Cara Mencegah File Jurnal Masuk Repository Turnitin Lewat Pengaturan No Repository

Turnitin & Plagiarisme Oleh admin · Juli 10, 2026

Pendahuluan: Ketika Jurnal Akademik Anda Berbenturan dengan Repository Turnitin

Dunia akademik modern tidak bisa dilepaskan dari peran teknologi, salah satunya adalah perangkat lunak pendeteksi plagiarisme seperti Turnitin. Alat ini esensial untuk menjaga integritas akademik, namun terkadang, proses penggunaannya bisa menimbulkan dilema, terutama ketika terjadi ‘kecelakaan’ pengunggahan file. Salah satu masalah yang paling sering dihadapi mahasiswa, dosen, atau peneliti adalah ketika sebuah file jurnal atau karya tulis ilmiah terlanjur masuk ke repository Turnitin, menyebabkan potensi terdeteksinya self-plagiarism atau plagiarisme diri sendiri saat pengunggahan berikutnya. Situasi ini tentu sangat meresahkan, mengingat indeks kesamaan yang tinggi bisa berujung pada penolakan publikasi, skripsi, tesis, bahkan sanksi akademik.

Permasalahan ini bukan hanya sekadar angka persentase. Ketika file Anda, yang notabene adalah karya Anda sendiri, terlanjur masuk dan tersimpan dalam database Turnitin, sistem akan secara otomatis membandingkan setiap unggahan baru dengan data yang sudah ada. Akibatnya, jika Anda mengunggah versi yang sama atau sedikit direvisi di kemudian hari, Turnitin akan menunjukkan indeks kesamaan 100% atau mendekati angka tersebut, bukan karena Anda menjiplak karya orang lain, melainkan karena menjiplak karya Anda sendiri yang sudah ada di repository tersebut. Ini adalah kasus self-plagiarism yang sangat spesifik dan memerlukan penanganan yang tepat.

Artikel ini akan membahas secara tuntas dan komprehensif mengenai cara menghapus file jurnal yang terlanjur masuk repository Turnitin. Kami akan memandu Anda melalui langkah-langkah prosedural, mulai dari memahami akar masalah hingga mengajukan permohonan penghapusan kepada administrator kampus. Tujuannya adalah membantu Anda mengatasi masalah self-plagiarism ini secara efektif dan memastikan integritas akademik karya Anda tetap terjaga tanpa hambatan yang tidak semestinya.

Memahami Masalah: Self-Plagiarism dan Repository Turnitin

💬 Butuh bantuan langsung? Chat tim JagoJurnal via WhatsApp

Sebelum melangkah ke solusi, penting bagi kita untuk memahami betul apa itu self-plagiarism dan bagaimana Turnitin berinteraksi dengan fenomena ini. Self-plagiarism, atau plagiarisme diri sendiri, terjadi ketika seseorang menggunakan kembali bagian-bagian substansial dari karya mereka sendiri yang telah dipublikasikan atau diajukan sebelumnya tanpa memberikan atribusi yang tepat atau tanpa mendapatkan izin jika diperlukan. Dalam konteks akademik, ini bisa mencakup penggunaan data yang sama, metodologi yang sama, atau bahkan paragraf demi paragraf dari tulisan sebelumnya.

Turnitin, sebagai alat deteksi plagiarisme, didesain untuk membandingkan teks yang diunggah dengan miliaran sumber data yang ada di internet, database jurnal, dan, yang terpenting, repository internalnya. Repository internal inilah yang menjadi sumber masalah utama dalam kasus self-plagiarism. Setiap kali sebuah dokumen diunggah ke Turnitin (tergantung pada pengaturan kelas), sistem akan memiliki opsi untuk menyimpan salinan dokumen tersebut ke dalam ‘Standard Paper Repository’ Turnitin. Jika opsi ini diaktifkan, maka dokumen Anda akan tersimpan secara permanen dalam database tersebut dan akan menjadi sumber pembanding untuk semua unggahan di masa mendatang.

Mengapa File Anda Bisa Masuk Repository Turnitin?

Ada beberapa skenario umum mengapa file jurnal atau karya tulis Anda bisa terlanjur masuk repository Turnitin:

  • Kesalahan Unggah atau Latihan: Mahasiswa mungkin menggunakan Turnitin sebagai alat latihan untuk mengecek tingkat kesamaan draf awal tanpa menyadari bahwa pengaturan kelas dosen mereka menyimpan setiap unggahan.
  • Persyaratan Kampus/Dosen: Beberapa institusi atau dosen mewajibkan pengunggahan draf awal ke Turnitin sebagai bagian dari proses bimbingan, dan pengaturan default kelas mereka mungkin menyimpan setiap unggahan ke repository.
  • Mengunggah Draf Berulang Kali: Dalam upaya memperbaiki persentase kesamaan, mahasiswa mungkin mengunggah berbagai versi draf yang sedikit berbeda berkali-kali ke Turnitin. Jika pengaturan kelas menyimpan setiap unggahan, maka setiap versi tersebut akan menjadi entri terpisah dalam repository, yang kemudian akan saling membandingkan satu sama lain.
  • Penggunaan Akun yang Salah: Kadang kala, pengguna tidak menyadari perbedaan antara akun mahasiswa dan akun dosen/admin, atau pengaturan ‘no repository’ yang tersedia untuk akun tertentu.

Dampak dari file yang terlanjur masuk repository ini bisa sangat merugikan. Indeks kesamaan 100% dapat muncul, menyebabkan kepanikan dan kebingungan. Hal ini tidak hanya membuang waktu dan energi, tetapi juga bisa menunda proses bimbingan, pengajuan ujian, atau bahkan penolakan publikasi jurnal jika tidak ditangani dengan benar. Oleh karena itu, memahami bagaimana ini terjadi adalah langkah pertama untuk menemukan solusi yang efektif.

Langkah Awal: Identifikasi dan Verifikasi Masalah

Ketika Anda menerima laporan Turnitin dengan persentase kesamaan yang sangat tinggi dan mencurigakan, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah tidak panik. Sebaliknya, lakukan identifikasi dan verifikasi secara cermat.

1. Periksa Laporan Turnitin Secara Detail

Buka laporan Turnitin Anda dan periksa dengan saksama bagian ‘Match Overview’ atau ‘All Sources’. Fokuskan perhatian pada sumber-sumber yang terdeteksi memiliki kesamaan. Apakah sumber tersebut adalah karya Anda sendiri? Apakah judul file dan tanggal unggah menunjukkan bahwa itu adalah versi sebelumnya dari dokumen Anda?

Seringkali, Turnitin akan menunjukkan ‘Submission to [Nama Institusi Anda]’ atau ‘Internet Source’ yang, ketika diklik, akan mengarah pada dokumen Anda yang sudah pernah diunggah. Verifikasi ID Paper Turnitin dari sumber yang terdeteksi dengan ID Paper dari dokumen Anda yang sebelumnya diunggah. Jika semua indikasi menunjukkan bahwa sumber kesamaan adalah karya Anda sendiri yang tersimpan di repository Turnitin, maka Anda telah mengidentifikasi masalah self-plagiarism yang disebabkan oleh repository.

2. Dokumentasikan Bukti

Setelah Anda yakin bahwa masalahnya adalah file Anda sendiri yang masuk repository, segera dokumentasikan semua bukti. Ambil screenshot laporan Turnitin yang menunjukkan sumber kesamaan, catat ID Paper Turnitin yang bermasalah, tanggal unggah, dan semua informasi relevan lainnya. Bukti ini akan sangat krusial saat Anda mengajukan permohonan penghapusan.

3. Hubungi Dosen Pembimbing/Supervisor

Sangat penting untuk berkomunikasi dengan dosen pembimbing atau supervisor Anda sesegera mungkin. Jelaskan situasi yang Anda alami dengan jujur dan tunjukkan bukti yang telah Anda kumpulkan. Dosen pembimbing Anda mungkin memiliki informasi tentang prosedur khusus di departemen atau fakultas Anda, atau bahkan dapat membantu Anda menghubungi pihak yang berwenang untuk menangani masalah Turnitin di kampus.

Prosedur Resmi: Mengajukan Penghapusan File dari Repository Turnitin

Menghapus file dari repository Turnitin bukanlah sesuatu yang bisa Anda lakukan sendiri sebagai pengguna biasa. Ini memerlukan intervensi dari administrator Turnitin di tingkat institusi Anda. Proses ini biasanya melibatkan beberapa tahapan dan memerlukan kesabaran serta ketelitian.

1. Menghubungi Administrator Turnitin Kampus

Langkah krusial pertama adalah mengidentifikasi dan menghubungi pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan Turnitin di kampus Anda. Institusi yang biasanya memiliki wewenang ini antara lain:

  • Lembaga Penjaminan Mutu (LPM)
  • Pusat Kajian dan Penerbitan Ilmiah
  • Unit Pengelola Jurnal/Publikasi
  • Perpustakaan Universitas
  • Bagian Akademik Fakultas/Universitas
  • Pusat Komputer/IT Universitas

Cari informasi kontak mereka di situs web resmi kampus Anda atau tanyakan kepada dosen pembimbing. Saat menghubungi, siapkan informasi berikut:

  • Nama lengkap dan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) atau NIDN
  • Judul lengkap karya tulis/jurnal yang bermasalah
  • Tanggal pengunggahan yang terdeteksi di Turnitin
  • ID Paper Turnitin yang ingin dihapus (penting!)
  • Nama kelas dan nama dosen pengampu kelas Turnitin tersebut (jika berlaku)
  • Penjelasan singkat dan jelas mengenai alasan penghapusan (misalnya, ‘terlanjur masuk repository saat pengunggahan draft’, ‘terdeteksi self-plagiarism karena file sebelumnya tersimpan’).

Sampaikan permohonan Anda dengan sopan dan jelas, serta lampirkan bukti-bukti yang telah Anda siapkan (misalnya screenshot laporan Turnitin).

2. Mengisi Formulir Permohonan Penghapusan (Jika Ada)

Beberapa kampus mungkin memiliki prosedur standar berupa formulir khusus untuk permohonan penghapusan file dari repository Turnitin. Formulir ini biasanya meminta informasi detail mengenai dokumen dan alasan penghapusan. Ikuti petunjuk pengisian formulir dengan cermat dan pastikan semua kolom terisi dengan benar. Jika tidak ada formulir khusus, email resmi dengan format yang jelas akan menjadi sarana permohonan Anda.

3. Proses Verifikasi dan Persetujuan

Setelah permohonan Anda diajukan, administrator Turnitin kampus akan memprosesnya. Proses ini tidak instan dan mungkin memerlukan waktu karena mereka perlu melakukan verifikasi. Mereka akan memeriksa keabsahan permohonan Anda, termasuk memastikan bahwa Anda adalah pemilik sah dari dokumen tersebut dan alasan penghapusan valid secara akademik. Dalam beberapa kasus, persetujuan dari ketua program studi, dekan, atau kepala lembaga yang relevan mungkin diperlukan.

Setelah verifikasi selesai dan permohonan disetujui, administrator akan mengajukan permintaan penghapusan (paper deletion request) ke Turnitin. Perlu diingat bahwa proses penghapusan di Turnitin sendiri juga mungkin membutuhkan waktu untuk diproses dan diterapkan ke seluruh database mereka. Jadi, bersabarlah dan terus pantau status permohonan Anda jika ada kanal komunikasi yang disediakan oleh kampus.

Tips dan Pertimbangan Penting Selama Proses Penghapusan

Mengurus penghapusan file dari repository Turnitin bisa menjadi proses yang rumit dan memakan waktu. Berikut adalah beberapa tips dan pertimbangan penting yang dapat membantu Anda selama proses ini:

  • Bersabar dan Proaktif dalam Komunikasi: Jangan ragu untuk menindaklanjuti permohonan Anda secara berkala jika Anda tidak mendapatkan respons dalam jangka waktu yang wajar. Namun, lakukan dengan sopan dan profesional. Ingatlah bahwa administrator mungkin memiliki banyak permintaan lain yang harus diurus.
  • Simpan Semua Bukti Korespondensi: Pastikan Anda menyimpan salinan semua email, formulir, atau catatan komunikasi lain yang terkait dengan permohonan penghapusan Anda. Ini berfungsi sebagai bukti jika terjadi kesalahpahaman atau jika Anda perlu merujuk kembali ke percakapan sebelumnya.
  • Pahami Kebijakan Kampus Anda: Setiap institusi mungkin memiliki kebijakan dan prosedur yang sedikit berbeda terkait penggunaan Turnitin dan penanganan masalah repository. Pastikan Anda memahami peraturan di kampus Anda agar proses berjalan lancar. Informasi mengenai panduan integritas akademik seringkali dapat ditemukan di situs web universitas, misalnya pada bagian pedoman penulisan karya ilmiah atau di portal layanan mahasiswa. Anda bisa merujuk ke sumber-sumber seperti portal informasi kampus atau panduan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tentang etika publikasi ilmiah untuk pemahaman lebih lanjut. Contoh sumber relevan bisa diakses melalui lembaga pendidikan terpercaya atau situs resmi seperti Situs Resmi Kemendikbudristek.
  • Hindari Mengajukan Ulang Terlalu Cepat: Setelah permohonan penghapusan diajukan, jangan terburu-buru mengunggah ulang file Anda ke Turnitin. Berikan waktu yang cukup bagi sistem untuk memperbarui databasenya. Biasanya, administrator akan memberitahu Anda kapan file tersebut benar-benar telah dihapus.
  • Alternatif Sementara: Fitur ‘Exclude Sources’ (untuk internal): Dalam beberapa kasus, terutama saat dosen hanya ingin melihat persentase kesamaan pada laporan internal mereka dan kampus memiliki kebijakan yang fleksibel, dosen Anda mungkin dapat menggunakan fitur ‘Exclude Sources’ pada laporan Turnitin Anda. Fitur ini memungkinkan dosen untuk secara manual mengecualikan sumber-sumber tertentu (termasuk karya Anda yang masuk repository) dari perhitungan persentase kesamaan. Namun, ini hanyalah solusi sementara dan hanya berlaku untuk laporan tertentu; file Anda masih akan berada di repository Turnitin. Ini tidak akan membantu jika Anda perlu mengajukan karya Anda ke penerbit jurnal yang akan melakukan cek Turnitin sendiri.

Penanganan yang cermat dan sesuai prosedur akan meningkatkan peluang permohonan penghapusan Anda untuk disetujui. Kehati-hatian adalah kunci dalam menjaga reputasi akademik Anda.

Mencegah Terulangnya Masalah di Masa Depan

Pengalaman mengajukan penghapusan file dari repository Turnitin tentu tidak ingin Anda alami lagi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mencegah terulangnya masalah ini di masa mendatang.

1. Gunakan Akun Turnitin yang Tepat

Pastikan Anda memahami perbedaan antara akun siswa (jika disediakan oleh kampus) dan akun dosen/admin. Akun siswa biasanya memiliki batasan tertentu dan mungkin tidak memiliki opsi untuk menghindari penyimpanan ke repository, kecuali diatur oleh dosen. Jika Anda memiliki akses ke kelas Turnitin yang dikelola oleh dosen Anda, pastikan Anda memahami pengaturan yang telah ditetapkan.

2. Pahami Pengaturan ‘Standard Paper Repository’ vs. ‘No Repository’

Saat membuat kelas atau saat mengunggah tugas (jika Anda adalah dosen/admin), Turnitin memiliki pengaturan yang krusial: ‘Standard Paper Repository’ atau ‘No Repository’.

  • Standard Paper Repository: Ini adalah pengaturan default yang menyimpan semua unggahan ke database Turnitin untuk perbandingan di masa mendatang.
  • No Repository: Pengaturan ini memungkinkan dokumen diunggah dan diperiksa tanpa disimpan ke database Turnitin. Ini sangat ideal untuk pengunggahan draf awal atau latihan.

Jika Anda adalah dosen yang mengelola kelas Turnitin untuk mahasiswa Anda, pastikan untuk menggunakan pengaturan ‘No Repository’ untuk tugas-tugas draf awal atau pengecekan mandiri. Ini akan memberi mahasiswa kebebasan untuk memeriksa kemiripan karya mereka tanpa khawatir akan masalah self-plagiarism di kemudian hari.

3. Berhati-hati Saat Mengunggah Draf

Jika Anda adalah mahasiswa dan tidak memiliki kontrol atas pengaturan repository di kelas Turnitin, lakukan pengunggahan draf awal dengan sangat hati-hati. Pertimbangkan untuk hanya mengunggah versi yang sudah relatif final atau yang ingin Anda periksa secara serius. Hindari mengunggah setiap revisi kecil yang Anda buat, kecuali jika dosen Anda secara eksplisit menginstruksikan demikian.

4. Manfaatkan Fitur ‘Draft Submission’ (Jika Tersedia)

Beberapa institusi menyediakan kelas Turnitin khusus yang diatur sebagai ‘draft submission’ atau ‘practice submission’, di mana semua unggahan secara otomatis diatur ke ‘No Repository’. Tanyakan kepada administrator Turnitin kampus atau dosen Anda apakah ada fasilitas semacam ini yang bisa Anda manfaatkan.

5. Ikuti Pelatihan Literasi Informasi dan Penggunaan Turnitin

Banyak perpustakaan universitas atau lembaga akademik yang menyelenggarakan pelatihan tentang penggunaan Turnitin dan etika publikasi ilmiah. Mengikuti pelatihan semacam ini dapat membantu Anda memahami seluk-beluk alat ini dan cara menghindar dari kesalahan umum. Pengetahuan adalah pertahanan terbaik Anda.

Kesimpulan: Menjaga Integritas Akademik dengan Prosedur yang Tepat

Masalah file jurnal yang terlanjur masuk repository Turnitin dan menyebabkan self-plagiarism error adalah pengalaman yang tidak menyenangkan, namun bukan akhir dari segalanya. Dengan memahami akar masalah, mengikuti prosedur resmi yang berlaku di institusi Anda, dan berkomunikasi secara proaktif dengan pihak berwenang, Anda dapat mengatasi tantangan ini secara efektif.

Kunci dari cara menghapus file jurnal yang terlanjur masuk repository Turnitin terletak pada kesabaran, ketelitian dalam pengumpulan bukti, dan ketaatan pada prosedur yang ditetapkan oleh administrator kampus. Ingatlah bahwa tujuan utama Turnitin adalah mendukung integritas akademik, dan institusi Anda pada dasarnya juga ingin membantu Anda meraih tujuan tersebut. Oleh karena itu, jangan panik. Ikuti panduan ini, ambil langkah-langkah yang diperlukan, dan pastikan Anda juga belajar dari pengalaman untuk mencegah masalah serupa di masa depan.

Dengan demikian, perjalanan akademik Anda dapat terus berlanjut tanpa hambatan yang tidak semestinya, dan karya ilmiah Anda akan selalu mencerminkan standar etika dan integritas yang tinggi.

Baca Juga

admin, garuda
Kontributor · Riset Akademik & Publikasi Ilmiah

Tim Redaksi JagoJurnal menyusun panduan akademik berdasarkan riset kata kunci dan kebutuhan nyata pembaca seputar skripsi, tesis, dan publikasi jurnal ilmiah.

Butuh bantuan lebih lanjut?

Jangan biarkan revisi kecil menahan kelulusanmu

Tim JagoJurnal siap bantu bagian teknis yang paling sering bikin proses jadi lambat — bukan menulis ulang karyamu, tapi membantu kamu menyempurnakannya sendiri.

01Proofreading jurnal & makalah
02Bantuan editing & formatting skripsi & tesis
03Olah data & statistik (SPSS, Eviews, dll)
04Bantuan editing & formatting jurnal & makalah
Konsultasi gratis via WhatsApp

Konsultasi awal tanpa biaya. Respons cepat pada jam kerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *