Cara Membuat Pendahuluan Artikel Jurnal
Panduan cara membuat pendahuluan artikel jurnal yang baik membutuhkan pemahaman mendalam tentang cara menyusun argumen akademis, memetakan kekosongan riset (research gap), dan merumuskan tujuan penelitian. Pendahuluan merupakan bagian krusial yang pertama kali dinilai oleh editor serta reviewer sebelum membaca keseluruhan isi artikel ilmiah Anda. Melalui pendahuluan yang terstruktur, Anda dapat meyakinkan pembaca bahwa topik yang diangkat sangat penting dan bernilai akademis tinggi.
Poin Penting:
- Pendahuluan jurnal harus langsung berfokus pada masalah utama dan kekosongan riset (research gap).
- Model CAR (Create a Research Space) merupakan standar baku penulisan pendahuluan secara internasional.
- Penggunaan referensi mutakhir dari jurnal bereputasi 5-10 tahun terakhir sangat dianjurkan.
- Novelty atau kebaruan penelitian wajib dituliskan secara jelas pada paragraf sebelum akhir pendahuluan.
Apa Fungsi Utama Pendahuluan dalam Artikel Jurnal?
Pendahuluan artikel jurnal berfungsi sebagai gerbang utama yang menjelaskan alasan pentingnya penelitian Anda dilakukan. Bagian ini memetakan masalah, menunjukkan kekosongan literatur, dan mengarahkan pembaca pada tujuan kajian.
Selain itu, pendahuluan menjadi tolok ukur utama bagi editor jurnal untuk menentukan apakah naskah Anda layak diproses ke tahap peer-review. Dalam publikasi di sistem akreditasi SINTA Kemdiktisaintek maupun Indeksasi Scopus, pendahuluan yang lemah sering menjadi alasan utama penolakan instan (desk rejection).
Oleh karena itu, Anda harus menyusun bagian ini secara sistematis dan padat. Jangan menyajikan materi yang terlalu umum seperti penjelasan definisi dasar dalam buku teks. Sebaliknya, fokuslah pada fakta empiris, data lapangan, dan sintesis dari pustaka bereputasi.
Apa Saja Struktur Utama dalam Pendahuluan Artikel Jurnal?
Struktur pendahuluan artikel jurnal umumnya mengikuti pola CAR (Create a Research Space) yang terdiri dari tiga tahapan utama. Tahapan tersebut meliputi penetapan topik umum, penyampaian kekosongan penelitian (research gap), dan pengerjaan fokus riset Anda.
Model CAR yang dikembangkan oleh John Swales ini menjadi acuan global dalam penulisan ilmiah. Berikut adalah tiga tahapan utama yang wajib ada dalam naskah Anda:
1. Establishing a Territory (Menentukan Wilayah Riset)
Pertama-tama, Anda perlu mengenalkan konteks umum topik yang diteliti. Jelaskan mengapa topik tersebut penting dan relevan dengan kondisi saat ini. Kutip beberapa studi terdahulu untuk menunjukkan bahwa topik ini menarik perhatian banyak peneliti dunia.
2. Establishing a Niche (Menemukan Celah Riset)
Tahap kedua adalah bagian paling vital dalam penulisan akademis. Di sini, Anda harus menunjukkan keterbatasan atau kontradiksi dari hasil penelitian terdahulu. Dengan kata lain, jelaskan apa yang belum diselesaikan oleh peneliti sebelumnya.
3. Occupying the Niche (Mengisi Celah Riset)
Pada tahap akhir ini, jelaskan bagaimana penelitian Anda hadir untuk mengisi celah tersebut. Sampaikan tujuan penelitian, hipotesis, atau pertanyaan kunci secara spesifik. Penulis juga dapat menyajikan secara singkat pendekatan metodologis yang digunakan.
Langkah-Langkah Praktis Cara Membuat Pendahuluan Artikel Jurnal
Menulis pendahuluan memerlukan strategi bertahap agar alur berpikir tersaji secara logis dan mudah dipahami. Berikut adalah urutan langkah yang dapat Anda terapkan saat menyusun draft naskah ilmiah:
- Mulai dengan Pernyataan Masalah yang Kuat: Tuliskan konteks masalah secara spesifik pada kalimat pertama tanpa basa-basi umum. Sertakan data faktual atau fenomena nyata.
- Lakukan Pemetaan Pustaka Terkait: Sintesiskan 5-10 artikel jurnal bereputasi dari database seperti Scopus, DOAJ, atau Garuda. Tunjukkan temuan utama mereka secara ringkas.
- Rumuskan Research Gap Secara Jelas: Gunakan kata transisi pertentangan untuk menandai kekosongan riset. Sebutkan kelemahan, perbedaan fokus, atau sudut pandang baru yang belum dikaji.
- Tegaskan Kebaruan (Novelty): Jelaskan secara gamblang nilai tambah dari riset Anda. Apa keunggulan metode, subjek, atau lokasi penelitian yang Anda pilih?
- Tuliskan Tujuan Penelitian: Akhiri bagian pendahuluan dengan merumuskan tujuan utama secara lugas pada paragraf terakhir.
Dengan mengikuti urutan langkah di atas, alur penulisan Anda akan tetap fokus dan hemat kata. Pembaca dapat langsung menangkap urgensi penelitian tanpa tersesat dalam kalimat yang berputar-putar.
Bagaimana Cara Menulis Novelty dan Research Gap yang Kuat?
Cara menulis novelty dan research gap yang kuat adalah dengan meninjau literatur terbaru lalu menemukan celah yang belum dibahas peneliti terdahulu. Anda harus membandingkan hasil studi sebelumnya dan menjelaskan pembaharuan yang Anda tawarkan.
Banyak penulis pemula kesulitan membedakan antara masalah praktis dan masalah penelitian (research gap). Masalah praktis adalah kejadian di lapangan, sedangkan research gap adalah keterbatasan pengetahuan ilmiah dalam literatur.
Sebagai contoh, mari kita cermati skenario kasus seorang peneliti bidang pendidikan. Peneliti tersebut menemukan bahwa pembelajaran jarak jauh di daerah 3T masih menghadapi kendala teknis. Namun, dalam pendahuluan jurnal, ia tidak boleh berhenti pada fakta teknis tersebut.
Ia harus menelaah studi sebelumnya tentang e-learning di daerah terdepan. Setelah itu, ia menunjukkan bahwa belum ada studi yang mengevaluasi dampaknya terhadap motivasi siswa berbasis modal sosial lokal. Ruang kosong itulah yang disebut sebagai research gap dan menjadi novelty usulannya.
Perbedaan Pendahuluan Jurnal Nasional SINTA dan Jurnal Internasional Scopus
Setiap pengelola jurnal memiliki standar penulisan yang bervariasi tergantung tingkatan reputasinya. Memahami perbedaan karakteristik pendahuluan sangat penting agar naskah Anda menyesuaikan dengan standar penerbit.
| Elemen Pembeda | Jurnal Nasional (SINTA 3-6) | Jurnal Internasional Bereputasi (Scopus / WoS) |
|---|---|---|
| Gaya Bahasa | Bahasa Indonesia formal dan lugas | Bahasa Inggris akademik (Academic English) |
| Panjang Pendahuluan | 300 – 500 kata | 600 – 1000 kata |
| Kedalaman Pustaka | Dominan jurnal nasional 5 tahun terakhir | Dominan jurnal reputasi tinggi (Q1/Q2) dunia |
| Penekanan Novelty | Kebaruan skala lokal atau regional | Kebaruan kontribusi teori global |
Tabel di atas menunjukkan bahwa jurnal internasional bereputasi menuntut kedalaman analisis literatur yang lebih tinggi. Meski demikian, struktur dasar pendahuluan pada kedua jenis jurnal tetap mengacu pada prinsip CAR model.
Apa Saja Kesalahan Umum Saat Menulis Pendahuluan Jurnal?
Kesalahan umum dalam menulis pendahuluan adalah membuat latar belakang yang terlalu luas seperti buku teks serta tidak menampilkan kekosongan riset. Selain itu, penulis sering lupa menyampaikan tujuan penelitian secara spesifik di akhir bagian.
Berikut adalah beberapa kekeliruan yang sering dikritik oleh reviewer jurnal dan harus Anda hindari:
- Menggunakan Pustaka Usang: Mengutip sumber bacaan yang berumur lebih dari 10 tahun untuk topik teknologi atau sains mutakhir.
- Piramida Terbalik Terlalu Panjang: Memulai narasi dari isu dunia yang terlampau jauh dari topik khusus artikel.
- Sintesis Literatur Lemah: Hanya mendaftar ringkasan penulis A, penulis B, dan penulis C tanpa melakukan perbandingan kritis.
- Abaikan Software Anti-Plagiarisme: Tidak melakukan pemeriksaan swadaya menggunakan Turnitin sehingga angka kemiripan (similarity) tetap tinggi.
Terlebih lagi, hindari mengulang-ulang kalimat dengan maksud memperpanjang isi naskah. Pengelola jurnal lebih menyukai artikel yang padat, kaya argumen, dan langsung pada sasaran.
Checklist Praktis Sebelum Mengirimkan Naskah Jurnal
Sebelum mengunggah naskah Anda ke sistem Open Journal System (OJS), pastikan pendahuluan Anda memenuhi kriteria berikut. Pemeriksaan mandiri ini akan meminimalkan risiko penolakan langsung dari penyunting.
- Apakah kalimat pertama langsung membahas fokus topik secara spesifik?
- Apakah Anda sudah mengutip setidaknya 5-10 artikel ilmiah bereputasi terbaru?
- Apakah kekosongan penelitian (research gap) disampaikan secara jelas?
- Apakah novelty dan kontribusi penelitian sudah ditegaskan?
- Apakah tujuan penelitian tertulis eksplisit di akhir paragraf pendahuluan?
Singkatnya, pendahuluan yang ditulis secara cermat akan mencerminkan kualitas riset Anda secara keseluruhan. Luangkan waktu untuk merevisi kalimat agar alur logika mengalir secara sempurna.
Pertanyaan Umum
Berapa panjang ideal bagian pendahuluan artikel jurnal?
Panjang ideal pendahuluan umumnya berkisar antara 10% hingga 15% dari total kata seluruh artikel ilmiah Anda. Sebagai contoh, jika naskah berisi 4000 kata, maka pendahuluan berkisar 400-600 kata.
Apakah pendahuluan jurnal sama dengan latar belakang skripsi?
Pendahuluan jurnal jauh lebih padat dan fokus langsung pada research gap dibandingkan latar belakang skripsi. Teori dasar yang panjang tidak perlu dimasukkan secara detail dalam pendahuluan jurnal.
Di mana letak rumusan masalah pada artikel jurnal?
Rumusan masalah pada artikel jurnal tidak dibuat dalam poin-poin pertanyaan khusus. Masalah tersebut dileburkan secara naratif di paragraf akhir pendahuluan sebelum tujuan penelitian.
Mengapa pendahuluan artikel jurnal saya sering ditolak reviewer?
Penolakan sering terjadi karena argumentasi research gap kurang kuat atau pustaka acuan sudah terlalu usang. Butuh bantuan langsung dari tim ahli? Hubungi Tim JagoJurnal via WhatsApp di 0856-4369-5389 untuk konsultasi gratis.
Jangan biarkan revisi kecil menahan kelulusanmu
Tim JagoJurnal siap bantu bagian teknis yang paling sering bikin proses jadi lambat — bukan menulis ulang karyamu, tapi membantu kamu menyempurnakannya sendiri.
Konsultasi awal tanpa biaya. Respons cepat pada jam kerja.

Tinggalkan Balasan