Daftar Jurnal Sinta 2 Fisika Medis Resmi Terakreditasi Ristek/Kemendikbud

SINTA Jurnal Oleh admin · Juli 21, 2026

Publikasi ilmiah bagi kalangan akademisi, khususnya dosen dan mahasiswa pascasarjana, merupakan kewajiban yang tidak bisa ditawar lagi. Terlebih bagi para peneliti di bidang sains terapan, menemukan wadah publikasi bereputasi sangatlah krusial untuk mendiseminasikan hasil riset mereka secara luas. Bagi Anda yang berfokus pada bidang fisika medis, radioterapi, instrumentasi medis, atau biofisika, mempublikasikan naskah di jurnal sinta 2 fisika medis terakreditasi kemendikbud adalah langkah strategis untuk mengamankan angka kredit (KUM) menuju jenjang jabatan fungsional yang lebih tinggi. Fisika medis sendiri merupakan cabang ilmu yang memadukan prinsip-prinsip fisika dengan dunia kedokteran untuk keperluan diagnosis dan terapi penyakit, sehingga standar kualitas penelitian di bidang ini dijaga ketat oleh komunitas akademik nasional maupun internasional.

Mengapa Harus Memilih Jurnal Sinta 2 Fisika Medis Terakreditasi Kemendikbud?

Sistem Sinta (Science and Technology Index) yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi merupakan barometer utama kualitas jurnal ilmiah di Indonesia. Jurnal yang berhasil menduduki peringkat Sinta 2 dinilai memiliki pengelolaan naskah yang sangat baik, proses peer-review yang ketat, serta kontribusi ilmiah yang berdampak signifikan. Bagi dosen, publikasi di peringkat Sinta 2 memberikan poin angka kredit (KUM) yang tinggi, yakni sekitar 25 poin untuk jurnal nasional terakreditasi peringkat 1 dan 2. Untuk memverifikasi status akreditasi terkini dari jurnal yang Anda sasar, Anda dapat selalu merujuk langsung ke portal resmi SINTA Kemendikbudristek.

Selain untuk pemenuhan syarat kelulusan mahasiswa magister (S2) maupun doktor (S3), publikasi di jurnal kelas menengah-atas seperti Sinta 2 membuktikan bahwa metodologi penelitian Anda telah diuji oleh para ahli di bidangnya. Bidang fisika medis yang sarat akan aspek keselamatan radiasi, kalkulasi dosis, dan akurasi pencitraan medis menuntut validasi ilmiah yang tidak main-main. Oleh karena itu, lolos di jurnal Sinta 2 merupakan sebuah pencapaian akademik yang sangat diakui.

Rekomendasi Jurnal Sinta 2 yang Menerima Artikel Fisika Medis

💬 Butuh bantuan langsung? Chat tim JagoJurnal via WhatsApp

Secara spesifik, tidak banyak jurnal di Indonesia yang hanya mengkhususkan diri pada satu sub-bidang seperti ‘Fisika Medis’ murni. Namun, banyak jurnal fisika terapan, instrumentasi, dan nuklir nasional terakreditasi Sinta 2 yang memiliki ruang lingkup (scope) yang sangat terbuka bagi naskah-naskah fisika medis. Berikut adalah beberapa rekomendasi jurnal yang bisa Anda pertimbangkan:

1. Atom Indonesia

Diterbitkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang sebelumnya dikelola oleh BATAN, jurnal ini merupakan salah satu jurnal fisika nuklir terkemuka di Indonesia. Jurnal ini terakreditasi Sinta 1/Sinta 2 dan terindeks Scopus. Ruang lingkupnya mencakup aplikasi teknologi nuklir dalam bidang medis, seperti kedokteran nuklir, dosimetri radiasi, keselamatan radiasi, serta radioterapi. Jika penelitian fisika medis Anda melibatkan simulasi Monte Carlo untuk terapi radiasi atau analisis radionuklida, Atom Indonesia adalah pilihan utama yang sangat prestisius.

2. Positron (Universitas Tanjungpura)

Positron adalah jurnal ilmiah bidang fisika yang diterbitkan oleh Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Tanjungpura. Jurnal ini telah terakreditasi Sinta 2 dan aktif menerbitkan artikel berkualitas tinggi secara berkala. Ruang lingkup Positron mencakup fisika teori, fisika komputasi, biofisika, dan fisika medis. Artikel bertema analisis citra medis (seperti rekonstruksi gambar CT Scan atau MRI) serta instrumentasi medis berbasis sensor fisika sering kali mendapat tempat di jurnal bereputasi ini.

3. Jurnal Fisika dan Aplikasinya (JFA)

Dikelola oleh Departemen Fisika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), JFA merupakan jurnal ilmiah terakreditasi Sinta 2 yang berfokus pada perkembangan fisika terapan. Jurnal ini menerima naskah penelitian orisinal yang mengkaji aplikasi prinsip-prinsip fisika dalam kedokteran, biologi, dan ilmu material. Artikel mengenai desain kolimator radioterapi, sintesis biomaterial untuk implan medis, hingga pemodelan matematis penyebaran sel kanker sangat cocok dikirimkan ke sini.

Karakteristik Topik Fisika Medis yang Menjadi Prioritas Editor

Agar naskah Anda tidak langsung ditolak pada tahap awal (desk rejection), penting untuk menyelaraskan topik penelitian Anda dengan tren penelitian fisika medis modern. Beberapa area riset yang memiliki daya tarik tinggi di mata reviewer jurnal Sinta 2 antara lain:

  • Radioterapi dan Dosimetri: Pengukuran akurasi dosis radiasi pada pesawat Linear Accelerator (LINAC) atau Cobalt-60, evaluasi Treatment Planning System (TPS), dan optimalisasi teknik penyinaran seperti IMRT atau VMAT.
  • Pencitraan Medis Diagnostik: Kendali mutu (Quality Assurance) pada peralatan radiologi diagnostik seperti computed tomography (CT), magnetic resonance imaging (MRI), mammografi, dan ultrasonografi (USG).
  • Kedokteran Nuklir: Pemodelan serapan dosis organ dalam terapi radionuklida internal, optimasi fungsional PET/CT atau SPECT, dan proteksi radiasi bagi pasien dan pekerja radiasi.
  • Biofisika Terapan dan Biomaterial: Kajian interaksi radiasi non-ionisasi terhadap jaringan biologis, efek elektromagnetik frekuensi rendah, dan pemanfaatan nanomaterial sebagai agen pengkontras (contrast agent) dalam diagnosis medis.

Strategi Mempersiapkan Manuskrip Fisika Medis Berkualitas Tinggi

Mempersiapkan draf naskah ilmiah memerlukan ketelitian yang tinggi. Tidak ada jalan pintas untuk menghasilkan karya ilmiah yang kredibel. Berikut adalah beberapa langkah krusial yang perlu Anda lakukan sebelum menekan tombol submit:

Pertama, pastikan metodologi penelitian ditulis dengan sangat rinci dan sistematis. Dalam fisika medis, detail mengenai alat ukur (misalnya jenis detektor ionisasi yang digunakan), kondisi kalibrasi, perangkat lunak simulasi, serta standar protokol internasional yang dirujuk (seperti IAEA TRS-398 atau TG-51 AAPM) harus ditulis secara eksplisit. Reviewer Sinta 2 umumnya adalah pakar senior yang akan langsung mendeteksi jika ada cacat metodologis dalam eksperimen Anda.

Kedua, gunakan referensi yang mutakhir dan relevan. Jurnal Sinta 2 menuntut minimal 80% dari total daftar pustaka bersumber dari artikel jurnal ilmiah primer yang diterbitkan dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun terakhir. Hindari merujuk pada buku teks dasar secara berlebihan atau blog non-ilmiah. Gunakan aplikasi manajemen referensi seperti Mendeley, Zotero, atau EndNote untuk memastikan konsistensi gaya sitasi (biasanya IEEE atau APA) sesuai dengan petunjuk penulisan (Author Guidelines) dari jurnal yang dituju.

Memahami Alur Review dan Pentingnya Kejujuran Ilmiah

Setelah naskah dikirimkan, naskah tersebut akan melewati beberapa tahap seleksi. Pertama-tama, Editor-in-Chief atau Section Editor akan menilai kesesuaian naskah dengan fokus dan ruang lingkup jurnal, format penulisan, serta batas maksimal tingkat plagiarisme menggunakan aplikasi seperti Turnitin (biasanya disyaratkan di bawah 20%). Jika lolos, naskah akan dikirim ke minimal dua orang mitra bestari (peer-reviewer) untuk ditinjau secara mendalam.

Perlu ditekankan secara jujur dan informatif bahwa tidak ada jaminan atau garansi 100% naskah Anda pasti langsung diterima di jurnal Sinta 2 manapun. Keputusan akhir sepenuhnya bergantung pada kualitas ilmiah penelitian Anda, objektivitas data, serta bagaimana Anda merespons umpan balik (revisi) yang diberikan oleh reviewer. Sikap kooperatif, argumentatif yang ilmiah, serta ketepatan waktu dalam mengirimkan revisi adalah kunci utama kesuksesan publikasi Anda.

Tips Menghindari Penolakan Instan oleh Editor Jurnal

Banyak naskah bagus gugur di tangan editor bahkan sebelum sempat dibaca oleh reviewer. Hal ini biasanya terjadi karena hal-hal teknis yang dianggap sepele oleh penulis, namun sangat fatal bagi pengelola jurnal. Berikut beberapa kesalahan umum yang harus Anda hindari:

Ketidaksesuaian format (template) adalah penyebab penolakan instan yang paling sering dijumpai. Setiap jurnal memiliki aturan tata letak, format gambar, tabel, hingga batas jumlah kata yang ketat. Luangkan waktu khusus untuk menyesuaikan naskah Anda dengan template jurnal sasaran. Selain itu, pastikan abstrak ditulis secara ringkas dan padat, mencakup latar belakang singkat, tujuan, metode utama, hasil kunci (termasuk nilai kuantitatif dengan ketidakpastian fisika yang jelas), serta kesimpulan utama dari riset Anda.

Kesimpulan

Mempublikasikan naskah riset pada daftar jurnal sinta 2 fisika medis terakreditasi kemendikbud merupakan pencapaian akademik yang sangat berharga bagi peningkatan karier dosen dan peneliti di Indonesia. Meskipun proses penelaahan sejawat (peer-review) berlangsung sangat ketat dan tidak memberikan jaminan kelulusan secara instan, persiapan yang matang dari segi metodologi, kebaruan (novelty), kualitas sitasi, serta kepatuhan terhadap gaya selingkung jurnal akan memperbesar peluang naskah Anda untuk diterima. Tetaplah konsisten melakukan riset yang bermanfaat bagi dunia kesehatan dan selamat berkarya!

admin, garuda
Kontributor · Riset Akademik & Publikasi Ilmiah

Tim Redaksi JagoJurnal menyusun panduan akademik berdasarkan riset kata kunci dan kebutuhan nyata pembaca seputar skripsi, tesis, dan publikasi jurnal ilmiah.

Butuh bantuan lebih lanjut?

Jangan biarkan revisi kecil menahan kelulusanmu

Tim JagoJurnal siap bantu bagian teknis yang paling sering bikin proses jadi lambat — bukan menulis ulang karyamu, tapi membantu kamu menyempurnakannya sendiri.

01Proofreading jurnal & makalah
02Bantuan editing & formatting skripsi & tesis
03Olah data & statistik (SPSS, Eviews, dll)
04Bantuan editing & formatting jurnal & makalah
Konsultasi gratis via WhatsApp

Konsultasi awal tanpa biaya. Respons cepat pada jam kerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *