Cara Validasi dan Cek Masa Aktif Nomor ISSN Jurnal Melalui Pusat ISSN Nasional

Publikasi & ISSN Oleh admin · Juli 7, 2026

Dalam dunia riset dan publikasi ilmiah, kredibilitas sebuah jurnal merupakan fondasi utama yang tidak bisa ditawar. Setiap peneliti, mahasiswa, maupun akademisi pasti membutuhkan sumber referensi yang terpercaya untuk menunjang kualitas karya ilmiah mereka, baik itu skripsi, tesis, maupun artikel jurnal. Salah satu indikator penting untuk menilai kredibilitas sebuah jurnal adalah melalui nomor International Standard Serial Number (ISSN) yang dimilikinya. Namun, apakah cukup hanya dengan mengetahui nomor ISSN tersebut? Tentu tidak. Penting sekali untuk melakukan validasi. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana cara cek ISSN jurnal di portal ISSN BRIN, serta memastikan masa aktif dan keaslian data penerbitan.

Validasi ISSN bukan sekadar formalitas, melainkan langkah krusial untuk menghindari jurnal predator yang sering kali menyamar dengan ISSN palsu atau ISSN yang sudah tidak aktif. Jurnal predator dapat merusak reputasi ilmiah Anda dan menyia-nyiakan upaya penelitian yang telah Anda lakukan. Oleh karena itu, memahami proses cek ISSN melalui Pusat ISSN Nasional di bawah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi keharusan bagi setiap insan akademik di Indonesia. Mari kita telusuri langkah demi langkah untuk memastikan setiap jurnal yang Anda kutip atau jadikan tujuan publikasi memiliki kredibilitas yang tak diragukan.

Mengapa Penting Memvalidasi ISSN Jurnal?

Mungkin Anda bertanya, mengapa harus repot-repot memvalidasi ISSN? Bukankah nomor tersebut sudah tercetak jelas di halaman depan atau belakang jurnal? Jawabannya terletak pada kompleksitas ekosistem publikasi ilmiah saat ini. Dengan maraknya jurnal predator dan praktik penerbitan yang kurang etis, nomor ISSN saja tidak cukup menjadi jaminan. Validasi ISSN memiliki beberapa alasan krusial:

  • Menjamin Kredibilitas Sumber: Sebuah jurnal yang valid dan terdaftar resmi di Pusat ISSN Nasional menunjukkan bahwa jurnal tersebut telah melalui proses verifikasi dan memenuhi standar tertentu. Ini memastikan bahwa sumber informasi yang Anda gunakan berasal dari kanal yang terpercaya.
  • Menghindari Jurnal Predator: Jurnal predator adalah publikasi yang mengeksploitasi kebutuhan akademisi untuk publikasi dengan biaya tinggi, namun tanpa proses peer-review yang memadai atau bahkan tanpa peer-review sama sekali. Mereka seringkali mencantumkan ISSN palsu atau ISSN dari jurnal lain yang sudah tidak aktif. Validasi ISSN membantu Anda mengidentifikasi dan menghindari jebakan ini.
  • Memenuhi Syarat Akademis: Untuk kenaikan pangkat, pengajuan beasiswa, atau bahkan kelulusan studi (skripsi/tesis), institusi seringkali mensyaratkan publikasi di jurnal-jurnal yang terakreditasi dan memiliki ISSN yang valid serta aktif.
  • Mendukung Integritas Riset: Dengan mempublikasikan atau mengutip dari jurnal yang terverifikasi, Anda turut serta dalam menjaga integritas dan kualitas riset di komunitas ilmiah secara keseluruhan.
  • Memastikan Masa Aktif: ISSN yang valid harus juga aktif. Terkadang, sebuah jurnal mungkin pernah memiliki ISSN namun kini sudah tidak aktif karena berbagai alasan (misalnya, berhenti terbit atau berganti nama). Publikasi di jurnal dengan ISSN tidak aktif dapat mengurangi nilai ilmiah karya Anda.

Mengingat pentingnya poin-poin di atas, proses validasi ISSN bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kewajiban. Ini adalah bentuk tanggung jawab akademis kita untuk memastikan ekosistem ilmiah tetap sehat dan terpercaya.

Memahami ISSN: p-ISSN dan e-ISSN

💬 Butuh bantuan langsung? Chat tim JagoJurnal via WhatsApp

Sebelum masuk ke panduan praktis, penting untuk memahami apa itu ISSN dan dua format utamanya yang sering kita temui: p-ISSN dan e-ISSN.

  • ISSN (International Standard Serial Number): ISSN adalah nomor identifikasi unik yang diberikan untuk publikasi serial, seperti jurnal, majalah, surat kabar, dan monograf serial lainnya. Nomor ini terdiri dari delapan digit, yang dibagi menjadi dua kelompok masing-masing empat digit, dipisahkan oleh tanda hubung, dan diakhiri dengan angka cek. Fungsi utamanya adalah untuk mengidentifikasi secara unik sebuah publikasi serial, terlepas dari bahasanya, penerbitnya, atau negaranya.
  • p-ISSN (Print ISSN): Ini adalah ISSN yang diberikan untuk publikasi serial dalam format cetak atau fisik. Jika sebuah jurnal diterbitkan dalam bentuk buku fisik, maka ia akan memiliki p-ISSN. Nomor ini memungkinkan perpustakaan, distributor, dan pembaca untuk mengidentifikasi edisi cetak jurnal secara spesifik.
  • e-ISSN (Electronic ISSN): Seiring dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi, banyak jurnal kini diterbitkan secara eksklusif dalam format elektronik atau online. e-ISSN adalah nomor identifikasi untuk publikasi serial yang diterbitkan dalam format elektronik. Jurnal online biasanya akan menampilkan e-ISSN mereka di situs web atau file PDF dari artikel mereka.

Penting untuk diingat bahwa jika sebuah jurnal diterbitkan dalam kedua format (cetak dan elektronik), ia akan memiliki dua nomor ISSN yang berbeda: satu p-ISSN untuk versi cetak dan satu e-ISSN untuk versi elektronik. Keduanya adalah identifikasi unik yang sah. Saat melakukan validasi, Anda perlu memastikan nomor yang Anda cek sesuai dengan format jurnal yang Anda referensikan atau ingin publikasikan.

Pusat ISSN Nasional: Otoritas Validasi di Indonesia

Di Indonesia, otoritas yang bertanggung jawab dalam pendaftaran, pengelolaan, dan validasi ISSN untuk publikasi serial adalah Pusat ISSN Nasional. Lembaga ini berada di bawah koordinasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang sebelumnya dikenal sebagai Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Peran Pusat ISSN Nasional sangat vital dalam menjaga kualitas dan standar publikasi ilmiah di tanah air.

Fungsi utama Pusat ISSN Nasional BRIN antara lain:

  • Pendaftaran ISSN: Menerima dan memproses permohonan ISSN dari berbagai penerbit publikasi serial di Indonesia.
  • Verifikasi Data: Melakukan verifikasi terhadap kelengkapan dan keabsahan data yang diajukan oleh penerbit.
  • Pemberian ISSN: Memberikan nomor ISSN yang unik dan sesuai standar internasional kepada publikasi yang memenuhi syarat.
  • Pengelolaan Database: Memelihara database ISSN nasional yang terintegrasi dengan database ISSN internasional, memastikan informasi yang tersedia akurat dan terbaru.
  • Sosialisasi dan Edukasi: Memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat akademik mengenai pentingnya ISSN dan prosedur yang terkait.

Dengan adanya Pusat ISSN Nasional di bawah BRIN, para akademisi, peneliti, dan mahasiswa di Indonesia memiliki satu sumber resmi dan terpercaya untuk melakukan validasi ISSN. Menggunakan portal resmi mereka adalah langkah paling akurat dan direkomendasikan untuk memastikan keabsahan sebuah jurnal. Ini berbeda dengan sekadar mencari di mesin pencari umum yang mungkin menampilkan informasi usang atau tidak valid.

Langkah-langkah Cara Cek ISSN Jurnal di Portal ISSN BRIN

Setelah memahami pentingnya dan latar belakang ISSN, kini saatnya kita masuk ke panduan praktis cara cek ISSN jurnal di portal ISSN BRIN. Proses ini cukup mudah dan dapat dilakukan secara mandiri. Ikuti langkah-langkah berikut:

Langkah 1: Akses Portal Resmi Pusat ISSN Nasional BRIN

Langkah pertama adalah mengunjungi situs web resmi Pusat ISSN Nasional BRIN. Anda bisa mengaksesnya melalui tautan ini: Pusat ISSN Nasional BRIN. Pastikan Anda mengakses situs web yang benar untuk menghindari informasi palsu.

Langkah 2: Navigasi ke Fitur Pencarian

Setelah halaman utama terbuka, Anda akan melihat beberapa menu atau opsi. Biasanya, ada kolom pencarian yang langsung terlihat di halaman depan atau di bagian menu navigasi. Cari opsi seperti ‘Pencarian’, ‘Cek ISSN’, atau ‘Database ISSN’. Anda bisa langsung mengetikkan nomor ISSN yang ingin dicari di kolom pencarian yang tersedia.

Langkah 3: Masukkan Nomor ISSN atau Kata Kunci Jurnal

Di kolom pencarian, Anda memiliki beberapa opsi untuk mencari jurnal:

  • Berdasarkan Nomor ISSN: Ini adalah cara paling akurat. Masukkan nomor p-ISSN atau e-ISSN lengkap (misalnya, 2088-7711) ke dalam kolom pencarian.
  • Berdasarkan Judul Jurnal: Jika Anda tidak memiliki nomor ISSN, Anda bisa mencoba mencari dengan mengetikkan judul lengkap jurnal atau beberapa kata kunci penting dari judul tersebut. Pastikan ejaan yang Anda masukkan benar.
  • Berdasarkan Nama Penerbit: Dalam beberapa kasus, Anda mungkin hanya tahu nama penerbit. Jika portal menyediakan fitur ini, Anda bisa mencobanya.

Setelah memasukkan informasi yang diperlukan, klik tombol ‘Cari’ atau ikon pencarian.

Langkah 4: Analisis Hasil Pencarian

Sistem akan menampilkan hasil pencarian yang sesuai. Jika jurnal yang Anda cari ditemukan, akan muncul daftar jurnal beserta detailnya. Perhatikan informasi-informasi berikut:

  • Judul Jurnal: Pastikan judul jurnal yang muncul persis sama dengan jurnal yang Anda miliki atau ingin verifikasi.
  • Nomor ISSN: Verifikasi nomor p-ISSN dan/atau e-ISSN yang tercantum apakah cocok dengan yang Anda cari.
  • Penerbit: Cek nama penerbit jurnal. Apakah sesuai dengan informasi yang Anda ketahui?
  • Status ISSN: Ini adalah informasi paling krusial. Pastikan status ISSN adalah ‘Aktif’. Jika statusnya ‘Tidak Aktif’ atau ‘Dibatalkan’, berarti jurnal tersebut tidak lagi memiliki ISSN yang valid untuk publikasi saat ini.
  • Masa Aktif: Beberapa portal mungkin juga menampilkan rentang masa aktif ISSN.
  • Frekuensi Terbit: Informasi mengenai seberapa sering jurnal tersebut terbit.
  • Subjek/Cakupan: Bidang ilmu atau cakupan bahasan jurnal.

Langkah 5: Memeriksa Detail dan Masa Aktif

Klik pada judul jurnal yang relevan dari hasil pencarian untuk melihat detail lebih lanjut. Di halaman detail ini, Anda akan mendapatkan informasi yang lebih komprehensif, termasuk tanggal pendaftaran, riwayat ISSN (jika ada perubahan), dan yang terpenting, konfirmasi masa aktifnya. Jika semua informasi cocok dan statusnya ‘Aktif’, maka Anda bisa yakin bahwa ISSN jurnal tersebut adalah valid dan terdaftar resmi di Pusat ISSN Nasional BRIN.

Membaca dan Menginterpretasikan Hasil Pencarian ISSN

Ketika Anda mendapatkan hasil pencarian dari portal ISSN BRIN, ada beberapa aspek yang perlu Anda perhatikan dengan saksama untuk memastikan validitas dan kredibilitas jurnal:

  • Status ‘Aktif’: Ini adalah indikator utama. Jurnal harus memiliki status ‘Aktif’ untuk dianggap valid dan dapat digunakan sebagai sumber referensi atau tujuan publikasi. Jika statusnya ‘Tidak Aktif’, ‘Dibatalkan’, atau ‘Berhenti Terbit’, maka meskipun pernah memiliki ISSN, jurnal tersebut saat ini tidak valid.
  • Kesamaan Informasi: Pastikan semua informasi yang tertera di portal (judul, penerbit, cakupan) cocok 100% dengan informasi yang tertera pada jurnal fisik atau website jurnal. Ketidaksesuaian kecil sekalipun bisa menjadi tanda peringatan.
  • Tanggal Pendaftaran: Informasi ini dapat memberikan gambaran tentang berapa lama jurnal tersebut telah terbit dan memiliki ISSN yang terdaftar. Jurnal yang sudah lama terdaftar biasanya memiliki reputasi yang lebih mapan.
  • Riwayat ISSN: Beberapa jurnal mungkin memiliki riwayat perubahan ISSN (misalnya, jika ada perubahan format atau nama). Portal mungkin menampilkan riwayat ini. Pastikan ISSN yang Anda cek adalah yang paling baru dan aktif.
  • Metadata Lengkap: Jurnal yang terdaftar dengan baik biasanya memiliki metadata yang lengkap, termasuk frekuensi terbit, subjek, hingga kontak penerbit. Kelengkapan ini menunjukkan transparansi penerbit.

Dengan membaca dan menginterpretasikan hasil pencarian secara cermat, Anda dapat membuat keputusan yang terinformasi mengenai kredibilitas sebuah jurnal.

Tanda-tanda Jurnal Tidak Kredibel Meski Memiliki ISSN

Penting untuk diingat bahwa memiliki ISSN, meskipun valid dan aktif di portal BRIN, tidak selalu secara otomatis menjamin kualitas tinggi sebuah jurnal. Sayangnya, ada beberapa praktik yang digunakan oleh jurnal predator atau jurnal dengan kualitas rendah yang berhasil mendapatkan ISSN. Oleh karena itu, Anda perlu memperhatikan tanda-tanda peringatan lainnya:

  • Proses Review yang Sangat Cepat: Jurnal kredibel memiliki proses peer-review yang ketat dan memakan waktu (biasanya berminggu-minggu hingga berbulan-bulan). Jika sebuah jurnal menjanjikan publikasi dalam hitungan hari atau sangat cepat, patut dicurigai.
  • Biaya Publikasi Sangat Mahal (APC – Article Processing Charge): Meskipun banyak jurnal Open Access mengenakan APC, jurnal predator seringkali mengenakan biaya yang tidak masuk akal tanpa memberikan nilai tambah dalam hal kualitas editorial atau peer-review.
  • Komunikasi yang Agresif: Jurnal yang terus-menerus mengirimkan email ajakan publikasi dengan topik yang sangat luas dan tidak spesifik, atau dengan bahasa yang tidak profesional, perlu diwaspadai.
  • Cakupan Topik yang Terlalu Luas: Jurnal berkualitas umumnya memiliki cakupan topik yang spesifik dan terfokus. Jurnal yang mengklaim dapat mempublikasikan riset dari berbagai bidang ilmu yang sangat berbeda (misalnya, kedokteran, teknik, sastra secara bersamaan) cenderung tidak kredibel.
  • Kurangnya Informasi Kontak atau Identitas Penerbit: Sulit menemukan informasi kontak yang jelas, alamat fisik, atau identitas dewan editorial/reviewer yang dapat diverifikasi adalah tanda bahaya.
  • Situs Web yang Buruk atau Tidak Profesional: Tata letak yang berantakan, kesalahan tata bahasa, atau tampilan situs web yang tidak meyakinkan bisa menjadi indikasi.
  • Indeksasi yang Meragukan: Jurnal kredibel umumnya terindeks di database terkemuka seperti Scopus, Web of Science, SINTA (untuk Indonesia), DOAJ, PubMed, dll. Jika jurnal hanya terindeks di layanan yang tidak dikenal atau daftar ‘predator’ (misalnya, Beall’s List), berhati-hatilah.

Selalu lakukan due diligence. Selain cek ISSN di portal BRIN, cross-check juga jurnal tersebut di database akreditasi nasional (SINTA) atau internasional (Scopus, DOAJ) sesuai dengan bidang ilmu Anda.

FAQ Seputar ISSN dan Validasi Jurnal

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan mengenai ISSN dan validasi jurnal:

  • Q: Apa itu ISSN?
    A: ISSN (International Standard Serial Number) adalah nomor identifikasi unik berstandar internasional yang diberikan untuk publikasi serial, seperti jurnal, majalah, atau surat kabar. Fungsinya untuk mengidentifikasi publikasi serial secara spesifik.
  • Q: Bisakah sebuah jurnal memiliki dua ISSN?
    A: Ya, bisa. Jika sebuah jurnal diterbitkan dalam dua format yang berbeda, yaitu format cetak (print) dan format elektronik (online), maka jurnal tersebut akan memiliki dua nomor ISSN yang berbeda: p-ISSN untuk versi cetak dan e-ISSN untuk versi elektronik.
  • Q: Apa yang harus saya lakukan jika ISSN jurnal tidak ditemukan di portal BRIN?
    A: Jika ISSN tidak ditemukan atau tidak aktif di portal resmi BRIN, ada kemungkinan jurnal tersebut tidak terdaftar secara resmi, sudah berhenti terbit, atau menggunakan ISSN palsu. Sebaiknya hindari menggunakan atau mempublikasikan di jurnal tersebut, atau lakukan konfirmasi langsung ke penerbit jurnal dan Pusat ISSN Nasional.
  • Q: Apa arti ‘masa aktif’ ISSN?
    A: ‘Masa aktif’ ISSN mengacu pada periode di mana nomor ISSN tersebut secara resmi diakui dan berlaku untuk publikasi serial yang bersangkutan. Jika statusnya ‘Tidak Aktif’ atau ‘Dibatalkan’, berarti nomor tersebut tidak lagi valid untuk publikasi terbaru.
  • Q: Apakah ISSN menjamin kualitas jurnal?
    A: ISSN menjamin identifikasi unik dan pendaftaran resmi sebuah publikasi serial. Namun, ISSN saja tidak secara langsung menjamin kualitas ilmiah atau proses peer-review yang ketat. Kualitas jurnal perlu dinilai dari faktor lain seperti reputasi penerbit, dewan editorial, indeksasi di database terkemuka, dan proses review.
  • Q: Apakah semua jurnal ilmiah harus memiliki ISSN?
    A: Ya, sesuai standar internasional, semua publikasi serial ilmiah, termasuk jurnal, diharapkan memiliki ISSN untuk identifikasi dan pengarsipan yang tepat.

Kesimpulan

Memvalidasi ISSN jurnal adalah langkah fundamental dan tak terpisahkan dari praktik akademik yang bertanggung jawab. Dengan memahami bagaimana cara cek ISSN jurnal di portal ISSN BRIN, Anda telah membekali diri dengan kemampuan penting untuk menyaring informasi dan memilih platform publikasi yang kredibel. Pusat ISSN Nasional BRIN menjadi garda terdepan dalam memastikan standar publikasi ilmiah di Indonesia, dan memanfaatkan portal resminya adalah cara paling efektif untuk memverifikasi keabsahan ISSN, baik itu p-ISSN maupun e-ISSN, serta status masa aktifnya.

Jangan pernah ragu untuk meluangkan waktu ekstra untuk melakukan verifikasi. Di tengah derasnya informasi dan kemudahan publikasi digital, kehati-hatian adalah kunci. Ingatlah bahwa kualitas dan reputasi akademik Anda sangat bergantung pada integritas sumber yang Anda gunakan dan platform tempat Anda mempublikasikan. Dengan melakukan validasi ISSN secara cermat, Anda tidak hanya melindungi diri sendiri dari jurnal predator, tetapi juga turut serta dalam membangun ekosistem ilmiah yang lebih jujur, transparan, dan berkualitas di Indonesia.

Baca Juga

admin, garuda
Kontributor · Riset Akademik & Publikasi Ilmiah

Tim Redaksi JagoJurnal menyusun panduan akademik berdasarkan riset kata kunci dan kebutuhan nyata pembaca seputar skripsi, tesis, dan publikasi jurnal ilmiah.

Butuh bantuan lebih lanjut?

Jangan biarkan revisi kecil menahan kelulusanmu

Tim JagoJurnal siap bantu bagian teknis yang paling sering bikin proses jadi lambat — bukan menulis ulang karyamu, tapi membantu kamu menyempurnakannya sendiri.

01Proofreading jurnal & makalah
02Bantuan editing & formatting skripsi & tesis
03Olah data & statistik (SPSS, Eviews, dll)
04Bantuan editing & formatting jurnal & makalah
Konsultasi gratis via WhatsApp

Konsultasi awal tanpa biaya. Respons cepat pada jam kerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *