Cara Mendaftarkan ISSN untuk Buku Ber-Isbn
Dunia penerbitan akademik sering kali membingungkan bagi penulis pemula maupun pengelola lembaga riset. Dua istilah yang paling sering muncul dalam dunia publikasi ilmiah adalah ISBN (International Standard Book Number) dan ISSN (International Standard Serial Number). Bagi Anda yang sedang mengelola publikasi berkala seperti seri buku ilmiah, prosiding konferensi, atau jurnal akademik yang berakar dari monograf, memahami cara mendaftarkan ISSN untuk buku ber-ISBN adalah langkah krusial. Publikasi ilmiah terstruktur sering kali membutuhkan kedua identitas ini agar dapat terindeks dengan baik secara global, memudahkan sitasi, serta diakui secara sah dalam penilaian angka kredit akademik (KUM).
Namun, penting untuk dicatat bahwa tidak semua buku bisa didaftarkan ISSN secara sembarangan. Otoritas penerbitan nasional memiliki kriteria ketat mengenai jenis terbitan apa saja yang berhak menyandang kedua nomor standar internasional ini sekaligus. Artikel ini akan mengupas tuntas seluruh alur, persyaratan resmi, serta langkah-langkah mandiri yang dapat Anda lakukan untuk mendaftarkan ISSN untuk koleksi buku berseri Anda yang telah memiliki ISBN.
Apakah Buku yang Sudah Memiliki ISBN Bisa Memiliki ISSN?
Ya, sebuah buku yang sudah memiliki ISBN bisa didaftarkan untuk mendapatkan nomor ISSN dengan syarat buku tersebut merupakan bagian dari terbitan berseri yang berlanjut (serial publication). ISSN akan berfungsi mengidentifikasi judul besar dari seluruh seri publikasi secara berkala, sedangkan ISBN digunakan untuk mengidentifikasi setiap volume atau judul spesifik yang terbit di dalam seri tersebut. Jadi, keduanya saling melengkapi dalam sistem katalogisasi perpustakaan global.
Untuk mempermudah pemahaman, bayangkan sebuah seri buku tahunan bertema perkembangan teknologi digital. Setiap tahun, penerbit meluncurkan satu volume baru dengan bahasan yang spesifik. Setiap volume tersebut wajib diajukan ISBN-nya sendiri karena isi materi dan fokus pembahasannya berbeda setiap kali terbit. Namun, karena keseluruhan buku tersebut merupakan satu kesatuan program penerbitan yang berkelanjutan (annual series), seluruh seri buku tersebut menggunakan satu nomor ISSN yang sama pada halaman kulit atau editorialnya. Integrasi ini sangat dihargai dalam indeksasi database ilmiah internasional seperti Scopus atau SINTA untuk kategori terbitan berkala ilmiah.
Apa Saja Syarat Mengajukan ISSN untuk Seri Buku?
Syarat utama untuk mengajukan ISSN bagi buku berseri meliputi kepemilikan halaman dewan redaksi (editorial board) yang aktif, kejelasan frekuensi terbitan (misalnya dua kali setahun atau tahunan), serta contoh berkas fisik atau digital dari terbitan pertama yang memuat susunan organisasi penerbitan. Selain itu, pihak pemohon wajib menyertakan surat permohonan resmi dari instansi, asosiasi profesi, atau penerbit berbadan hukum yang menaunginya.
Berdasarkan regulasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) selaku otoritas resmi penerbit ISSN di Indonesia, ada dokumen administratif dan teknis yang tidak boleh dilewatkan. Berikut adalah rincian dokumen wajib yang harus disiapkan secara mandiri oleh pengelola penerbitan:
- Surat keputusan pembentukan dewan redaksi atau editorial board yang menunjukkan kepakaran bidang ilmu terkait.
- Halaman sampul depan (cover) publikasi yang secara konsisten mencantumkan nama seri publikasi Anda.
- Halaman daftar isi lengkap dari volume perdana atau volume teranyar yang sedang diajukan.
- Lembar kebijakan editorial atau kata pengantar yang menerangkan fokus kajian, cakupan keilmuan, serta komitmen keberlanjutan terbitan.
- Tautan situs web resmi (URL) publikasi jika seri buku tersebut juga dirilis dalam bentuk digital (e-ISSN).
Langkah-Langkah Cara Mendaftarkan ISSN untuk Buku Ber-ISBN
Proses pengajuan nomor ISSN kini dilakukan sepenuhnya secara digital guna mempermudah aksesibilitas bagi instansi akademik maupun penerbit independen di seluruh Indonesia. Berikut adalah langkah-langkah terstruktur untuk mendaftarkan ISSN untuk terbitan berseri Anda:
- Kunjungi situs resmi pendaftaran ISSN nasional yang dikelola oleh Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah BRIN untuk membuat akun pengguna baru.
- Lakukan registrasi akun penerbit dengan mengisi identitas lembaga secara lengkap, mengunggah dokumen legalitas organisasi (seperti SK Rektor atau akta pendirian yayasan), serta nomor kontak aktif penanggung jawab.
- Setelah akun berhasil diverifikasi oleh admin, masuk ke dasbor dan pilih menu pengajuan ISSN baru untuk memulai pengisian formulir metadata terbitan berseri Anda.
- Isi setiap bidang informasi dengan teliti, termasuk mencantumkan judul seri publikasi, bahasa yang digunakan, frekuensi berkala, dan mengaitkannya dengan nomor-nomor ISBN volume sebelumnya jika ada.
- Unggah semua dokumen persyaratan dalam format PDF satu per satu sesuai kolom unggahan yang disediakan sistem, pastikan resolusi dokumen cukup jelas untuk dibaca oleh kurator.
- Lakukan pembayaran biaya administrasi sesuai tagihan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) resmi melalui kanal pembayaran bank yang telah ditunjuk oleh sistem.
- Pantau status pengajuan Anda secara berkala melalui akun pengguna untuk melihat apakah ada catatan perbaikan atau revisi dari tim penilai administrasi.
Berapa Lama Proses Penerbitan Nomor ISSN?
Proses verifikasi dan penerbitan nomor ISSN secara resmi umumnya membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 10 hari kerja terhitung sejak seluruh berkas administrasi dinyatakan lengkap dan pembayaran biaya PNBP berhasil divalidasi oleh sistem keuangan negara. Namun, durasi waktu ini sangat bergantung pada kerapian dokumen pendukung yang diserahkan serta volume antrean pengajuan nasional pada waktu tersebut.
Apabila kurator menemukan adanya ketidaksesuaian data—misalnya judul seri pada halaman cover tidak sama persis dengan judul yang diisikan pada formulir pendaftaran—maka pengajuan akan dikembalikan dengan status perbaikan. Proses revisi ini tentu saja akan memperpanjang waktu penyelesaian. Untuk menghindari penundaan, sangat disarankan bagi para pengelola penerbitan untuk memeriksa ulang keaslian, ejaan, serta format dokumen sebelum menekan tombol kirim di sistem pengajuan BRIN.
Mengapa Penerbit Memerlukan Kedua Nomor Identifikasi Ini?
Bagi perguruan tinggi, lembaga penelitian, maupun asosiasi profesi ilmiah, memiliki ISBN dan ISSN secara simultan pada seri buku ilmiah memberikan kredibilitas ganda. ISBN membuktikan bahwa setiap volume buku yang terbit memiliki keunikan konten dan diakui sebagai buku utuh yang dapat didistribusikan secara retail ke perpustakaan maupun toko buku. Hal ini sangat penting untuk pelacakan hak cipta penulis masing-masing bab.
Di sisi lain, kepemilikan ISSN menegaskan posisi karya ilmiah tersebut sebagai bagian dari sebuah proses diseminasi pengetahuan yang terstruktur, konsisten, dan berkelanjutan. Peneliti yang menyumbangkan tulisannya dalam seri monograf atau prosiding ber-ISSN akan mendapatkan rekognisi kumulatif yang lebih tinggi dalam sistem penilaian portofolio dosen. Kombinasi kedua identitas ini juga sangat mempermudah pustakawan internasional dalam melakukan pengarsipan digital serta proses pelacakan sitasi (citation tracking) dalam platform pengindeks bereputasi.
Tips Praktis Mengelola Publikasi Ber-ISBN dan Ber-ISSN
Mengelola dua nomor standar internasional menuntut tingkat kedisiplinan administrasi yang tinggi dari para pengelola redaksi. Tips pertama adalah memastikan konsistensi penulisan nama seri publikasi Anda. Jangan sampai pada volume pertama menggunakan nama ‘Seri Buku Pendidikan’, lalu pada volume kedua berubah menjadi ‘Buku Seri Pendidikan’, karena ketidakrelevanan editorial ini dapat membatalkan status ISSN Anda.
Tips kedua adalah selalu mematuhi kewajiban serah simpan karya cetak dan karya rekam sesuai regulasi undang-undang deposit nasional. Setiap kali sebuah volume baru terbit, kirimkan salinan fisik atau digitalnya ke Perpustakaan Nasional RI serta perpustakaan daerah setempat. Kepatuhan ini tidak hanya meningkatkan reputasi penerbit Anda di mata pemerintah, tetapi juga memastikan bahwa arsip pengetahuan yang Anda terbitkan akan terjaga dengan aman untuk generasi mendatang.
Kesimpulan
Memahami cara mendaftarkan ISSN untuk buku ber-ISBN merupakan investasi penting bagi pengembangan kualitas publikasi ilmiah di Indonesia. Dengan mengikuti seluruh prosedur resmi yang disediakan oleh BRIN secara mandiri, lembaga penerbitan Anda dapat meningkatkan jangkauan pembaca, mempermudah pengarsipan global, serta membantu para akademisi mendapatkan kredit ilmiah yang layak atas kontribusi riset mereka. Selalu persiapkan berkas pendaftaran dengan teliti, periksa konsistensi penulisan nama seri, dan kelola penerbitan Anda dengan standar tata kelola editorial yang profesional.
Pertanyaan Umum
Apakah buku tunggal yang bukan seri boleh didaftarkan ISSN?
Tidak boleh. ISSN hanya diperuntukkan bagi terbitan yang direncanakan terbit secara terus-menerus dan berkala tanpa batas waktu akhir, sedangkan buku tunggal cukup menggunakan ISBN saja.
Apakah nama penerbit pada ISBN dan pengajuan ISSN harus sama?
Ya, nama institusi atau lembaga penerbit yang terdaftar dalam sistem pengajuan ISSN harus selaras dengan data penerbit yang tertera di database ISBN guna menjaga akuntabilitas kepemilikan publikasi.
Apakah pengajuan ISSN bisa ditolak oleh pihak otoritas BRIN?
Bisa, pengajuan dapat ditolak jika dewan redaksi dinilai tidak memenuhi kualifikasi keilmuan, format tampilan terbitan tidak sesuai standar serial, atau tidak ada jaminan kesinambungan terbitan.
Apakah pendaftaran ISSN ini dikenakan biaya administrasi?
Ya, pendaftaran ISSN dikenakan tarif PNBP resmi sesuai ketentuan pemerintah yang langsung disetorkan ke kas negara melalui sistem billing online. Butuh bantuan langsung dari tim ahli? Hubungi Tim JagoJurnal via WhatsApp di 0856-4369-5389 untuk konsultasi gratis.
Jangan biarkan revisi kecil menahan kelulusanmu
Tim JagoJurnal siap bantu bagian teknis yang paling sering bikin proses jadi lambat — bukan menulis ulang karyamu, tapi membantu kamu menyempurnakannya sendiri.
Konsultasi awal tanpa biaya. Respons cepat pada jam kerja.



Tinggalkan Balasan