Cara Menulis Penelitian Terdahulu Yang Relevan
Cara menulis penelitian terdahulu yang relevan melibatkan proses pemilihan studi akademis yang memiliki kaitan erat dengan variabel, metode, atau topik penelitian Anda. Langkah ini bertujuan untuk menunjukkan posisi karya Anda dalam peta keilmuan yang lebih luas agar kontribusinya terlihat jelas.
Poin Penting:
- Gunakan sumber primer dari jurnal bereputasi seperti SINTA atau Scopus.
- Pilih literatur yang diterbitkan dalam rentang waktu 5-10 tahun terakhir.
- Identifikasi celah penelitian (research gap) untuk memperkuat urgensi studi.
- Sintesis, jangan hanya sekadar meringkas daftar penelitian sebelumnya.
Apa Itu Penelitian Terdahulu dan Mengapa Penting?
Penelitian terdahulu adalah rujukan studi ilmiah yang telah dilakukan peneliti lain dengan topik serupa atau berhubungan. Anda perlu menyajikannya untuk memetakan apa yang sudah diketahui dan apa yang masih belum terjawab dalam bidang tersebut.
Selain itu, rujukan ini membantu Anda menghindari plagiarisme serta memastikan bahwa penelitian Anda memiliki landasan teoretis yang kuat. Tanpa rujukan yang relevan, klaim orisinalitas dalam skripsi atau tesis Anda akan sulit dipertanggungjawabkan di hadapan dosen penguji.
Bagaimana Cara Mencari Referensi yang Relevan?
Mencari referensi yang tepat dimulai dengan menggunakan kata kunci spesifik di mesin pencari akademis seperti Google Scholar atau Garuda. Jangan membatasi pencarian hanya pada satu sumber, gunakanlah database multidisiplin untuk mendapatkan perspektif yang beragam.
Berikut adalah langkah-langkah praktis dalam mencari referensi:
- Tentukan variabel utama atau topik spesifik dalam penelitian Anda.
- Masukkan kombinasi kata kunci (Boolean operators seperti AND, OR, NOT) pada kolom pencarian.
- Filter hasil berdasarkan tahun terbit agar tetap relevan dengan perkembangan terkini.
- Baca abstrak setiap artikel untuk memastikan keterkaitannya dengan studi yang Anda susun.
Bagaimana Cara Memilih Jurnal yang Tepat?
Pemilihan jurnal harus didasarkan pada kualitas dan kredibilitas penulis atau penerbitnya. Utamakan naskah yang terindeks secara nasional maupun internasional untuk menjaga kualitas argumen dalam bab tinjauan pustaka Anda.
| Kriteria | Indikator Baik | Perlu Dihindari |
|---|---|---|
| Reputasi | Terindeks SINTA, Scopus, DOAJ | Jurnal predator atau abal-abal |
| Kebaruan | Terbitan 5 tahun terakhir | Buku teks yang sudah usang |
| Relevansi | Metode dan variabel serupa | Tidak ada kaitan dengan topik |
Apa Saja Kesalahan Umum Saat Menulisnya?
Kesalahan paling sering terjadi adalah hanya melakukan penyalinan ringkasan tanpa menghubungkannya dengan riset Anda. Hindari gaya penulisan seperti kliping berita yang tidak memiliki alur analisis yang jelas dan berkesinambungan.
Kesalahan lainnya adalah kurang memperhatikan sitasi yang tepat sesuai gaya selingkung kampus. Oleh karena itu, pastikan Anda menggunakan aplikasi manajer referensi seperti Mendeley atau Zotero agar penulisan daftar pustaka Anda selalu konsisten dan akurat.
Bagaimana Cara Menyusun Narasi Penelitian Terdahulu?
Menyusun narasi berarti Anda harus mampu melakukan sintesis, bukan sekadar meringkas setiap paragraf secara terpisah. Gunakan kata penghubung transisi untuk menunjukkan perbandingan antara penelitian satu dengan lainnya.
Sebagai contoh, gunakan frasa seperti “sejalan dengan temuan X” atau “berbeda dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Y”. Dengan cara ini, tulisan Anda akan terasa lebih mengalir dan menunjukkan kedalaman pemahaman Anda terhadap topik tersebut.
Tips Praktis Agar Tinjauan Pustaka Lebih Menarik
Pertama, cobalah untuk mengelompokkan penelitian berdasarkan tema, bukan berdasarkan kronologis waktu atau urutan penulis. Pengelompokan berbasis tema akan memperlihatkan alur logika yang jauh lebih kuat kepada pembaca.
Kedua, fokuslah pada metodologi yang digunakan oleh peneliti sebelumnya agar Anda bisa melakukan komparasi. Terakhir, selalu perbarui referensi Anda saat mendekati masa penyelesaian naskah agar isu-isu terbaru tetap terakomodasi di dalam pembahasan.
Pertanyaan Umum
Berapa banyak penelitian terdahulu yang ideal?
Idealnya, gunakan minimal 5 hingga 10 referensi utama yang paling relevan dengan variabel penelitian Anda agar argumen Anda cukup kuat.
Apakah boleh menggunakan penelitian luar negeri?
Tentu saja, penggunaan penelitian internasional justru sangat dianjurkan untuk memperkaya sudut pandang dan meningkatkan kualitas akademik naskah Anda.
Apakah harus selalu jurnal atau boleh skripsi?
Utamakan artikel jurnal karena telah melalui proses peer-review, namun tesis atau disertasi masih bisa digunakan sebagai pendukung sekunder.
Bagaimana jika tidak ada penelitian yang relevan?
Coba perluas kata kunci atau cari konsep dasar yang melandasi topik tersebut, dan segera diskusikan dengan dosen pembimbing. Butuh bantuan langsung dari tim ahli? Hubungi Tim JagoJurnal via WhatsApp di 0856-4369-5389 untuk konsultasi gratis.
Jangan biarkan revisi kecil menahan kelulusanmu
Tim JagoJurnal siap bantu bagian teknis yang paling sering bikin proses jadi lambat — bukan menulis ulang karyamu, tapi membantu kamu menyempurnakannya sendiri.
Konsultasi awal tanpa biaya. Respons cepat pada jam kerja.


Tinggalkan Balasan