pengaturan khusus, tergantung pada jenis akun Turnitin yang Anda gunakan.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Ketika Anda mengunggah dokumen dengan pengaturan No Repository, Turnitin akan melakukan pemindaian dan menghasilkan laporan kemiripan seperti biasa. Namun, Turnitin tidak akan menyimpan dokumen tersebut dalam basis datanya. Artinya, Turnitin tidak akan memakai dokumen tersebut untuk membandingkan dokumen lain di masa mendatang, dan kontennya tidak akan menjadi bagian dari basis data publik Turnitin.

Kapan Institusi Menggunakan Mode Ini?

Mode ini sangat ideal untuk situasi berikut:

  • Pengecekan Draf Akhir: Saat Anda ingin memastikan draf akhir karya ilmiah Anda bebas dari plagiarisme sebelum Anda menyerahkannya secara resmi, dan Anda ingin menghindari deteksi diri sendiri.
  • Karya dengan Data Sensitif: Jika karya ilmiah Anda mengandung informasi yang belum siap untuk publikasi atau bersifat rahasia.
  • Pengecekan Berulang: Jika Anda perlu melakukan beberapa kali pengecekan revisi untuk memastikan perubahan yang Anda lakukan efektif dalam mengurangi kemiripan.
  • Penggunaan Akun Pribadi/Freelance: Ketika Anda menggunakan layanan cek Turnitin dari pihak ketiga yang menawarkan opsi ‘tanpa simpan’ untuk menjaga kerahasiaan dokumen klien.

Keunggulan Menggunakan No Repository:

  • Menghindari Deteksi Diri Sendiri: Dokumen Anda tidak akan terdeteksi sebagai plagiarisme terhadap dirinya sendiri di kemudian hari.
  • Menjaga Kerahasiaan: Data Anda tidak menjadi bagian dari basis data yang pengguna lain dapat akses.
  • Fleksibilitas: Memberikan keleluasaan untuk melakukan pengecekan berulang tanpa khawatir basis data akan terakumulasi dengan dokumen Anda.

Memahami perbedaan fundamental antara kedua mode ini adalah kunci untuk menjawab pertanyaan ‘apakah Turnitin menyimpan data dokumen kita’ dengan tepat dan mengambil tindakan pencegahan yang sesuai.

Bagaimana Cara Mengetahui dan Mengatur Setelan ‘No Repository’ di Turnitin?

Pertanyaan selanjutnya yang pasti muncul adalah: bagaimana cara memastikan bahwa sistem memeriksa dokumen kita menggunakan mode No Repository? Jawabannya sangat bergantung pada siapa yang menyediakan akses Turnitin kepada Anda.

1. Jika Anda Menggunakan Akun Institusi (Universitas/Kampus)

Umumnya, universitas atau kampus menyediakan akun Turnitin, dan administrator sistem merekalah yang mengaturnya. Dalam banyak kasus, pengaturan default yang berlaku adalah Standard Paper Repository untuk memastikan semua karya mahasiswa tercatat dalam basis data institusional. Namun, beberapa institusi mungkin menyediakan opsi bagi dosen atau mahasiswa untuk mengunggah melalui portal khusus yang memungkinkan pemilihan No Repository.

Langkah yang Kami Sarankan:

  • Tanyakan kepada Dosen Pembimbing/Pengampu Mata Kuliah: Ini adalah langkah paling aman dan paling efektif. Tanyakan secara spesifik bagaimana prosedur pengecekan Turnitin di kampus Anda. Tanyakan apakah ada opsi untuk menggunakan mode No Repository, dan jika ada, bagaimana cara mengaktifkannya. Dosen Anda pasti akan memberikan panduan yang benar.
  • Cek Portal Akademik Kampus: Beberapa universitas memiliki portal khusus untuk submit tugas akhir yang terintegrasi dengan Turnitin. Periksa apakah ada opsi pengaturan saat mengunggah dokumen di portal tersebut.
  • Hubungi Administrator Turnitin Kampus: Jika Anda tidak mendapatkan kejelasan dari dosen, coba hubungi bagian yang bertanggung jawab atas sistem Turnitin di kampus Anda (biasanya di perpustakaan pusat atau unit IT).

Penting untuk Anda ingat bahwa kebijakan institusi bisa berbeda-beda. Jangan berasumsi. Selalu konfirmasi langsung.

2. Jika Anda Menggunakan Layanan Pihak Ketiga (Jasa Cek Turnitin)

Banyak layanan jasa cek Turnitin yang menawarkan pengecekan dengan jaminan No Repository. Layanan ini biasanya menggunakan akun premium atau akun institusi yang memang memiliki fleksibilitas pengaturan tersebut. Mereka mengklaim tidak akan menyimpan dokumen Anda.

Hal yang Perlu Anda Perhatikan:

  • Pilih Penyedia Terpercaya: Cari penyedia jasa yang memiliki reputasi baik dan ulasan positif dari banyak pengguna. Baca testimoni mereka dengan cermat.
  • Pastikan Ada Konfirmasi Tertulis: Tanyakan secara eksplisit apakah mereka menjamin penggunaan mode No Repository. Minta konfirmasi tertulis (misalnya melalui chat atau email) mengenai hal ini.
  • Perhatikan Biaya: Layanan yang menawarkan No Repository terkadang memiliki tarif yang sedikit lebih tinggi daripada layanan standar, karena ini memang fitur bernilai lebih dan berharga.
  • Waspada Penipuan: Hati-hati dengan penawaran yang terlalu murah atau janji yang tidak masuk akal. Selalu utamakan keamanan dan keaslian layanan.

Dengan menempuh cara-cara di atas, Anda dapat lebih yakin bahwa sistem memeriksa dokumen Anda tanpa menyimpannya dalam basis data Turnitin, sehingga pertanyaan ‘apakah Turnitin menyimpan data dokumen kita’ bisa terjawab dengan “tidak” untuk sesi pengecekan Anda.

Tips Praktis: Menghindari Jebakan ‘Deteksi Diri Sendiri’

Memahami perbedaan antara Standard Paper Repository dan No Repository adalah kunci utama. Namun, selain itu, ada beberapa tips praktis yang bisa Anda terapkan untuk lebih aman dalam menggunakan Turnitin:

  • Selalu Prioritaskan Pengecekan Draf Awal dengan ‘No Repository’: Jika memungkinkan, gunakan mode No Repository untuk setiap pengecekan draf, terutama jika Anda melakukan beberapa kali revisi. Ini akan memastikan bahwa Anda tidak akan mendapatkan laporan kemiripan yang salah akibat dokumen Anda sendiri yang tersimpan.
  • Jadwalkan Pengecekan Terakhir dengan Bijak: Jika institusi Anda hanya menyediakan mode Standard Paper Repository, cobalah untuk menjadwalkan pengecekan terakhir Anda sedekat mungkin dengan waktu pengumpulan resmi. Ini meminimalkan jendela waktu di mana draf Anda tersimpan dan berpotensi terdeteksi pada pengecekan berikutnya jika Anda perlu revisi mendadak.
  • Gunakan Fitur ‘Exclude sources’ dengan Tepat: Laporan kemiripan Turnitin seringkali menyertakan opsi untuk mengecualikan sumber yang cocok (misalnya, kutipan yang sudah Anda beri tanda kutip dan daftar pustaka). Pelajari cara menggunakan fitur ini dengan benar. Ini dapat membantu menurunkan persentase kemiripan secara signifikan jika bagian tersebut memang merupakan kutipan yang sah. Namun, jangan berlebihan menggunakannya hingga menutupi indikasi plagiarisme yang sebenarnya.

Tips Tambahan Saat Menggunakan Turnitin

  • Perhatikan Pengaturan Kata Kunci (Jika Tersedia): Beberapa versi Turnitin memungkinkan pengaturan untuk mengabaikan kata-kata umum atau frasa tertentu. Gunakan ini dengan hati-hati dan sesuai panduan yang tersedia.
  • Pahami Batasan Turnitin: Turnitin adalah alat bantu, bukan penentu akhir. Laporan kemiripan hanya menunjukkan persentase kesamaan teks. Kualifikasi apakah kesamaan tersebut merupakan plagiarisme atau bukan, tetap menjadi kewenangan reviewer manusia (dosen, editor jurnal).
  • Baca Kebijakan Kampus/Jurnal: Selalu pastikan Anda memahami kebijakan resmi institusi atau jurnal terkait penggunaan Turnitin dan pengumpulan karya ilmiah. Informasi ini biasanya tersedia di situs web resmi mereka, seperti contohnya yang tersedia pada panduan penulisan karya ilmiah di situs seperti Universitas Gadjah Mada yang mencakup panduan penulisan.

Dengan menerapkan tips-tips ini, Anda dapat memaksimalkan manfaat Turnitin sebagai alat bantu untuk memastikan orisinalitas karya Anda, sambil meminimalkan risiko yang berkaitan dengan penyimpanan data dokumen.

Kesimpulan: Apakah Turnitin Menyimpan Data Dokumen Kita? Ya, Tetapi Anda Bisa Mengontrolnya!

Jadi, jawaban singkat dan jujur untuk pertanyaan ‘apakah Turnitin menyimpan data dokumen kita‘ adalah: Ya, bisa, tetapi Anda memiliki kontrol atasnya. Semua tergantung pada pengaturan yang berlaku saat Anda mengunggah dokumen.

Jika Anda mengunggah dokumen menggunakan mode Standard Paper Repository (pengaturan default di banyak institusi), Turnitin akan menyimpan dokumen tersebut dalam basis datanya secara permanen. Ini bisa menjadi masalah jika Anda perlu memeriksa ulang karya yang sama di kemudian hari, karena sistem akan mendeteksinya sebagai kemiripan dengan dirinya sendiri.

Namun, kabar baiknya adalah Anda bisa menghindari ini. Dengan memahami dan memanfaatkan opsi No Repository (atau pengaturan serupa yang mungkin tersedia), Anda dapat melakukan pengecekan Turnitin tanpa menyimpan dokumen Anda ke dalam basis data. Ini adalah fitur krusial yang harus Anda manfaatkan, terutama untuk draf akhir atau karya yang membutuhkan kerahasiaan.

Kunci utamanya adalah komunikasi dan kehati-hatian. Selalu tanyakan prosedur yang benar kepada dosen pembimbing atau pihak yang berwenang di institusi Anda. Jika menggunakan jasa pihak ketiga, pastikan mereka terpercaya dan mengonfirmasi penggunaan mode No Repository. Dengan begitu, Anda dapat menjawab ‘tidak’ untuk pertanyaan ‘apakah Turnitin menyimpan data dokumen kita’ pada sesi pengecekan yang krusial.

Ingatlah bahwa Turnitin adalah alat bantu yang sangat berharga untuk menjaga integritas akademik. Dengan pengetahuan yang tepat mengenai cara kerjanya, Anda dapat menggunakannya secara efektif dan aman untuk memastikan karya ilmiah Anda benar-benar orisinal dan terhindar dari masalah plagiarisme yang tidak Anda inginkan. Selamat menyusun karya ilmiah!

Baca Juga

admin, garuda
Kontributor · Riset Akademik & Publikasi Ilmiah

Tim Redaksi JagoJurnal menyusun panduan akademik berdasarkan riset kata kunci dan kebutuhan nyata pembaca seputar skripsi, tesis, dan publikasi jurnal ilmiah.

Butuh bantuan lebih lanjut?

Jangan biarkan revisi kecil menahan kelulusanmu

Tim JagoJurnal siap bantu bagian teknis yang paling sering bikin proses jadi lambat — bukan menulis ulang karyamu, tapi membantu kamu menyempurnakannya sendiri.

01Proofreading jurnal & makalah
02Bantuan editing & formatting skripsi & tesis
03Olah data & statistik (SPSS, Eviews, dll)
04Bantuan editing & formatting jurnal & makalah
Konsultasi gratis via WhatsApp

Konsultasi awal tanpa biaya. Respons cepat pada jam kerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *